Log in

Disebut Minta Diskresi, Ijeck Bertemu Airlangga Jelang Musda Golkar Sumut


Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah (Ijeck) bertemu Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Pertemuan ini dilakukan jelang musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar Sumut. Apa yang dibahas keduanya?

Pertemuan itu disebut terjadi Jumat (21/2) siang. Keduanya disebut bertemu di Jakarta.

"Iya tadi bertemu siang," kata Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut Amas Muda Siregar.

Musda rencananya digelar pada 23-24 Februari di Medan. Lalu apa yang dibahas Ijeck dan Airlangga?

"Itu pertemuan Wagub Sumut dengan Menko Bidang Perekonomian. Bukan bahas Golkar itu," ujar Amas.

Ijeck sendiri telah menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Golkar Sumut. Dia kemungkinan bersaing dengan bakal calon lainnya, Yasyir Ridho.

Amas sendiri sebelumnya sempat bicara soal Ijeck yang kemungkinan sulit memenuhi syarat calon ketua. Meski demikian, Amas mengatakan bisa saja Ijeck menjadi ketua dengan diskresi dari pimpinan Golkar.

"Kalau menjadi calon ketua itu dia pernah menjadi pengurus dan liam tahun terakhir mesti aktif sebagai kader golkar. Nah itu dia nggak kena itu. Syaratnya itu kalau mau jadi ketua mesti lah dia pernah jadi pengurus 1 periode pernah nya kapan? Bisa entah 10 tahun lalu yang penting pernah dan menunjukkan dia di Golkar lima tahun ini aktif di Golkar udah itu aja. Sesudah itu ya biasalah bertakwa pada Tuhan yang Maha Esa. Jadi bang Musa Rajeksah ini nggak dapatnya itu," tutur Amas, Rabu (19/2).

"Cuma lagi ada ketentuan ya kalau misalnya di suatu daerah ada mau musda calonnya nggak ada, jadi terakhir kalau calon nggak ada bisa kosong kepemimpinan Golkar. Nggak ada yang mau internal Golkar, karena nggak sanggup barang kali sementara kepemimpinan harus diisi mau di-Musda-kan karena habis periode. Di situlah DPP itu makanya ada namanya diskresi," sambungnya.

Sementara itu, pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Ansor Siregar memprediksi Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah alias Ijeck telah mendapat dukungan dari DPD II Partai Golkar Kabupaten/Kota.

Menurutnya, dukungan yang diperoleh Ijeck berasal dari 3 lapisan. Pertama, restu penentu tertinggi dalam Golkar. Kedua, dari kalangan pengurus DPD tingkat I. Ketiga, dari pengurus DPD tingkat II Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara.

"Jika hanya peroleh restu pusat dan bermodalkan dukungan kolega-koleganya pada kepengurusan Sumut, tanpa menguasai kalangan pemilik suara mayoritas dalam musda, yakni DPD tigkat II kabupaten/kota, ia tak akan berani maju," ujar Shohibul, di Medan, Jumat (21/2).

Ia menilai pro kontra majunya Ijeck dalam Musda Parta Golkar karena dianggap tidak sesuai dengan AD/ART adalah hal yang biasa.

"Semua sangat faham bahwa Golkar itu sangat fleksible atau malah pragmatis sekaligus realistis. Hal itu yang membuatnya selalu mampu peroleh jalan keluar dalam keadaan sulit sekali pun," jelasnya.

Utamakan Kader

Ditemui terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Tingkat II Kabupaten Dairi, KRA Johnny Sitohang Adinegoro ketika ditanya kemana arah dukungannya mengatakan, bahwa pengurus Golkar Dairi mengutamakan kandidat calon ketua berasal dari kader partai.

“Kalau masalah dukungan itu rahsia dan tidak bisa diungkapkan sekarang, tapi pada dasarnya kita mengutamakan dan menginginkan calon ketua dari kader partai lah,” kata Johnny saat ditemui wartawan di Kantor Partai Golkar Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Sidikalang, Jumat (21/2).

Ditanya adanya wacana penggunaan diskresi Ketua Umum Partai Golkar untuk meluluskan Ijeck sebagai Ketua Golkar Sumut, mantan Bupati dua periode tersebut menjelaskan, secara aturan tidak ada larangan untuk memilih ketua dari luar partai atau bukan kader partai.

“Diskresi itu diperbolehkan walaupun tidak ada diatur dalam AD/ART Partai Golkar. Namun apa gunanya ada pengkaderan selama ini, kalau bukan kader bisa menjabat Ketua Golkar,”sebut Johnny.

Sementara saat ditanya apakah Ijeck merupakan kader partai dan sejauh mana kedekatan dengan pengurus Golkar Dairi, Johnny mengatakan, kalau Ijeck bukan kader Partai Golkar .

“Sejauh ini saya melihat, Ijeck tidak pernah masuk dalam kepengurusan partai Golkar dan tidak ada kedekatannya dengan pengurus Golkar Dairi,” terang Johnny.

Sedanglam Ketua DPD Partai Golkar Tebing Tinggi Basyaruddin Nasution menilai, di antara dua calon Ketua Golkar Sumut yang akan maju di Musda X Partai Golkar Sumut pada 23-24 Februari 2020, Yasir Ridho memiliki peluang yang lebih besar, karena merupakan kader murni partai yang siap maju sebagai calon ketua dan didukung mayoritas DPD II partai berlambang pohon beringin.

Sedangkan Musa Rajekshah alias Ijeck, meski mendapat diskresi (kebijakan khusus) dari Ketua Umum Partai Golkar tapi diskresi itu hanya sebatas sebagai pengajuan ‘calon’ dan harus mendapat dukungan minimal 30% suara.

“Bisa jadi begitu (berjalan aklamasi), karena sampai hari ini dia (Yasir Ridho) siap untuk maju (sebagai calon ketua) sedangkan Ijeck meskipun mendapat diskresi tapi hanya sebatas untuk mencalonkan diri, Ijeck belum pernah jadi pengurus selama 5 tahun berturut turut dan harus mengantongi dukungan 30 persen,” kata Basyaruddin Nasution, Jumat (21/2).

Menurut Basyarudin, kedua sosok calon ketua Partai Golkar Sumut (Yasir Ridho dan Ijeck) sama-sama memiliki potensi karena merupakan kader terbaik dan merupakan ‘orang pilihan’.

“Saya mengajak seluruh kader partai Golkar untuk bermusyawarah dengan riang gembira, dengan mengedepankan persatuan karena (musyawarah) ini adalah politis, apapun hasilnya harus dihargai,” katanya. (DTC/MBD)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px