Log in

Di Munas IKA PMII, Jokowi Sindir Persaingan Cak Imin dan Romy

Presiden Jokowi saat membuka Munas VI IKA PMII, di Grand Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (20/7). Presiden Jokowi saat membuka Munas VI IKA PMII, di Grand Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (20/7).

Presiden RI Joko Widodo menyindir persaingan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ketum PPP Romahurmuziy (Romy) untuk mendapatkan posisi cawapres mendampingi dirinya dalam Pemilihan Umum Presiden 2019.

"Dua ketua umum (parpol), Bapak Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Bapak Romi Romahurmuziy, Ketua Umum PPP, yang saat ini baru bersaing," kata Presiden saat membuka Musyawarah Nasional VI Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di Hotel JS Luwansa Jakarta, Jumat (20/7).

Jokowi juga mengungkapkan bahwa Cak Imin yang juga alumnus PMII. "Beliau ini banyak membantu saya. Ada yang kelihatan, ada yang tidak kelihatan, yaitu kerja-kerja politik, terutama dalam mendirikan posko-posko 'Join' (Jokowi-Cak Imin)," kata Presiden yang disambut tepuk tangan hadirin.

Dalam pemberitaan menyebutkan bahwa kedua tokoh yang sama-sama memiliki basis Nahdlatul Ulama (NU) ini bersaing meningkatkan pamor untuk bisa mendapat "jatah" cawapres mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019.

Kepala Negara dalam kesempatan itu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumnus PMII karena sudah membantu kerja pemerintah selama ini.

Presiden mencontohkan Sekjen IKA PMII yang juga Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri yang bisa melakukan pendekatan pada komunitas, serikat pekerja, sehingga dalam 4 tahun terakhir berkurangnya unjuk rasa dari serikat pekerja.

"Kemudian juga Pak Imam Nahrawi, mungkin sudah 6 bulan ini kurang tidur karena mempersiapkan Asian Games 2018," kata Jokowi.

Terakhir, Jokowi menyebut nama Nusron Wahid. Namun karena Nusron tidak hadir, Jokowi tak mau menjabarkan apa saja bantuan yang diberikan Nusron untuk pemerintah.

"Kemudian Pak Nusron ada? Karena nggak ada, nggak saya teruskan," katanya, disambut tawa hadirin.
    
Indonesia Kalah

Di bagian lain dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan, sebagai negara terbesar di ASEAN, tentunya Indonesia ingin menjadi yang terdepan. Tapi apa daya, untuk urusan investasi dan ekspor, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia kalah dengan Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan baru saja juga kalah dari Vietnam.

“Kita sekarang masih mengejar hal yang sangat fundamental yaitu yang berkaitan dengan infrastruktur, karena stok infrastruktur kita, baru pada angka 37 persen sehingga daya saing kita kalah dengan negara-negara tetangga,” katanya.

Kenapa infrastruktur ini penting? Presiden menegaskan ini bukan hanya soal ekonomi. Negara sebesar Indonesia dengan 17.000 pulau, kata Presiden, memerlukan pelabuhan, airport, jalan biasa maupun tol, karena dari situlah sebetulnya persatuan, pemerataan itu bisa diberikan, dari barat sampai ke timur, dari utara sampai ke selatan.

“Problem kita sekarang ini adalah kesenjangan dan kemiskinan. Kesenjangan antarwilayah barat dan timur. Kemiskinan juga kelihatan di barat dan di timur, di desa dan di kota. Ini tantangan besar kita,” tegas Presiden.

Selain infrastruktur, lanjut Presiden, yang ingin dibangun ke depan adalah investasi SDM. Ia menyebutkan, tahun ini, pemerintah telah membangun 50 balai latihan kerja komunitas di pondok pesantren. Tahun depan, Presiden mengaku sudah memerintahkan dibangun minimal 1.000. “Kita akan bantu siapkan gedung, infrastruktur, peralatan,” ujar Presiden.

Kalau 1.000 selesai, lanjut Presiden, akan menginjak ke angka yang lebih besar lagi, karena Indonesia memiliki lebih dari 29.000 pondok pesantren yang membutuhkan pelatihan keterampilan bagi santri di pondok pesantren.

Ia menilai ini hal yang riil karena ke depan menyongsong perubahan besar ekonomi global, tidak ada kata lain investasi di bidang sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci bagi kompetisi Indonesia dengan negara lain.

“Jangan sampai SDM kita tidak tahu tentang artificial intelligence. Sekarang sudah ada big data, internet of things, advance robotic,” ucap Presiden Jokowi seraya mengaku, bahwa kita memang masih berkutat pada hal yang fundamental yaitu pembangunan infrastruktur dan tahapan besar kedua SDM.

Di bidang ekonomi kecil, ekonomi keumatan, Presiden mengungkapkan, tahun ini telah dibangun 40 bank wakaf mikro di pondok pesantren. Tetapi kalau ini nanti kalau dievaluasi, benar bermanfaat bagi umat, bagi komunitas bisnis yang ada di pondok, Presiden menjanjikan akan membesarkan dalam jumlah yang lebih banyak lagi.

Untuk itu, Presiden berharap para alumni PMII ikut bekerja sama dengan pemerintah menyukseskan berbagai program yang di atas. Dengan kerja sama itu, Presiden meyakini negara ini akan maju, pondok pesantren akan maju, para santri juga akan makin maju.

“Dengan begitu maka Indonesia akan menjadi maju menjadi negara yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” pungkas Presiden Jokowi.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo atau Jokowi disambut gegap gempita saat memasuki ruangan pembukaan Musyawarah Nasional VI Ikatan Alumni PMII di Hotel Luwansa.

Jokowi hadir sekitar pukul 14.00 WIB. Setibanya di lokasi, dia langsung bersalaman dengan para tamu yang hadir seperti Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Ketika Jokowi memasuki ruangan, para alumni PMII meneriakkan nama Jokowi berulang kali. Sorakannya berubah ketika mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyalami Cak Imin. "Join, join, join," ujar peserta Musyawarah Nasional IKA PMII berulang kali.

Join merupakan kependekan dari Jokowi-Cak Imin. Kata ini dicetuskan Cak Imin ketika menyatakan ingin menjadi calon wakil presiden Jokowi di Pemilihan Presiden 2019 nanti. Sejumlah posko Join bahkan sudah didirikan di banyak tempat.

Dalam acara pembukaan Munas PMII ini hadir juga Ketua Umum IKA-PMII Akhmad Muqowam, serta beberapa menteri Kabinet Kerja, di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung; Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti; Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir;   Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin; dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. (ANT/SKB/TEMP)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Mostly Cloudy

Humidity: 93%

Wind: 6.44 km/h

  • 16 Aug 2018 30°C 23°C
  • 17 Aug 2018 31°C 23°C

Banner 468 x 60 px