Log in

Curhat ke Eldin, Warga Jenuh Berkutat dengan Banjir Rob

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Senin (13/8), saat meninjau lokasi terdampak banjir rob akibat jebolnya tanggul di Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan. Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Senin (13/8), saat meninjau lokasi terdampak banjir rob akibat jebolnya tanggul di Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan.

Medan-andalas Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan Wakil Wali Kota Akhyar Nasution meninjau lokasi tanggul jebol di Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Senin (13/8). Kedatangan duanya langsung dimanfaatkan warga yang menjadi korban banjir rob akibat jebolnya tanggul itu untuk menyampaikan 'curhat-nya.'

"Sudah empat hari rumah kami digenangi air, Pak," kata Syaiful (60), salah seorang warga kepada Eldin dan Akhyar.

Menurut warga, banjir rob kali ini terbilang sangat parah karena air laut tak hanya merendam jalanan, fasilitas umum, dan halaman rumah mereka, tetapi juga sampai masuk ke dalam rumah sehingga membuat aktivitas mereka sangat terganggu.

Warga berharap dengan kedatangan Eldin dan Akhyar ini, perbaikan tanggul yang jebol dapat dilakukan secepatnya karena mereka sudah jenuh berkutat dengan banjir setiap kali air laut pasang terjadi.

“Tidak hanya Pemko Medan, pemerintah pusat kami harapkan juga cepat turun tangan memperbaiki tanggul.  Kami berharap agar tanggul ini dibeton sehingga lebih kuat untuk menahan air  apabila pasang terjadi.  Kalau bisa perbaikannya dilakukan tahun ini,” harap Syaiful.

Setelah melihat langsung kondisi tanggul yang jebol dan melihat kondisi kehidupan warga yang terdampak banjir rob itu, Eldin langsung memerintahkan jajaran petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial untuk siaga di lokasi.

Kepada para petugas dari dua organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko Medan itu, Eldin meminta agar bergerak cepat membantu warga di sana. Apalagi sudah empat hari banjir rob merendam permukiman dan melumpuhkan aktivitas warga.

Eldin meminta OPD terkait Pemko Medan harus bisa bekerja sama dengan pihak kecamatan untuk mendirikan dapur umum dan posko kesehatan jika dibutuhkan guna melayani dengan sebaik-baiknya warga yang terdampak banjir rob.

“Saya tidak mau mendengar ada warga yang menjadi korban tanggul jebol ini yang tidak dilayani dengan baik!” tegasnya.  

Ada dua titik tanggul yang pecah sehingga menyebabkan rumah warga yang dihuni sekitar 700 kepala keluarga di kelurahan itu direndam air laut. Wali Kota menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan segera mengatasinya agar warga bisa kembali beraktivitas dengan normal.

Informasi diperoleh dari warga,  jebolnya tanggul terjadi akibat pasang naiknya air laut pada Sabtu (11/8). Dari kedua tanggul yang jebol tersebut, satu tanggul sebenarnya sudah berhasil diatasi Dinas PU. Namun karena pasang air laut masih lebih tinggi dari tanggul yang baru selesai diperbaiki tersebut, menyebabkan air leluasa menggenangi permukiman warga.

Sedangkan perbaikan satu tanggul lagi belum dapat dilakukan, sebab Dinas PU membutuhkan batang kelapa yang akan digunakan sebagai gambangan jalan alat backhoe long arm menuju lokasi tanggul yang jebol. Begitu batang kelapa diperoleh, perbaikan tanggul pecah langsung dilakukan petang harinya.

“Sekitar pukul 17.00 WIB petang nanti, air pasang akan surut. Namun pasang kembali terjadi tengah malam, sedangkan besok siang sekitar pukul 12.00 WIB, air kembali pasang. Jadi Dinas PU punya kesempatan untuk melakukan perbaikan tanggul pecah ketika air pasang surut,” ungkap salah seorang warga.

Saat peninjauan itu Kadis PU Kota Medan Khairul Syahnan, Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) kota Medan Arjuna Sembiring, Kadis Sosial Kota Medan Endar Sutan Lubis, Camat Medan Labuhan Arrahman Pane, dan Kabag Humas Setdako Medan Ridho Nasution, turut mendampingi Eldin dan Akhyar.

Diperkirakan panjang tanggul yang jebol sekitar  4-6 meter.  Dari bagian tanggul yang jebol itu, air laut pun mengalir deras ke permukiman warga. Selain merendam jalan dan halaman rumah warga, air juga menggenangi hingga ke dalam rumah warga.

Tak pelak kondisi itu sangat mengganggu aktivitas warga. Berdasarkan keterangan dari pihak BPBD, ada dua kelurahan yang terendam di Kecamatan Medan Labuhan yakni Kelurahan Nelayan Indah dan Kelurahan Sei Mati.

Di Kelurahan Nelayan Indah, ada 7 lingkungan yang terendam air, sedangkan di Kelurahan Sei Mati sebanyak 18 lingkungan. Ketinggian air dari kedua kelurahan tersebut rata-rata berkisar 10-30 cm. Oleh karenanya Eldin menginstruksikan Kadis PU Medan segera mengatasi tanggul yang jebol tersebut.

“Manfaatkan waktu air surut untuk memperbaiki tanggul yang jebol. Untuk menunggu air surut, persiapankan seluruh bahan maupun peralatan yang akan digunakan. Begitu air pasang surut, langsung lakukan perbaikan sampai air laut tidak masuk lagi. Sedangkan perbaikan tanggul permanen menyusul,” kata Wali Kota.

Kadis PU Kota Medan Khairul Syahnan menjelaskan warga telah memperbaiki satu tanggul yang jebol namun akibat pasang datang lagi lebih besar, tanggul kembali jebol sehingga menggenangi rumah warga.

“Perbaikan tanggul jebol terkendala dengan alam, sebab ketika terjadi air pasang, perbaikan tanggul tidak dapat dilakukan. Seperti instruksi Bapak Wali kota, bahan dan peralatan yang akan kita gunakan untuk melakukan perbaikan sudah siap. Begitu air surut, langsung kita perbaiki,” jelas Syahnan.

Sementara menurut Kepala BPBD Kota Medan Arjuna Sembiring, sejauh ini belum perlu dilakukan evakuasi. Di samping itu mereka pun sempat bergotong royong bersama warga untuk memperbaiki tanggul yang jebol tersebut.

“Sejauh ini belum ada warga yang perlu untuk kita evakuasi, begitu pun kita telah siaga di lokasi. Selain itu kita juga telah menyediakan goni penimbunan tanah untuk perbaikan tanggul yang jebol,” ungkap Arjuna.

Sedangkan Kadis Sosial Kota Medan Endar Sutan Lubis menyatakan, pihaknya siap untuk memberikan bantuan kepada warga . Oleh karenanya mereka akan berkoordinasi dnegan camat untuk mengetahui bantuan apa yang sangat dibutuhkan warga. “Saat ini ada ready stock kita seperti selimut, tikar, pakaian dan makanan kaleng seperti sarden dan mie instan. Begitu camat minta bantuan, barang-barang ini langsung kita drop,” papar Endar. (BEN)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 15 Nov 2018 27°C 22°C
  • 16 Nov 2018 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px