Log in

Bank BTPN Tembung Dirampok

Kantor Bank BTPN Cabang Tembung dan potongan rekaman CCTV yang menunjukkan saat kawanan perampok bersenjata api beraksi di kantor tersebut, Selasa pagi (10/7). andalas|maguslim Kantor Bank BTPN Cabang Tembung dan potongan rekaman CCTV yang menunjukkan saat kawanan perampok bersenjata api beraksi di kantor tersebut, Selasa pagi (10/7). andalas|maguslim

Satpam dan Karyawati Ditodong Pistol, Pelaku Terekam CCTV

Medan-andalas Kawanan perampok bersenjata api merampok Bank BTPN Cabang Tembung yang berlokasi di Jalan Medan-Batang Kuis, Pasar IX, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Selasa pagi (10/7).

Dalam kejadian yang terekam CCTV itu, pelaku yang diperkirakan berjumlah tiga orang berhasil membawa kabur uang ratusan juta rupiah dan langsung tancap gas mobilnya ke arah Batang Kuis.

Atas kejadian itu, pihak Kepolisian dari Polsek Percut Seituan dan Polrestabes Medan turun ke TKP untuk melakukan pengumpulan barang bukti dan meminta keterangan saksi.

Informasi yang dihimpun wartawan di lokasi kejadian, perampokan itu bermula ketika kantor bank plat merah tersebut baru saja bersiap untuk buka. Tiba-tiba muncul satu mobil berwarna hitam yang ditumpangi sekitar tiga orang pria dan berhenti di depan kantor bank tersebut.

Lalu dua orang turun dari mobil, sedang seorang lagi tetap stand by di belakang kemudi mobil.

Kemudian seorang pelaku yang tampak mengenakan jaket hitam, berkacamata, dan mengenakan penutup wajah, buru-buru masuk ke dalam bank dan langsung menodongkan senjata api sejenis pistol ke arah satpam bank bernama Alfisyar (31) warga Gang Pelita, Desa Bandar Klippa dan kepada seorang karyawati bank bernama Leli.

Sementara seorang pelaku lagi yang juga mengenakan penutup wajah dan kacamata hitam berjaga-jaga di depan pintu kantor bank sembari mengamati keadaan.

Di bawah todongan pistol, Alfisyar dan Leli pun tak berkutik. Lalu si pelaku memaksa Leli yang disebut-sebut bertugas sebagai kasir di bank itu untuk menyerahkan uang dari dalam cash box.     

"Perampokan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Pelaku mengendarai mobil warna hitam. Kejadian berlangsung sangat cepat," kata Anto, warga sekitar di lokasi kejadian.

Menurut Anto, kawanan pelaku diperkirakan lebih satu orang dan seluruhnya menggunakan penutup wajah dan kacamata hitam. "Jadi dua orang pelaku keluar dari mobil langsung menodongkan senjata mirip pistol ke arah satpam. Satu orang lagi menunggu di mobil," sebutnya.

Usai merampok, para pelaku langsung masuk ke mobil dan kabur. "Mereka kabur arah ke Desa Batang Kuis," jelasnya.

Polsek Percut Sei Tuan dan Polrestabes Medan masih melakukan  penyidikan di lokasi kejadian. Belum diketahui secara pasti jumlah uang yang dibawa kabur para pelaku yang diduga telah merencanakan aksi perampokan tersebut.

"Iya, benar, telah terjadi perampokan Bank BTPN tadi padi pada jam 08.45 WIB, saat ini kami sedang melakukan lidik," kata apolsek Percut Seituan Kompol Faidil Zikri.

Di menyebutkan kerugian pihak bank akibat perampokan itu diperkirakan Rp148 juta.

Polda Bentuk Tim

Beberapa saat usai terjadinya perampokan di Bank BTPN Cabang Tembung itu, Polda Sumut langsung membentuk tim melakukan penyelidikan.

"Kita telah membentuk tim dengan melibatkan Polda Sumut, Polrestabes Medan, dan Polsek setempat," ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan, Selasa (10/7) siang.

Sejauh ini, kata Tatan, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap pegawai kasir Bank BTPN, Leli  Hasibuan (25) dan sekuriti bank BTPN, Alfisyar (31).

"Dua orang sudah diperiksa sebagai saksi, di antaranya kasir bank dan petugas sekuriti," sebutnya.

Sementara, terkait terduga pelaku yang berjumlah tiga orang, Tatan mengaku saat ini masih dalam penyelidikan. Apalagi, salah satu dari pelaku disebut menggunakan senjata api (senpi).

Terkait kepemilikan senpi itu, Tatan belum bisa memastikan apakah senjata yang digunakan pelaku merupakan senjata organik milik kesatuan. "Belum tau kita. Bisa saja senjata laras pendek yang digunakan pelaku merupakan replika," katanya.

Disinggung dugaan adanya keterlibatan aparat bersenjata atau teroris, Tatan  enggan berspekulasi. Kata dia, semuanya akan diketahui setelah tim gabungan melakukan penangkapan terhadap pelaku.

"Masih diselidiki. Untuk mengetahui senpi itu milik aparat atau bukan, diketahui dari nomor (register) yang ada di senpi tersebut," jelasnya.

Namun diakui Tatan, saat peristiwa perampokan terjadi, penjagaan saat itu sedikit lengah. Ditambah tidak adanya personel kepolisian yang biasanya berjaga di setiap bank.

"Kemungkinan para pelaku telah mengintai bank saat jam-jam lengah. Kebetulan kejadiannya pagi, saat pergantian penjagaan," urainya.

Mengenai fenomena perampokan bersenjata itu, bukanlah kali pertama terjadi. Tatan mengimbau, agar setiap masyarakat mampu menjadi polisi bagi dirinya sendiri.

Tanggapan OJK

Sementara itu Humas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumbagut, Yovvi Sukandar menyatakan, pihaknya bersama pihak Bank BTPN hingga Selasa sore masih berkoordinasi terkait penanganan risk event (perampokan) yang dialami kantor bank tersebut.

"Kita tetap menghormati proses penyelidikan yang sedang dilaksanakan oleh pihak kepolisian," kata Yovvi Sukandar kepada andalas di Medan, Selasa (10/7).

Yovvi menuturkan, sesuai hasil koordinasi intensif yang dilakukan pihaknya bersama Bank BTPN, dugaan perampokan di bank tersebut terjadi sekitar pukul 08.40 WIB. Saat itu kegiatan atau layanan perbankan telah dilaksanakan untuk tiga nasabah sebelum  perampokan terjadi.

"Saat  perampokan terjadi tidak terdapat nasabah di dalam gedung bank. Saat kejadian, terdapat satu petugas keamanan internal bank, dan tidak terdapat korban jiwa ataupun luka," ungkap Yovvi.

Hingga Selasa sore pihak Bank BTPN menurutnya masih menginvetarisasi nominal kerugian yang dialami. Seluruh nominal kerugian akibat dugaan perampokan dimaksud telah masuk dalam lingkup penjaminan asuransi kas bank sehingga mitigasi risiko operasional yang bersumber dari risk event dimaksud telah dimitigasi.

Yovvi menambahkan, terkait penggunaan jasa keamanan dalam (kamdal) sepenuhnya merupakan kewenangan manajemen bank dalam menilai kecakapan kualitasnya dengan berbagai pertimbangan manajemen yang telah dievaluasi sejak awal.

"OJK tidak  mengharuskan bank untuk memilih dan juga tidak merekomendasikan provider jasa keamanan tertentu dalam rangka pengamanan internal bank," tandasnya.

Begitupun sebut Yovvi, hal ini tidak menggugurkan kewajiban bank untuk tetap melakukan upaya mitigasi seluruh risiko keamanan yang patut diindentifikasi sejak awal.

"Penggunaan tenaga keamanan dalam atau kamdal merupakan salah satu upaya dalam rangka mitigasi risk event yang bersumber dari potensi gangguan keamanan. Dalam hal ini  bank dapat saja memilih provider jasa kamdal yang  dinilai bank dapat memenuhi tuntutan kebutuhan keamanan bisnis operasionalnya," ujar Yovvi Sukandar. (ACO/DA/SIONG)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 18 Sep 2018 28°C 23°C
  • 19 Sep 2018 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px