Log in

Dewan Pengawas Segera Panggil Direksi PDAM Tirtanadi


Pertanyakan Sepak Terjang Oknum D

Medan-andalas Kabar tentang sepak terjang oknum rekanan berinisial D yang diduga menjadi 'peliharaan' oknum-oknum petinggi di PDAM Tirtanadi untuk memuluskan praktik suap dalam pengerjaan-pengerjaan proyek, ternyata sudah sampai ke telinga Dewan Pengawas BUMD milik Pemprovsu itu.

Dewan Pengawas mengaku telah mendapat informasi terkait itu dari sumber-sumber di internal perusahaan. Bahkan telah terencana memanggil Direksi PDAM Tirtanadi untuk diminta memberikan klarifikasi.

"Kita memang ada dapat informasi soal (sepak terjang oknum D) itu, makanya kita akan segera memanggil direksi untuk mempertanyakan, siapa oknum D ini," kata Anggota Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi Farianda Putra Sinik, yang dihubungi Selasa  (13/2).

Farianda menegaskan, sesuai pesan dan arahan Gubsu Tengku Erry Nuradi, PDAM Tirtanadi jangan hanya berorientasi pada kuantitas pelayanan, tetapi juga pada kualitasnya, sehingga untuk itu perbaikan dan pembenahan di manajemen internal perusahaan mutlak harus dilakukan.

Termasuk kata Farianda, terkait dengan memanajemen proyek-proyek di PDAM Tirtanadi, baik pengadaan maupun pengerjaannya harus dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan sesuai aturan.

"Nggak boleh ada rekanan yang memonopoli (proyek). Apalagi jika sampai ada oknum direksi atau pejabat di perusahaan mengondisikan  agar  oknum rekanan tertentu memonopoli semua proyek dengan maksud mendapatkan keuntungan pribadi. Rekanan yang lain kan juga butuh kerja. Mereka juga punya keluarga yang harus dinafkahi. Syaratnya yang penting mereka harus kompeten," tandasnya.

Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi menurut Farianda, juga tengah mengumpulkan berbaga informasi dan menginventaris persoalan-persoalan lain yang terjadi di internal, termasuk soal rumor adanya disharmoni antar-pimpinan maupun karyawan sehingga mengganggu kenyamanan kerja di perusahaan penyedia layanan air bersih bagi masyarakat itu.

"Kami kan masih baru jadi Dewan Pengawas,  jadi belum  mengetahui semua persoalan di PDAM Tirtanadi. Kami masih menginventarisir dan mempelajarinya," jelas Farianda yang juga Ketua Serikat Perusahaan Surat Kabar (SPS) Sumut.

Farianda juga menegaskan sejak mereka dilantik menjadi Dewan Pengawas, mereka bertekad untuk selalu solid dan kompak mengawasi dan mendampingi PDAM Tirtanadi  agar semakin baik dan maju.

"Yang pasti kami ingin kinerja kami harus lebih baik dari Dewan Pengawas-Dewan Pengawas sebelumnya. Jadi berilah kami kesempatan untuk mulai bekerja," cetusnya.

Ditanya apakah hasil dari pemanggilan terhadap Direksi PDAM Tirtanadi nantinya juga akan dilaporkan ke Gubsu, Farianda tidak menampiknya. Farianda juga mengisyaratkan jika nantinya semua rumor yang beredar di lapangan itu ternyata benar, tidak menutup kemungkinan Dewan Pengawas akan menentukan langkah-langkah selanjutnya, semisal menyampaikan rekomendasi kepada Gubsu.

"Sebagai perpanjangan tangan Gubsu, tentu kami berkewajiban untuk memberikan laporan tentang apa yang terjadi PDAM Tirtanadi. Sebab, Gubsu pasti tidak mau jika sampai ada persoalan-persoalan yang dapat menghambat kemajuan PDAM Tirtanadi. Tapi kami pun masih berkeyakinan tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan pembicaraan. Semuanya masih bisa diperbaiki," pungkasnya.

Seperti diberitakan, sejumlah rekanan mengaku resah dengan sepak terjang oknum rekanan berinisial D yang diduga sengaja 'dipelihara' oknum petinggi di PDAM Tirtanadi untuk memuluskan praktik suap dalam pengerjaan proyek-proyek di BUMD milik Pemprovsu itu.

Salah seorang rekanan yang minta identitasnya dirahasiakan mengatakan modus yang dijalankan oknum-oknum petinggi di PDAM Tirtanadi ini adalah dengan menyerahkan proyek-proyek di perusahaan itu kepada oknum D.

Lalu rekanan lain yang ingin mendapatkan pekerjaan di PDAM Tirtanadi harus menyetor 10 persen bahkan lebih kepada oknum D tersebut. Kemudian uang setoran dari rekanan diserahkan kepada oknum-oknum petinggi di PDAM Tirtanadi.

"Hampir semua proyek di PDAM Tirtanadi telah dimonopoli si D itu. Diduga dia berani begitu karena atas restu dari oknum-oknum petinggi PDAM Tirtanadi, termasuk Dirut Sutedi Raharjo," tutur sumber, Senin (12/2) di Medan.

Dia menyebutkan, proyek-proyek besar seperti pengadaan sumur bor, pengadaan tawas, pengadaan pipa, dan lainnya, hampir semuanya diserahkan kepada oknum D.  Bahkan, proyek-proyek kecil pun seperti pengadaan cleaning service hingga perawatan taman di kantor-kantor cabang juga diberikan kepada oknum D.

"Kita pun heran, kenapa si D ini begitu dianak-emaskan petinggi PDAM Tirtanadi. Bahkan kesannya Direksi pun seperti tunduk saja dengan si D ini. Jadi, semua pekerjaan sudah diberikan kepada dia. Sementara rekanan yang lain, hanya jadi penonton, tidak kebagian pekerjaan," ungkap sumber lagi.

Dia menuturkan, rekanan yang ingin mendapatkan pekerjaan di PDAM Tirtanadi, maka harus mendapatkannya melalui oknum D tersebut dan harus menyetor 10 persen dari nilai proyek bahkan lebih.

Uang setoran 10 persen yang dari rekanan itu, konon merupakan permintaan dari oknum Direksi PDAM Tirtanadi melalui seorang oknum kepala divisi beinisial F. Sumber mengatakan, hampir semua rekanan koleganya di PDAM Tirtanadi mengalami hal itu dan mengeluh, namun sepertinya tidak ada ketegasan sikap dari Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo.

"Dalam hal penyetoran uang 10 persen, itu yang dipinta oknum direksi, lain lagi yang dipinta si F itu. Kalau berkas (rekanan) sudah ke si F, dia mintanya lebih dari 10 persen. Gak tahu sebenarnya dikemanakan uang itu, disetor ke perusahaan atau ke kantong pribadi mereka," tutur sumber kesal.

Sumber juga menyebut, antara oknum kadiv berinisial F itu juga tidak bercakapan dengan oknum kabid bawahannya berinisial I gara-gara persoalan proyek yang dikuasai oknum D ini.

"SPK (surat perintah kerja) yang disuruh Dirut dikasih kepada orang (rekanan lain-red), tapi sampai ke F dikasih ke orang lain. Kita gak mengerti apa yang ada di balik semua ini. Sungguh mengherankan lagi, mengapa rekanan yang mau dikasih SPK harus menyetor kepada D ini. ApaPDAM Tirtanadi ini punya dia?," tuturnya.

Dia berharap Direksi PDAM Tirtanadi memiliki ketegasan untuk memberantas praktik-praktik yang tidak sehat di perusahaan pelat merah itu. "Kita juga berharap kepada Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi yang baru, turun tangan lah mengawasi persoalan ini. Kami berharap Dewan Pengawas bertindak,"pintanya. (TIM)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Mostly Cloudy

Humidity: 90%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Sep 2018 30°C 22°C
  • 21 Sep 2018 30°C 23°C

Banner 468 x 60 px