Log in

Buaya Muara Satu Ton Berhasil Ditangkap

Warga Aceh Timur menangkap Buaya Muara 1 Ton yang sudah lama membuat resah warga. Warga Aceh Timur menangkap Buaya Muara 1 Ton yang sudah lama membuat resah warga.

Sudah Lama Meresahkan Warga Aceh Timur

Penangkapan buaya berukuran besar di Indonesia kembali terjadi. Setelah di Kalimantan Tengah, kini buaya muara dengan berat sekitar satu ton juga ditangkap warga di wilayah Aceh Timur.

Warga Lhok Seutang, Kecamatan Julok, Aceh Timur, menangkap seekor buaya muara yang dinilai meresahkan. Ukuran buaya betina ini besar. Panjangnya sekitar 5 meter dengan berat sekitar satu ton.

Polisi Hutan Pertama BKSDA Aceh, Rahmat, menjelaskan, Selasa (13/2) mereka menerima telepon dari Camat Julok Zainuddin bahwa warga telah menangkap seekor buaya besar. BKSDA Aceh pun langsung menerjunkan tim ke lokasi.

"Karena warga merasa keberadaan buaya muara ini meresahkan, lalu dijaring, ditangkap ramai-ramai," kata Rahmat saat dihubungi lewat telepon, Selasa (13/2).

"Sebenarnya keberadaan buaya ini tidak mengganggu, karena agak jauh dari permukiman warga. Cuma karena warga merasa buaya ini meresahkan, jadinya dijaring. Katanya untuk meredakan keresahan warga," sambungnya.

Rahmat menjelaskan buaya ini ditangkap ramai-ramai oleh warga Selasa pagi di wilayah Kwala Malehan, terusan Sungai Arakundo, menggunakan jaring. Warga resah karena buaya ini beberapa kali menampakkan diri sehingga ditakutkan akan ada warga yang menjadi korban dimangsa buaya.

"Buayanya dalam keadaan sehat karena ditangkap warga pakai jaring. Kalau ditangkap pakai pancing kemungkinan hidupnya kecil," ucapnya.

Rahmat menambahkan, tim BKSDA Aceh masih berada di lokasi. Buaya muara ini nantinya akan dievakuasi karena termasuk satwa yang dilindungi.

"Memang buaya itu satwa dilindungi, harus diawasi terus. Semua jenis satwa buaya dilindungi. Sesuai Undang-Undang Nomor 5 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan lampiran PP Nomor 7 Tahun 1999," ujarnya.

"Kami sudah menurunkan tim ke sana. Sampai di sana warga meminta waktu 3 hari biar masyarakat bisa nonton, baru nanti buaya muara itu bisa dievakuasi ke balai. Karena itu permintaan warga, kami harus buat berita acara, nanti yang tanggung jawab ya warga di situ," sambungnya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, buaya yang ditangkap warga dalam kondisi sehat. "Tim saya dari Resor Langsa sudah di TKP. Mereka sudah mengecek kondisi buaya tersebut dan hewan itu sehat. Saat ini tim sedang mencari tempat yang lembab agar satwa itu tetap hidup," katanya, Selasa (13/2).

Sapto mengatakan pihaknya akan segera mengevakuasi buaya tersebut. Katanya, kalau buaya tersebut tidak dibawa ke Banda Aceh, pihaknya akan menitipkan satwa dilindungi tersebut untuk dirawat sementara di hutan Kota Langsa yang relatif dekat.

"Sedang kita siapkan dan butuh waktu beberapa hari. Saya meminta kepada masyarakat agar menjaga buaya tersebut dan tidak menyakiti maupun membunuhnya. Karena, dapat dipidanakan jika membunuh satwa dilindungi," ujar Sapto. (DTC/DOH)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 100%

Wind: 6.44 km/h

  • 22 Feb 2018 28°C 23°C
  • 23 Feb 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px