Log in

Bupati: Percuma Dia Orang Mandailing!

Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution saat berbicara dalam rakor membahas bencana alam di Madina yang dipimpin langsung Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Senin (12/11) malam di Panyabungan. Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution saat berbicara dalam rakor membahas bencana alam di Madina yang dipimpin langsung Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Senin (12/11) malam di Panyabungan.

Minta KUPT Bina Marga Kotanopan Segera Diganti

Panyabungan-andalas Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs Dahlan Hasan Nasution meminta  Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi segera mengganti Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Bina Marga di Kotanopan.

Permintaan itu disampaikan Dahlan langsung di hadapan Gubernur dalam rapat koordinasi membahas penanganan bencana alam di Kabupaten Madina, di Aula Hotel Rindang, Panyabungan, Senin (12/11) malam.

Dahlan bahkan mengaku sudah membuat surat secara khusus kepada Gubernur agar KUPT Bina Marga di Kotanopan yang berada di bawah Dinas Bina Marga Provinsi Sumut itu agar diberhentikan saja dari jabatannya.

"Percuma saja Pak Kepala UPT Bina Marga Kotanopan ini orang Mandailing, setiap saya telepon selama keadaan banjir, beliau selalu berada di Medan, bagaimanalah Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sumut bisa menjangkau ini semua kalau tidak sigap UPT nya," ungkapnya dengan nada kesal.

"Sekali lagi kami mohon kepada Gubernur Sumut untuk mengganti Kepala UPT Bina Marga yang di Kotanopan, gak ada gunanya dia orang Mandailing, sedikitpun tidak ada pedulinya dia ke Mandailing ini," tegasnya

Masih kata Bupati, "Iklaskan saja dia di tempat yang lain, saya mohon tolong tempatkanlah orang yang betul-betul peduli terhadap segala kejadian di Madina ini. Dan di sini perlu juga saya sampaikan, bahwa kondisi jalan sudah sangat memprihatinkan, satu jam saja kita lalai memperhatikannya bisa merenggut nyawa."

Permintaan serupa juga disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumut Burhanuddin Siregar. Dia juga meminta kepada Gubsu agar Bina Marga Provinsi Sumut khususnya Kepala UPT Bina Marga di Kotanopan segera diganti karena kurang konsentrasi melihat kondisi Jalan Provinsi di Madina.

"Secara pribadi bukan niat untuk mempermalukan beliau tetapi kenyataannya memang seperti itu, saya sudah teriak di mana-mana terkait kondisi jalan ini, sampai ke Kementerian PUPR juga sudah disampaikan," ungkapnya.

"Tiga puluh delapan tahun saya meninggalkan Madina dan sangat prihatin melihat kondisi jalan sekarang, termasuk Jalan Nasional yang banyak lobang. Maka dari itu sekarang saya laporkan kepada Gubernur supaya perlu disampaikan kepada Balai Jalan Nasional agar secepatnya jalan-jalan ini segera diperbaiki," pintanya.  

Sementara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam pertemuan itu meminta agar penanganan banjir dan longsor di Mandailing Natal dilakukan segera, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan para korban tidak menderita lebih lama lagi.

Gubernur mengatakan penanganan bencana banjir dan longsor ini harus dilakukan dengan segera, jangan ditunda-tunda karena kebutuhan rakyat tidak bisa ditunda.

Di sisi lain, dia mengakui penanganan dampak banjir tidak semudah membalik telapak tangan, seperti pemulihan jalur transportasi atau jalan lintas Sumatera (Jalinsum) yang membutuhkan waktu.

Sebelum dan selama proses perbaikan infrastruktur yang rusak, Edy meminta pejabat terkait menempatkan para petugas di titik-titik lokasi tertentu di sepanjang jalur alternatif, sehingga dapat membantu dan mengarahan para pengguna jalan ketika ada masalah.

“Semua ada prosesnya. Tidak semudah membalik telapak tangan. Saya harap masyarakat bersabar. Jangan sampai ada ‘Pak Ogah’ di situ. Sehingga menambah beban masyarakat yang memang sudah menderita akibat banjir dan longsor,” ujarnya.

Para pejabat OPD Pemprov Sumut dan Pemkab Madina, juga diingatkan untuk bersungguh-sungguh menangani bencana banjir dan longsor yang terjadi, serta saling bersinergi, sehingga penanganan dampak bencana akan lebih mudah dan cepat.

Di tempat yang sama, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyampaikan banjir yang terjadi beberapa hari terakhir sempat merendam beberapa kecamatan di Madina. Termasuk merendam kompleks SMA Plus, yang di dalamnya juga ada STAI, SMAN 3, dan SMPN 6.

“Semua buku-buku hanyut dan mobiler rusak. Dibutuhkan bantuan segera agar proses belajar dan mengajar di situ kembali normal. Saya mohon bantuan BPBD Sumut,” ujarnya.

Banjir juga menyebabkan beberapa ruas jalan di sepanjang Jalinsum longsor dan nyaris terputus. Bahkan ada yang hanya tinggal 1/3 badan jalan yang tersisa, akibat tergerus arus sungai Batang Gadis. Arus transportasi pun sempat tersendat dan mengakibatkan antrean panjang. (JBL)

25°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 4.83 km/h

  • 17 Dec 2018 28°C 22°C
  • 18 Dec 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px