Log in

Bantuan Pertama Sumut Diberangkatkan ke Lombok

Pj Gubsu Eko Subowo me-launching Gerakan Sumut Peduli Bencana Lombok sekaligus pemberangkatan pertama bantuan masyarakat dan Pemprovsu ke Lombok, Jumat (10/8) di halaman parkir Kantor Gubsu, Medan. Pj Gubsu Eko Subowo me-launching Gerakan Sumut Peduli Bencana Lombok sekaligus pemberangkatan pertama bantuan masyarakat dan Pemprovsu ke Lombok, Jumat (10/8) di halaman parkir Kantor Gubsu, Medan.

BNPB: Korban Tewas Gempa 321 Jiwa

Medan-andalas Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Eko Subowo me-launching Gerakan Sumut Peduli Bencana Lombok sekaligus memberangkatkan bantuan kemanusiaan pertama masyarakat dan Pemprov Sumut ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/8) di halaman parkir Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro, Medan.

"Ini merupakan deklarasi (launching) Sumut Peduli Bencana Lombok. Ini juga merupakan tradisi bagi Sumatera Utara, setiap kali provinsi lain, saudara-saudara kita yang lain mengalami bencana, kita membantu untuk meringankan beban mereka,"  ujarnya.

Menurut Eko kegiatan ini juga untuk menggerakkan seluruh potensi masyarakat termasuk di dalamnya Aparatur Sipil Negara (ASN), BUMN, BUMD untuk mendonasikan uang atau barang yang diperlukan guna meringankan beban korban bencana gempa Lombok.

Dikatakannya, rangkaian gempa yang terjadi di Lombok menyisakan trauma bagi masyarakat yang mengalaminya.

“Tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, namun banyak sekali yang luka-luka dan juga menimbulkan trauma yang menyiksa, mengingat gempa susulan biasanya menakutkan, mengancam. Karena pengalaman yang kemarin-kemarin banyak korbannya. Sehingga ketika terjadi gempa susulan itu membuat orang menjadi panik,” sebut Eko.

Eko mengatakan sebagai bentuk simpati terhadap bencana Lombok, Pemprov Sumut juga membuka posko termasuk di dalamnya membuka rekening untuk menampung sumbangan masyarakat, pegawai, organisasi, BUMN, dan BUMD untuk disalurkan kepada korban gempa Lombok.

Kepara relawan yang akan berangkat ke Lombok, Pj Gubsu berpesan agar  untuk waspada terhadap gempa-gempa susulan yang mungkin masih terjadi. “Jangan kita berusaha untuk menolong tetapi kita sendiri menjadi korban,” kata Eko.

Kepala BPBD Provsu Riadil Akhir melaporkan bencana gempa Lombok 5 Agustus 2018 menimbulkan banyak sekali korban jiwa, korban luka-luka, dan  pengungsi. “Gempa susulan berkekuatan 6,2 skala richter juga beberapa kali terjadi di Lombok,” ungkapnya.

Riadil juga melaporkan bahwa ada kurang lebih 298 kepala keluarga (KK) komunitas masyarakat Sumut yang bermukim di Lombok dengan sebutan Saroha (Satu Hati) yang memerlukan bantuan dari Sumut khususnya.

Dia menyampaikan  jumlah dana yang telah terkumpul melalui rekening khusus bantuan bencana pada BPBD Provsu nomor rekening BRI sebesar Rp14.000.000.  Melalui Baznas Provsu, pihaknya telah mendonasikan Rp100.000.000. “Rencana pemberangkatan bantuan pada hari Minggu atau Senin tanggal 13 Agustus 2018,” kata Riadil.

Dari hasil komunikasi pihaknya dengan BPBD NTB, lanjut Riadil, bantuan yang dibutuhkan berupa selimut, tenda, pakaian, obat-obatan, dan pangan. “Pemprovsu sendiri akan memberikan bantuan berupa paket sarung, selimut, dan obat-obatan untuk kesempatan pertama,” sebut Riadil.

Riadil juga melaporkan bahwa akan diadakan dinner for charity untuk mengumpulkan dana CSR dari BUMN/BUMD yang akan disampaikan setelah masa tanggap darurat menuju masa recovery, rekonstruksi, dan rehabilitasi.

Korban Tewas 321 Jiwa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jumlah korban akibat gempa

"Jumlah korban akibat gempa terus bergerak naik. Korban yang sebelumnya belum dilaporkan dan korban yang berhasil dievakuasi menambah jumlah korban," kata Sutopo melalui pesan tertulis, Jumat (10/8).

Sutopo mengatakan 321 korban meninggal dunia tersebut sudah diverifikasi. Laporan-laporan tambahan mengenai jumlah korban meninggal masih terus diverifikasi.
"Artinya, jumlah korban meninggal dunia lebih dari 321 orang, tetapi masih perlu diverifikasi," jelasnya.

Sutopo mengatakan jumlah korban terbanyak berasal dari Kabupaten Lombok Utara, yaitu mencapai 273 orang, kemudian Kabupaten Lombok Barat (26), Kabupaten Lombok Timur (11), Kota Mataram (7), Kabupaten Lombok Tengah (2) dan Kota Denpasar (2).

Jumlah pengungsi akibat gempa mencapai 270.168 orang yang tersebar di ribuan titik. Jumlah pengungsi juga diperkirakan terus bertambah karena belum semua terdata dengan baik.

"Di beberapa tempat dilaporkan masih terdapat pengungsi yang belum menerima bantuan terutama Kecamatan Gangga, Kayangan dan Pemenang yang berada di bukit-bukit dan desa terpencil," katanya.

Untuk memberikan bantuan kepada pengungsi di wilayah tersebut, sejak Kamis (9/8) penyaluran bantuan sudah menggunakan tiga helikopter dari BNPB dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

"Bantuan dari darat terus disalurkan. Bahkan melibatkan banyak relawan dari komunitas pecinta mobil dan masyarakat yang memiliki kendaraan untuk membantu distribusi bantuan. Dapur umum dan pos kesehatan juga banyak yang didirikan untuk melayani pengungsi," jelasnya. (WAN)/ANT)

27°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 80%

Wind: 11.27 km/h

  • 19 Oct 2018 28°C 22°C
  • 20 Oct 2018 30°C 21°C

Banner 468 x 60 px