Log in

Dalami Dugaan Unsur Kesengajaan


Kasus Raibnya Ribuan Buku Speksi di Dishub Medan

Medan-andalas Ribuan buku speksi yang dikenal juga dengan sebutan buku uji berkala kelaikan kendaraan bermotor atau kir, raib dari Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan.  Pengamat anggaran Sumatera Utara, Elfanda Ananda, meminta agar pemeriksaan terhadap raibnya ribuan buku speksi tersebut dilakukan secara transparan dan profesional. Unsur kesengajaan atau tidak dalam kasus itu harus benar-benar diusut karena menyangkut Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.

"Harus didalami, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Sebab, buku speksi ini berkaitan dengan retribusi yang diperoleh daerah maupun negara dari pemilik kendaraan. Jangan sampai hilangnya buku speksi ini karena ada upaya penghilangan data," tekannya, di Medan, Rabu (9/1). Dia mengatakan, raibnya buku speksi tersebut tidak hanya merugikan dari sisi pengadaan semata. Melainkan dari unsur pendataan terhadap potensi PAD.

"Sebenarnya yang hilang mungkin bukan hanya fisiknya, tetapi database PAD kita. Kalau ada unsur itu, kita dorong aparat hukum untuk mengusutnya. Dalami, apakah ada keterlibatan kadis dalam kasus ini. Jangan terhenti karena hilang, yang dicari cuma pelaku yang mengambil. Tetapi dalami motif dia," imbuh Elfanda.

Sementara itu Ketua Komisi D DPRD Medan Abdul Rani menilai raibnya ribuan buku speksi dari Kantor Dishub Kota Medan karena kebobrokan pada dinas tersebut. Dia mendorong agar inspektorat turut melakukan pemeriksaan atas raibnya buku speksi itu.

"Harusnya inspektorat itu benar-benar melakukan pengawasan. Periksa dinas itu, walaupun kasusnya sudah masuk tahap persidangan," ucap Rani.  Rani juga mengaku, pihaknya akan turut melakukan klarifikasi kepada Dishub Kota Medan terkait informasi tersebut. Apalagi menyangkut data-data seperti penerimaan retribusi dari sektor pengurusan speksi.

"Kalau menyangkut data, Dishub memang sulit sekali memberikannya. Kita khawatir, terjadi kebocoran pada sektor ini. Sehingga ketidakmampuan mereka memenuhi PAD, menjadi hal yang wajar," sindirnya.

Terkait kabar raibnya ribuan buku speksi tersebut, Komisi D DPRD Kota Medan akan segera menjadwalkan pemanggilan terhadap Kepala Dishub Kota Medan Renward Parapat untuk dimintai klarifikasi.

“Nanti kita rapat internal dulu, baru dipanggil Kadishub-nya untuk diklarifikasi,” terang Sekretaris Komisi D DPRD Kota Medan Ilhamsyah kepada andalas. Selain untuk klarifikasi, pihaknya juga ingin mendalami adanya unsur keterlibatan maupun kelalaian pejabat internal Dishub Kota Medan. Mengingat, peristiwa itu pasti menimbulkan kerugian bagi PAD Kota Medan.

“Belum tau keterlibatannya, pasti kita dalami. Yang jelas kita panggil dulu, karena ini menyangkut uang rakyat,” tegasnya melalui telepon selulernya. Sebelumnya, Kepala Dishub Kota Medan Renward Parapat saat dihubungi melalui telepon seluler, tak menampik kebenaran kabar hilangnya ribuan buku speksi dari kantornya.

Dia mengaku telah melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat kepolisian. Bahkan, prosesnya tengah disidangkan di pengadilan.  Sayangnya, saat ditanya lebih jauh berapa banyak buku speksi yang raib itu dan kapan peristiwa raibnya itu diketahui, dia mengaku tidak ingat.

Begitu juga ketika ditanya kapan pihaknya melaporkan kehilangan buku-buku speksi itu ke kepolisian, Renward tidak menjelaskannya secara rinci.  "Persisnya saya gak ingat. Tapi sudah kita laporkan ke polisi biar mereka yang memeriksa," terang Renward.

Diakui Renward, proses pengurusan buku speksi di Dishub Medan tidak terganggu kendati ada kasus raib tersebut. Sebab, mereka telah menyiapkan stok hingga tahun berikutnya.  "Sudah ada stok dan kita akan percepat tendernya (untuk pengadaan buku speksi). Pengujian (berkala kelaikan kendaraan bermotor) tetap berjalan sampai hari ini," klaimnya.

Diketahui, buku speksi atau buku kir adalah buku yang wajib dimiliki setiap kendaraan bermotor plat kuning sebagai bukti sudah melakukan serangkaian kegiatan uji kelaikan di dishub, untuk digunakan secara teknis di jalan raya baik sebagai angkutan penumpang maupun angkutan barang.

Isi dari buku tersebut menerangkan hasil pemeriksaan kendaraan yang sudah lulus uji kir. Beberapa komponen atau bagian kendaraan yang diperiksa saat uji kir antara lain lampu dan daya pancar, emisi gas buang, sistem kemudi, kaki mobil dan truk, speedometer, sistem pengereman, ban mobil tidak gundul, kaca mobil, tidak dimodifikasi, dan klakson berfungsi dengan baik.

Dalam proses menjalani rangkaian uji kelaikan kendaraan untuk mendapatkan buku speksi tersebut ada biaya-biaya yang dikenakan kepada pemilik, termasuk sanksi berupa denda bagi keterlambatan melakukan uji berkala kendaraan, bahkan sampai sanksi pencabutan izin bagi yang tidak melakukan uji berkala.  (THA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px