Log in

Bupati dan Tokoh Agama Tolak Peniadaan FDT

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Gubernur Edy: Bukan Ditiadakan

Humbahas-andalas Pernyataan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi soal meniadakan Festival Danau Toba (FDT) 2020 yang dinilai kurang bermanfaat, ditolak keras oleh Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Tapanuli Utara (Taput) dan Samosir serta para tokoh agama.

Dikonfirmasi secara rerpisah, Bupati Taput Nikson Nababan, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, Praeses HKBP Distrik III Humbang Pdt Renova Johny Sitorus, Ketua Forum Kerukunan Berumat Beragama (FKUB) Pdt Robinsarhot Lumbangaol dan Pdt Lamsihar Siregar, menyampaikan bahwa FDT tetap harus dilaksanakan tanpa mengganti nama dan bukan untuk ditiadakan.

Menurut Nikson, yang harus dibenahi dalam even FDT itu adalah materi dan pelaksanaan. "Kurang bermanfaat karena apa? Kalau karena isinya, materinya diperbaiki. Tidak perlu ditiadakan, apalagi ganti nama," imbuhnya.

Nikson menuturkan, dalam pelaksanaan FDT selama ini banyak daerah tidak dilibatkan. Sehingga terkesan kurang maksimal, sama seperti daerahnya (Taput) di tahun 2019 lalu tidak dilibatkan oleh pemerintah provinsi.

Padahal, tambahnya, di tahun 2016, Taput sebagai tuan rumah. Dan itu menurut hemat dia, berjalan dengan baik karena dikemas dengan bagus.  "Harusnya dengan adanya program pemerintah pusat dengan menjadikan Danau Toba sebagai destinasi, harus didukung pemerintah provinsi dan kabupaten. Tentunya dengan memperbanyak promosi wisata dan atraksi wisata," katanya.

Sementara, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor juga tidak setuju jika FDT 2020 ditiadakan. Sebaiknya, kata dia, FDT 2020 ini materinya lebih ditingkatkan.  "Jadi kalau ada yang kurang baik diperbaiki untuk lebih baik," harapnya.

Praeses HKPB Distrik III Humbang Pdt Renova Johny Sitorus, menegaskan bahwa FDT selama ini telah bermanfaat, apalagi kepada masyarakat terkhusus sekitaran Danau Toba. Tetapi, menurut dia, perlu perbaikan dalam pelaksanaan FDT berupa materi. "Dulu kalau tidak salah ada lomba solu bolon, tortor batak, lomba mancing dan lainnya, nah ini harus dibuat, bukan ditiadakan," sebutnya.

Renova menilai, tidak masuk akal rencana Gubernur Sumut yang akan menghilangkan nama FDT. Sebab, pemerintah yang menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata, harusnya gubernur mendukung dan memberikan konsep yang bermanfaat.

"Jadi Pak Gubernur harus lebih bijaksana, jangan hanya bilang tidak bermanfaat tapi berikan konsep mana yang bermanfaat," imbuhnya. Sedangkan Pdt Lamsihar Siregar dari Gereja HKI menyampaikan, FDT selama ini mempunyai impact kepada masyarakat yang bergerak di usaha dan jajanan. Mulai  jasa transportasi dari darat, laut dan udara, perhotelan, hingga homestay.

Gubernur, katanya, perlu diberi masukan dan gagasan dalam program pengembangan destinasi wisata Danau Toba. Dia menilai, Gubernur tidak memiliki hal tersebut, sehingga berani mengucapkan bahwa FDT kurang bermanfaat.

"Ketahuan Pak Gubernur belum memiliki program pengembangan tata kelola destinasi super prioritas Danau Toba. Bahkan Pak Gubernur juga tidak menjelaskan isi masterplan Geopark Kaldera Toba yang sudah masuk dalam daftar keanggotaan UGGN. Sementara FDT hanya salah satu bagian atraksi pariwisata budaya yang perlu dikemas dengan baik supaya menarik. Untuk membantu Pak Gubernur sebaiknya BOPDT hadir sebagai fasilitator dan katalisator," ujar dia.

Sedangkan, Ketua FKUB Humbahas Pdt Robinsarhot Lumbangaol menyampaikan, jika FDT ditiadakan maka Gubernur sama saja menghilangkan kelestarian budaya Batak. "Sebaiknya pesta rakyat tersebut tetap dilaksanakan. kalau ditiadakan itu berarti meniadakan pesta rakyat yang sudah dikenal baik dengan sebutan Festival Danau Toba,” katanya.

Samosir Siap

Sementara itu, Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengaku Kabupaten Samosir siap untuk melaksanakan FDT 2020. "Terkait dengan perbincangan penghapusan event FDT, jangan dihapus, Samosir siap utk melaksanakannya," sebut Bupati Rapidin Simbolon melalui WhatsApp, Senin (13/01).

Rapidin mencontohkan salah satu event Pemerintah Kabupaten Samosir yg membumi, yakni Samosir Music Internasional, yang  dilaksanakan  pada 23 -  24 Agustus 2019. "Boleh kita buat seperti Samosir Music Internasional, dimana  keseluruhan pembiayaan event ini kurang lebih Rp3 miliar bisa juga satu kali dalam tiga tahun, mana yang terbaik sesuai hasil evaluasi " ucap suami Sorta Ertaty Siahaan ini.

Wakil Ketua DPD PDI P Sumut ini menambahkan, event ini dikelola oleh event organizer yang profesional serta mumpuni, dan melibatkan para pemangku kepentingan. "Momen kunjungan wisata ke Danau Toba sudah mulai bangkit. Kesempatan ini jangan sampai redup. Ayo  kita bersama dan bergotong royong saling bahu membahu untuk kemajuan kawasan Danau Toba," ujarnya mengakhiri.

Bukan Ditiadakan

Terpisah, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menegaskan, agenda unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) di Dinas Pariwisata, yakni FDT akan dievaluasi untuk menjadikan gaungnya lebih besar lagi.

“Kita (buat) bentuknya yang lain. Seperti ada triatlon, lomba lari, berenang dan sepeda. Bukan ditiadakan kegiatannya, tetapi bentuknya (seperti) apa, metodenya. Agar wisatawan itu datang ke Danau Toba,” ujar Gubernur kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Untuk menggenjot jumlah wisatawan khususnya mancanegara, Gubernur berharap kegiatan di kawasan Danau Toba sekitarnya bisa diperbanyak. Namun dikemas sedemikian rupa, menarik dan mengundang orang untuk kembali datang ke sana.

“Makanya rakyat di sana bisa mendukung. Sehingga orang datang ke Danau Toba, bisa benar-benar fresh (menikmati), dia mau berpariwisata,” sebut Edy, yang menegaskan bahwa kesan baik akan membawa wisatawan kembali lagi ke Danau Toba.

Menjelaskan perihal evaluasi kegiatan FDT dimaksud, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut Ria Telaumbanua menjelaskan, FDT untuk putaran pertama telah terlaksana di tujuh kabupaten se-kawasan Danau Toba secara bergantian. Namun beberapa pertimbangan menjadikannya perlu dievaluasi.

Hasil evaluasi dari pelaksanaan FDT selama ini di antaranya, jadwal pelaksanaan yang tidak tetap, sehingga menyulitkan agen perjalanan wisata mempromosikannya ke dalam paket mereka. Kemudian masalah penentuan tuan rumah yang dinilai belum mempertimbangkan kemudahan aksesibilitas dan amenitas, seperti ketersediaan hotel yang mendukung.

Selanjutnya Ria menyampaikan soal publikasi, karena faktor anggaran yang sedikit. Padahal wisatawan mancanegara (wisman) perlu diinformasikan. Begitu juga dengan perhatian pemerintah kabupaten se-kawasan yang membutuhkan penambahan anggaran, serta minimnya jenis dan jumlah perlombaan terutama menyangkut olahraga air.

“Penentuan waktu pelaksanaan tidak pada masa liburan, sehingga jumlah pengunjung tidak seperti diharapkan. Dan setelah 7 kali pelaksanaan FDT, sulit untuk mengukur keberhasilan baik dari target kunjungan wisman dan pemanfaatan FDT untuk ekonomi masyarakat setempat,” jelas Ria Telaumbanua, Senin (13/1).

Atas dasar itu, lanjut Ria, pihaknya berencana memperbaiki konsep FDT yang telah berlangsung satu putaran penuh di 7 kabupaten se-kawasan. Termasuk mempertimbangkan pada 2020 ada momentum perayaan hari besar Agama Islam dan Pilkada serentak pada periode Juni-Juli. Meskipun pertengahan tahun merupakan waktu yang cukup baik, karena masa liburan.

“Berdasarkan diskusi bersama dengan Badan Pengelola Otoritas Danau Toba (BPODT), disarankan agar FDT berlangsung dua tahun sekali, untuk peningkatan kualitas,” katanya. Ria kembali menegaskan, bahwa pelaksanaan FDT periode kedua bukan ditiadakan, anggarannya masih tertampung di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2020. Namun perlu diperbaiki mekanisme penyelenggaraan, penjadwalan, tanggal, penetapan lokasi serta sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat.

“Tetapi semua rencana kegiatan selanjutnya masih akan didiskusikan dengan 7 kabupaten/kota, BODT dan Pemprov Sumut. Dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan pembahasan dengan tentunya menerima arahan-arahan dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujar Ria. (AND/HN/WAN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px