Log in

BNN Tembak Mati DPO Jaringan Ibrahim Hongkong


38 Kg Sabu dan 15 Ribu Butir Ekstasi Diamankan

Medan-andalas Badan Narkotika Nasional (BNN) menembak mati salah seorang tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) jaringan bandar narkoba Ibrahim Hongkong (31), di Gempong Pintu, Aceh Besar, Rabu (7/11) malam.

Deputi Bidang Pemberantasan Narkoba BNN, Irjen Pol Arman Depari menyampaikan, tersangka bernama Burhanuddin (57), warga Palo Glumpang Baro, Pidie Aceh, yang merupakan DPO BNN sesuai surat No: DPO/05-P2/VIII/2018/BNN tanggal 24 Agustus 2018.

"Burhanuddin adalah pemasok narkoba jenis sabu dan ekstasi kepada Ibrahim Hongkong yang ditangkap BNN pada Agustus lalu di Pangkalan Susu, Sumut," terang jenderal bintang dua tersebut kepada wartawan, Kamis (8/11).

Arman Depari menceritakan, penembakan yang dilakukan terhadap Burhanuddin karena saat  ditangkap yang bersangkutan berusaha melarikan diri dan melawan petugas.

"Anggota berusaha melumpuhkan dengan memberikan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan tersangka, sehingga tembakan diarahkan ke bagian tubuhnya," jelasnya seraya menyebutkan tersangka sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.  

Selanjutnya BNN melakukan pengembangan hingga berhasil ditangkap tiga tersangka lainnya beserta barang bukti 2 karung goni berisi 38 Kg sabu dan 15 ribu butir pil ekstasi, di Dusun Tualang, Peurlak, Aceh Timur, pada Kamis (8/11) sekitar pukul 08.00 WIB.

"Penangkapan ini dilakukan atas pengembangan kasus kejahatan narkotika tersangka almarhum Burhanuddin," terangnya.

Penangkapan tersebut dilakukan tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan TNI AL. Ketiga tersangka yang berhasil ditangkap tersebut masing-masing bernama Fauzi, Nurdin, dan Apali.

"Para tersangka sebelumnya sempat lari dan bersembunyi di kebun dan rawa. Ketiga tersangka ini bertugas membawa dan menyimpan narkoba milik almarhum Burhanuddin," sebutnya.

Untuk barang bukti narkoba yang diamankan, terangnya, sempat disembunyikan ketiga tersangka di hutan dalam semak-semak yang ditutupi daun-daun. Menurut keterangan para tersangka, narkoba itu dibawa dari Penang, Malaysia dengan kapal penangkap ikan atas  suruhan almarhum Burhanuddin sebagai pemilik barang.

"Saat ini tersangka dan barang bukti sedang kita lakukan pemeriksaan untuk pengembangan selanjutnya oleh tim BNN," pungkasnya.

BNN sebelumnya telah menangkap dan menetapkan sebanyak 13 tersangka  penyelundup sabu 105 Kg dan 30 ribu butir ekstasi dari Malaysia ke Indonesia. Barang haram  itu merupakan milik gembong narkoba Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong yang tak lain  merupakan anggota DPRD Kabupaten Langkat dari Fraksi NasDem.

Ibrahim Hongkong terdaftar dalam DCS (daftar calon sementara) anggota legislatif Kabupaten Langkat untuk Pemilu 2019, ditangkap pada Senin 20 Agustus 2018 saat melakukan kampanye di Pelabuhan Pangkalan Susu.

Sebelum tertangkap atas kasus 105 Kg sabu dan 300 ribu pil ekstasi bersama rekannya, kepada petugas Ibrahim mengaku sudah berkali-kali menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut. (DA)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 21 Nov 2018 27°C 22°C
  • 22 Nov 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px