Log in

BBPOM: Siantar dan Simalungun Zona Merah


Pemakaian Formalin dan Boraks untuk Produk Pangan

Medan-andalas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan menetapkan wilayah Pematang Siantar dan Simalungun sebagai zona merah untuk bahan makanan mengandung formalin dan boraks. Hal itu dikatakan Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan Yulius Sacramento Tarigan kepada wartawan, Senin (12/2) di Medan.

Karenanya, tegas Sacramento,  jika di dua daerah ini ada didapati pelaku usaha (produsen) yang secara sengaja memproduksi makanan dari kedua bahan berbahaya tersebut, maka akan langsung diproses secara hukum.

"Siantar dan Simalungun sudah kita tetapkan sebagai zona merah. Di sana kita perang, baik boraks ataupun formalin kita perangi. Jadi nggak ada kompromi. Pokoknya kalau ada kasus, kita proses hukum," tegasnya.

Sebab, jelas Sacramento, pembinaan yang selama ini telah dilakukan kepada pelaku usaha di sana, dianggap sudah mencukupi. Namun, pelanggaran terhadap produksi pangan berbahaya tersebut masih tetap saja dilakukan.

"Nggak ada lagi cerita pembinaan, pokoknya siapapun produsen yang diketahui dengan sengaja, diproses langsung. Di sana sudah cukup masif kita lakukan pembinaan, dan di sana juga produsennya cukup banyak," tegasnya kembali.

Apalagi, lanjut Sacramento, Siantar dan Simalungun ini merupakan sentra produsen mi untuk di Provinsi Sumut. Namun di sana pula produksinya yang paling ekstrem.

"Kalau di Medan memang juga ada, tapi hanya satu dua. Sebab umumnya mereka masih banyak pakai mi yang kering, bukan basah," katanya.

Disinggung mengenai BBPOM yang dianggap kurang tegas dalam menindak pelaku usaha 'nakal' terkait mi mengandung formalin dan boraks, Sacramento membantahnya. Justru menurut dia BBPOM di Medan adalah yang pertama kali melakukan penindakan secara tegas di Indonesia. Hanya saja, sebelum menindak, khususnya kepada pedagang (pelaku usaha) kecil, pihaknya terlebih dahulu memberikan kesempatan untuk diberikan pembinaan.

"Jadi kalau seandainya kita ada masalah kita kasih kesempatan pada pemda untuk pembinaan. Tapi kalau ternyata tidak efektif pasti akan ada penindakan, karena perlindungan masyarakat adalah nomor satu," ujarnya.

Menurut Sacramento, harus dapat dipilah mana yang dianggap pelanggaran dan mana yang dianggap kejahatan. Kalau dilakukan secara sengaja dan sistematis, khususnya oleh produsen, hal itu baru dianggap kejahatan.

"Kita kan bukan tukang berangus begitu saja. Tapi kalau sudah sistematik nggak ada maaf," tukasnya mengakhiri. (YN)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 100%

Wind: 6.44 km/h

  • 22 Feb 2018 28°C 23°C
  • 23 Feb 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px