Log in

Dapat Remisi, 544 Napi di Sumut Bebas

Para napi yang bebas setelah mendapat remisi 17 Agustus, diabadikan saat akan keluar dari Rutan Tanjung Gusta, Medan, Kamis (17/8). Para napi yang bebas setelah mendapat remisi 17 Agustus, diabadikan saat akan keluar dari Rutan Tanjung Gusta, Medan, Kamis (17/8).

Medan-andalas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan remisi umum dalam rangka perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2017, kepada 92.816 narapidana di seluruh Indonesia.  Dari jumlah itu, remisi diberikan kepada sebanyak 11.797 narapidana (napi) di Sumatera Utara. Bahkan 544 napi diantaranya langsung bisa menghirup udara bebas.

Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Sumatera Utara Liberty Sitinjak menyampaikan napi yang mendapat remisi itu terdiri dari 8.782 narapidana yang tersangkut dalam kasus tindak pidana umum.

“Mereka ini mendapat pengurangan masa hukuman mulai dari satu bulan hingga enam bulan,” ungkap Sitinjak usai upacara pemberian remisi di Lapas Tanjung Gusta, Medan, Kamis (17/8).

Khusus untuk napi kasus tindak pidana umum, ada 419 orang yang langsung bebas setelah mendapat remisi 17 Agustus tahun ini. “Mereka mendapatkan potongan masa hukuman yang menghabiskan sisa masa tahanannya,” terang Sitinjak.

Kanwil Kemenkumham Sumut menurutnya juga mengusulkan remisi untuk napi kasus tindak pidana khusus sebagaimana diatur dalam PP Nomor 28 Tahun 2006 serta tindak pidana khusus sebagaimana diatur dalam PP Nomor 99 Tahun 2012 dengan total 2.471 orang.

“Mereka juga mendapat masa potongan yang bervariasi. Untuk total jumlah warga binaan kita per tanggal 15 Agustus 2017 sebanyak 28.475 orang,” sebutnya.

Menurut pantauan andalas, saat Ka Lapas Tanjung Gusta Asep Syarifuddin memasuki lapangan upacara, penyerahan remisi yang dipimpin Gubsu H Tengku Erry Nuradi itu, para penghuni lapas tampak melambaikan tangan ke arah Gubsu dan pimpinan lapas sembari terus meneriakkan merdeka.

"Pak Gubernur dan Pak Ka Lapas terima kasih atas perhatian bapak, merdeka, merdeka!," seru mereka.

Diberi Ongkos

Sementara itu suasana haru terlihat di Rutan Tanjung Gusta saat  sebanyak 72 napi yang dibebaskan setelah mendapat remisi 17 Agustus, hendak keluar meninggal rutan, Kamis (17/8) siang. Dengan wajah diliputi keceriaan, mereka saling bersalaman dan berpelukan, bahkan beberapa diantara mereka tampak menangis karena terbayang akan segera menghirup udara bebas dan kembali berkumpul bersama keluarga dan orang-orang yang mereka cintai.

Khusus terhadap 72 napi yang dibebaskan tersebut, pihak Rutan Tanjung Gusta bahkan memberikan ongkos bagi napi yang tak dijemput anggota keluarganya. Menurut Kepala Rutan Tanjung Gusta Budi Situngkir didampingi Kepala Pengamanan Rutan Nimrot Sitohang pihaknya memang selalu membantu napi yang telah bebas jika tidak punya ongkos pulang

"Sering, yah namanya juga mereka gak punya ongkos," ucap Nimrot yang bertubuh tegap.

Menurut Nimrot, ongkos yang yang diberikan tidak sama jumlahnya ke setiap napi, tergantung jauh dan dekatnya rumah keluarga si napi.

"Gak sama semua, kita beri sesuai dengan alamatnya," ujar Nimrot.

Edy Boy Panjaitan (24) warga Siborong-borong yang hari itu bebas setelah mendapatkan remisi memuji sikap dan kepribadian Nimrot, yang senantiasa peduli dan akrab dengan para napi maupun tahanan.

"Saya sangat bangga pada Pak Ka Rutan dan Pak Nimrot ini, mereka peduli sama kami. Di dalam pun kami sering dinasihatinya, ini aja mau pulang ke kampung dikasihnya ongkos," ungkap Edy dengan terharu.

Gayus dan Nazaruddin

Sementara itu dari 92.816 narapidana di seluruh Indonesia yang mendapat remisi 17 Agustus, dua diantaranya adalah mantan PNS Ditjen Pajak Gayus Halomoan P Tambunan dan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, terpidana kasus korupsi.

"Jadi ini, kalau yang 'menonjol' ada Nazaruddin ini remisi lima bulan, kalau Gayus enam bulan," kata Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Ma'mun di Gedung Kemenkumham, Jakarta, Kamis.

Ia menyatakan bahwa remisi yang diberikan kepada Gayus Tambunan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006 sedangkan untuk Nazaruddin atas rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Kalau Gayus itu berdasarkan PP Nomor 28 Tahun 2006 syaratnya tidak harus ada "justice collaborator." Kalau Nazaruddin itu beliau termasuk "justice collaborator" di KPK sehingga KPK memberikan rekomendasi," kata Ma'mun.

Berdasarkan data Kemenkumham, Gayus Tambunan menjalani masa pidana penjara di Lapas Kelas III Gunung Sindur Bogor sampai 21 Agustus 2035. M Nazaruddin menjalami masa pidana penjara di Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung sampai 5 Oktober 2023.

Gayus Tambunan merupakan terpidana kasus suap, pencucian uang, gratifikasi, dan pemalsuan paspor. Sementara M Nazaruddin merupakan terpidana kasus suap pembangunan Wisma Atlet Hambalang untuk Sea Games XXVI Palembang dan gratifikasi serta tindak pidana pencucian uang.
    
Lima Terpidana Terorisme

Ma'mun juga menyebutkan Kemenkumham memberikan remisi bebas kepada lima terpidana kasus terorisme. "Ada lima orang yang bebas, termasuk Oman Rachman bebas tetapi dia ada kasus lain. Sekarang beliau ada di Mako Brimob," kata Ma'mun.

Oman Rachman merupakan terpidana kasus terorisme terkait pelatihan militer di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar pada 2009 dan divonis sembilan tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 2010 lalu.

Selain Oman, empat terpidana kasus terorisme lainnya yang mendapat remisi bebas antara lain Agus Abdillah divonis Pengadilan Negeri Kota Depok tujuh tahun penjara pada 2013 terkait kasus bom Beji Kota Depok dan Mohamad Thorik divonis Pengadilan Negeri Jakarta Barat divonis tujuh tahun penjara pada 2013 terkait kasus menyimpan bahan peledak saat melakukan uji coba perakitan bom di rumahnya di Tambora, Jakarta Barat.

Selanjutnya, Sukardi divonis Pengadilan Negeri Jakarta Timur empat tahun dua bulan penjara pada 2015 terkait kasus kepemilikan senjata apa rakitan beserta peluru sebanyak 21 butir dan Ansar Apriadi divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara tiga tahun enam bulan penjara pada 2015 terkait kasus jaringan Santoso di Poso.

Selain itu, Kementerian Hukum dan HAM juga memberikan remisi tiga bulan kepada terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir yang saat ini tengah menjalani masa pidananya sampai 21 Juni 2024 di Lapas Kelas III Gunung Sindur Bogor. (AFS/THA/ANT)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 22 Sep 2017 30°C 22°C
  • 23 Sep 2017 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px