Log in

Biaya Haji 2018 Naik Rp345.290

Sejumlah jemaah calon haji asal Medan tiba di Asrama Haji Medan, Kamis (27/7/2017) lalu untuk menjalani karantina sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci keesokan harinya. Sejumlah jemaah calon haji asal Medan tiba di Asrama Haji Medan, Kamis (27/7/2017) lalu untuk menjalani karantina sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci keesokan harinya.

Jakarta-andalas Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2018 naik Rp345.290 dibanding tahun 2017 sebagaimana ditetapkan oleh Panja Komisi VIII DPR RI dan Panja BPIH Kementerian Agama di gedung parlemen, Jakarta, Senin (12/3).

"BPIH tahun ini Rp35.235.602 naik kurang lebih 0,99 persen dibanding tahun lalu Rp34.890.312," kata Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher.

Dia mengatakan kenaikan itu dipicu oleh sejumlah sebab, seperti adanya kenaikan pajak pertambahan nilai Pemerintah Arab Saudi sebesar lima persen.  Kemudian, terdapat kenaikan pajak pemerintah daerah "baladiyah" sebesar lima persen. Faktor lainnya adalah terdapat kenaikan harga bahan bakar minyak di Arab Saudi yang mencapai 180 persen. 

Avtur atau BBM pesawat juga mengalami kenaikan termasuk fluktuasi nilai rupiah terhadap dolar AS dan Riyal Saudi. Fluktuasi rupiah terhadap dolar AS dan Riyal itu memicu kenaikan harga komponen penerbangan, pemondokan, katering, transportasi darat, dan biaya operasional.

Angka BPIH itu sendiri sejatinya untuk menyebut biaya langsung atau "direct cost." Istilah biaya langsung itu sendiri merujuk pada jumlah biaya yang harus dibayar jemaah calon haji Indonesia yang ditetapkan berangkat.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kepastian BPIH 2018 yang cepat disepakati sebesar Rp35.235.602 mempermudah persiapan penyelenggaraan ibadah haji oleh pemerintah.

"Dilihat dari proses dan sisi waktu yang lebih awal dan ini sangat membantu kami untuk mempersiapkan segala sesuatunya ketika BPIH ini ditetapkan dan disepakati dengan relatif waktu lebih pendek," kata Lukman di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Dia berharap agar besaran BPIH 2018 itu dapat segera diundangkan dengan melewati sejumlah proses seperti persetujuan DPR lewat rapat paripurna kemudian ditandatangani Presiden Joko Widodo untuk menjadi peraturan presiden soal BPIH.

Lukman mengatakan terdapat sejumlah persiapan Kemenag untuk penyelenggaraan haji tahun 2018. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan seperti unsur-unsur yang akan ditingkatkan pada tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Sejumlah persiapan penyelenggaraan haji itu sendiri sebagian sudah dimulai sebelum penetapan BPIH untuk efisiensi waktu. Sebelumnya, Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR dan Panja BPIH Pemerintah (Kementerian Agama) menyepakati untuk meningkatan pelayanan pada jemaah haji.

Peningkatan layanan tersebut meliputi penambahan petugas haji menjadi 4.100 orang sesuai dengan peningkatan kuota haji. Frekuensi makan jemaah di Makkah menjadi 40 kali dan di Madinah 18 kali.

Kemudian, persiapan untuk sewa pemondokan haji yang pada 2018 berubah menjadi sistem musim penuh dan "blocking time." Pada penyelenggaraan haji 2017, sistem reservasi pemondokan hanya menggunakan sistem "blocking time" atau sesuai waktu kedatangan jemaah.

Persiapan untuk penyelenggaraan jemaah haji, kata dia, sangat penting karena waktu tinggal mereka di Arab Saudi selama 41 hari. Peningkatan fasilitas jemaah di area Armina juga menjadi perhatian Kemenag seperti kualitas tenda, toilet, dan upgrade bis masyair (bis menuju Armina).

Kemudian, terdapat juga peningkatan kualitas koper yang lebih nyaman bagi jemaah berikut tas dan batik seragam jemaah haji. (ANT)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

30°C

Medan, Sumatera Utara

Showers

Humidity: 70%

Wind: 11.27 km/h

  • 27 May 2018 30°C 23°C
  • 28 May 2018 30°C 23°C

Banner 468 x 60 px