Log in

Dea, Murni, dan Luthfia, Petinju Cantik yang Berprestasi

Dea Ananda Zetri, Murni Ayu Mendrofa, dan Luthfia Lisandri saat menunjukkan gaya bertinju mereka. andalas/desrin pasaribu Dea Ananda Zetri, Murni Ayu Mendrofa, dan Luthfia Lisandri saat menunjukkan gaya bertinju mereka. andalas/desrin pasaribu

Olahraga tinju bukan lagi hanya milik kaum lelaki. Kendati tinju merupakan olahraga keras, banyak wanita yang menggemari. Bahkan di Sumatera Utara tak sedikit wanita yang terjun menjadi atlet tinju dan menuai prestasi.

Tiga diantaranya adalah Dea Ananda Zetri, Murni Ayu Mandrofa, dan Luthfia Lisandri. Melihat paras ketiganya yang cantik dan kerap berpenampilan feminin, siapa sangka kalau Dea, Murni, dan Luthfia adalah petinju.

Berpikirlah dua kali kalau ingin mengganggu mereka, apalagi mengajak mereka duel. Karena selain 'tahan kena pukul', jab maupun hook mereka yang cepat dan keras bisa-bisa membuat Anda 'KO' dalam hitungan detik.

Sebab asal tahu saja, ketiganya bukan petinju sembarangan. Meski masih remaja dan berstatus pelajar sekolah menengah, sudah banyak prestasi yang mereka raih dari bertarung di atas ring.

Dea Ananda Zetri adalah petinju di kelas 51 kilogram, Murni Ayu Mendrofa kelas 48 Kg, dan Luthfia Lisandri kelas 46 Kg. Ketiganya sama-sama anak Medan dan pernah menjadi juara tinju di kelasnya masing-masing.

Berbagai kejuaraan pernah mereka ikuti mulai dari Popkot, Porkot, Porwil, Kejurda, dan event-event kejuaraan lainnya, seperti halnya Kejuaraan Daerah Sumut Tinju Amatir Junior memperebutkan Piala Dan Pomal I Belawan di Gedung Sasana Pusat Latihan Tinju SPTI Pertina Kota Medan, Kelurahan Besar, Medan Labuhan, yang dibuka Jumat (7/9) pekan lalu.

Meski hampir setiap hari harus berlatih keras di sasana maupun di pemusatan pelatihan tinju, mereka tidak melupakan pelajaran di sekolah. Bagi mereka pendidikan tetap nomor satu.

Apalagi seperti Luthfia Sandri yang bercita-cita ingin menjadi anggota Kowad atau Korps Wanita Angkatan Darat.

Menurut Dea Ananda pilihannya menjadi atlet tinju adalah untuk prestasi di samping untuk bela diri supaya lawan jenis tidak memandang sepele kepada wanita atau remaja seperti dia.

"Meski tinju olahraga keras, tapi orangtua saya tetap mendukung saya. Tujuan bertinju itu bukan untuk menyamai laki-laki, tapi kita ingin menunjukkan bahwa wanita juga bisa melakukan olahraga keras," tutur Dea.

Senada dengan Dea, Murni Ayu Mendrofa menilai olahraga tinju meskipun keras, enak untuk dinikmati. Awal dirinya tertarik dengan olahraga tinju waktu masih kelas 3 SD.

Meski perempuan, Murni mengaku saat kecil dia suka berkelahi sehingga  seiring dengan usianya yang semakin bertambah, akhirnya dia mantap untuk masuk sasana mengikuti latihan tinju.

"Bermain tinju harus menguasai teknik bertinju supaya mudah mengalahkan lawan, ditambah harus memiliki tenaga yang kuat," kata Murni Ayu.

Murni juga membagikan sedikit tipsnya saat menghadapi lawan di atas ring. "Kita harus bisa mengelak kalau lawan mengarahkan tinjunya ke bagian tubuh supaya tidak langsung membentur, karena (kalau kena tinju) rasanya sakit, bahkan bisa  terluka," jelasnya.

Lain pula dengan Luthfia Lisandri yang bercita-cita menjadi anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dan sudah malang melintang di ring tinju tingkat nasional dan menyabet sejumlah prestasi tinju.

"Saya senang bisa menjadi petinju karena support kakak saya. Kebetulan kakak saya juga seorang petinju Sumut yang menyabet banyak prestasi," ungkapnya.

Baik Dea, Murni, maupun Luthfia mengimbau kepada kaum remaja wanita seperti mereka agar tidak takut terhadap olahraga keras seperti tinju.

"Karena teknik bermain tinju itu adalah seni dan dapat dijadikan motivasi hidup agar kita bisa menjadi orang yang lebih baik lagi ke depannya," ucap mereka. (DP)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 22 Sep 2018 27°C 22°C
  • 23 Sep 2018 30°C 21°C

Banner 468 x 60 px