Log in

Curang, SPBU Ringroad Disegel Kemendag

Petugas gabungan saat menyegel satu unit dispenser pengisian BBM di SPBU 14201138 Jalan Ringroad, Medan. Petugas gabungan saat menyegel satu unit dispenser pengisian BBM di SPBU 14201138 Jalan Ringroad, Medan.

Medan-andalas Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 14201138 yang berlokasi di Jalan Ringroad, Medan, disegel petugas gabungan dari Kementerian Perdagangan karena melakukan kecurangan.

Praktik curang itu diketahui setelah tim dari Pengawas Kemetrologian Direktorat Metrologi, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU tersebut, Senin (14/1).

Dari sidak itu diketahui SPBU tersebut mengoperasikan 6 unit pengisi bahan bakar minyak BBM (nozzle) jenis solar dengan tingkat kesalahan rata-rata mencapai -0,83 persen.

Kesalahan minus berarti jumlah yang tertera pada displai BBM kurang dari apa yang ditunjuk. Dengan asumsi, jika setiap nozzle mengucurkan 20 ton solar per hari maka estimasi kerugian yang dialami konsumen mencapai sekitar Rp1,8 miliar.

Veri Anggriono Sutiarto, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag mengatakan, petugas pengawas menemukan indikasi kelalaian atau kesengajaan pemilik SPBU yang membiarkan penyimpangan pengukuran dengan tidak melaporkannya kepada Unit Metrologi Legal Kota Medan.

Padahal, berdasarkan standard operating procedure (SOP) yang ditetapkan Pertamina, setiap pagi sebelum transaksi BBM dilakukan kepada masyarakat, pihak SPBU harus memastikan bahwa seluruh pompa ukur memiliki tingkat kesalahan tidak lebih dari 0,5 persen.

Karena itulah Kemendag kemudian menyegel satu unit dispenser yang memiliki enam nozzle tersebut agar untuk sementara waktu tidak dapat dioperasikan sampai proses hukum selesai.

"Seharusnya, jika angka kesalahannya lebih dari 0,5 persen pengusaha SPBU wajib melapor kepada Unit Metrologi Legal setempat untuk dilakukan tera ulang," kata Dirjen.

Tindakan pengelola SPBU yang berlokasi persis di Simpang Jalan Sunggal tersebut melanggar UU No 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (UUML) Pasal 25 huruf e.

Pelaku usaha melakukan perbuatan yang menyebabkan terjadinya penyimpangan alat ukur dengan nilai penyimpangan melebihi toleransi yang ditetapkan. Sanksi yang dikenakan berdasarkan UUML adalah denda paling tinggi Rp1 juta dan atau kurungan paling lama 1 tahun.

Sementara itu Pertamina MOR I memberi sanksi tegas bila SPBU 14201138 yang berlokasi di Jalan Ringroad, Medan, terbukti melakukan kecurangan.

Pjs Unit Manager Communication & CSR MOR I Pertamina Zurni Laili Safrida mengapresiasi langkah yang dilakukan Dinas Perdagangan dan Dinas Metrologi Kota Medan.

Dia menuturkan masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan tim dari Kemendag dan Dinas Metrologi Kota Medan. Meskipun berdasarkan data SPBU, uji tera terakhir dilakukan di SPBU pada Agustus 2018.

Zurni menegaskan, Pertamina tidak segan-segan memberi sanksi tegas kepada pemilik SPBU yang berbuat curang dan merugikan konsumen.

"Saat ini Pertamina MOR I memberi sanksi berupa penghentian pasokan BBM di 5 nozzle yang tidak sesuai takarannya, namun tidak menutup kemungkinan sanksi pemutusan hubungan usaha, hal ini tergantung dari tingkat kesalahan yang dilakukan," ungkap dia.

Menurutnya masyarakat tidak perlu khawatir dengan pelayanan di SPBU 14201138 Jalan Ringroad Gagak Hitam. Pasalnya, nozzle BBM yang lainnya masih tetap beroperasi.

"Di SPBU 14201138 Jalan Ringroad Gagak Hitam, ada 5 nozzle solar yang ditutup sementara, namun 1 nozle solar dan pompa produk lainnya seperti premium, pertalite, dexlite, dan pertamax tetap beroperasi," terangnya. (G/MTC/SIONG)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px