Log in

Buron Sejak November 2018, Mantan Kadispora Pidie Akhirnya Ditangkap

Kajari Pidie Effendi SH MH saat menggelar konferensi pers di ruang kerjanya terkait penangkapan mantan Kadispora Pidie Arifin. Kajari Pidie Effendi SH MH saat menggelar konferensi pers di ruang kerjanya terkait penangkapan mantan Kadispora Pidie Arifin.

Tim Kejaksaan Negeri Pidie akhirnya berhasil menangkap mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Pidie Arifin yang masuk daftar pencarian orang (DPO) sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan tanah yang merugikan negara Rp1,1 miliar.

Arifin yang telah sekian lama buron, berhasil diciduk di rumahnya, di Gampong Teungoh Drien, Kecamatan Padang Tijie, Kabupaten Pidie, Rabu siang (18/9).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pidie Effendi SH MH saat menggelar konferensi pers di ruang kerjanya, menjelaskan kronologis penangkapan Arifin.

Awalnya, keluarga Arifin sempat tidak memperbolehkan tim dari kejaksaan yang dibantu personel Polsek Padang Tijie, masuk ke rumahnya untuk menangkap Arifin.

"Setelah dibujuk dan diberi pengertian, akhirnya kita diizinkan masuk dan menangkap tersangka pelaku korupsi tersebut. Kini, dia kita titipkan di Rumah Tahanan Kelas II Benteng, Sigli," kata Arifin.

Dengan telah ditangkapnya Arifin, sambung Effendi, maka kini tinggal satu orang tersangka lagi yang masih diburu terkait kasus korupsi pengadaan tanah di Dispora Pidie.

"Pihak kejaksaan akan terus memburu tersangka lainnya, yakni Ibrahim Nyak Mad, karenanya tersangka lebih baik menyerahkan diri, tidak guna bersembunyi terus," kata Effendi.

Effendi menyebutkan, tim kejaksaan cukup kesulitan menangkap kedua tersangka lantaran selalu berpindah pindah tempat persembunyiannya di Banda Aceh dan Medan.

"Kami minta tersangka Ibrahim Nyak Mad segera menyerah diri, kemana pun lari tetap kami buru," sebut Effendi.

Kedua buronan tersebut, jelas Effendi, terlibat dalan kasus pengadaan lahan lapangan sepak bola dan track atletik di Kecamatan Indrajaya. Dari kasus pengadaan tanah itu, serta hasil pemeriksaan BPKP Provinsi Aceh, berdampak pada kerugian negara sebesar Rp1.186.024.000 dari jumlah pagu anggaran Rp2.389.819.000, sumber dana Otsus Tahun 2017.

Tersangka Arifin masuk DPO karena tidak kooperatif dalam proses penyidikan. Tim penyidik sudah empat kali memanggil tersangka, namun tidak merespons panggilan tersebut.

Sementara itu Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Aceh Munawal di Banda Aceh, Rabu, membenarkan penangkapan, mantan Kadispora Pidie Arifin, tersangka korupsi pengadaan tanah lapangan sepak bola dan trek atletik dengan pagu anggaran Rp2,3 miliar.

"Tersangka Arifin ditangkap setelah menyerahkan diri di rumahnya di Gampong Teungoh Drien, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Rabu (18/9) sekitar pukul 13.00 WIB," kata Munawal.

Tersangka Arifin masuk DPO sejak 6 November 2018. Penangkapan tersangka Arifin berdasarkan informasi masyarakat, menyebutkan yang bersangkutan berada di rumahnya.

Dari informasi tersebut, tim intelijen dan pidana khusus Kejaksaan Negeri Pidie bergerak mendatangi rumah tersangka dan tiba di tempat itu sekitar pukul 10.30 WIB. Tim masuk halaman rumah melalui pintu pagar samping.

"Setelah memastikan tersangka berada di rumahnya, tim mencoba masuk rumah, namun pintu yang dikunci tetap tidak dibuka. Tim juga berkomunikasi dengan istri tersangka, namun tidak ada titik temu," sebut Munawal.

Setelah hampir tiga jam mencoba masuk rumah untuk menangkap tersangka, tim akhirnya mencoba membuka paksa dan jendela kamar tempat tersangka bersembunyi. Hingga akhirnya tersangka keluar menyerahkan diri.

"Tersangka akhirnya dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Pidie di Sigli untuk menjalani pemeriksaan. Setelah pemeriksaan, tersangka langsung ditahan," kata Munawal menyebutkan. (DHIAN/ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px