Log in

Banjir dan Longsor Kembali Landa Madina

Jalinsum di Desa Saba Pasir, Kecamatan Kotanopan, yang ambles sepanjang kurang 70 meter akibat tergerus air Sungai Batang Gadis yang meluap, Kamis (8/11). andalas|jeffry barata lubis Jalinsum di Desa Saba Pasir, Kecamatan Kotanopan, yang ambles sepanjang kurang 70 meter akibat tergerus air Sungai Batang Gadis yang meluap, Kamis (8/11). andalas|jeffry barata lubis

Puluhan Rumah Hanyut, 1 Tewas, Jalinsum Kotanopan Putus

Panyabungan,Sumatera Utara-andalas Banjir dan longsong kembali melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (7/11). Bencana yang dipicu tingginya curah hujan belakangan ini mengakibatkan banyak rumah warga hanyut, terputusnya jalur transportasi, bahkan menelan korban jiwa.

Informasi yang dihimpun andalas dari Camat Lingga Bayu Kamal Khan, daerah terparah terdampak banjir yakni Kelurahan Simpang Gambir dilaporkan sebanyak 16 rumah hanyut dan 1 rumah hangus terbakar.

Kemudian Desa Ranto Sore Sigalala 8 rumah hanyut, Desa Aek Garingging 8 rumah hanyut, Desa Sikumbu 6 rumah hanyut, Desa Pulo Padang 6 rumah hanyut, Desa Tapus 2 rumah dan 1 mobil Suzuki Ertiga hanyut.

"Akibat curah hujan yang tinggi debit air Sungai Batang Natal membesar sehingga air naik mencapai kurang lebih 1 meter di Kelurahan Simpang Gambir yang notabene ibu kota Kecamatan Lingga Bayu," ujarnya

Masih kata Kamal, banyak warga yang mengungsi karena rumah mereka terendam air setinggi kurang lebih satu meter pada Rabu (7/11) malam. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dari kejadian ini," ungkapnya.

Tewas Tertimbun Longsor

Bencana longsor kali ini juga menelan jatuhnya korban jiwa. Seorang warga Desa Sibinail, Kecamatan Muara Sipongi dilaporkan tewas akibat tertimbun tanah longsor, Kamis (8/11) pagi. Warga tersebut diketahui bernama Hafiz.

"Saat ditemukan, korban telah tertimbun material longsor yang menimbun badan jalan nasional (Jalinsum)," kata Kapolsek Muara Sipongi AKP Amir Siregar.

Kapolsek menjelaskan, adanya korban tertimbun tanah longsor ini mereka ketahui dari informasi warga. Awalnya informasi yang mereka terima korbannya tiga orang. Namun setelah anggotanya mengecek ke lokasi, ternyata hanya satu orang. "Dua orang lainnya berhasil selamat," terangnya.

Menurut keterangan warga, korban Hafiz awalnya hendak menuju ke pasar untuk belanja dengan menaiki sepeda motor. Di depan sepeda motor yang dikendarai korban, ada dua orang yang juga sedang berboncengan.

Saat di lokasi kejadian, tiba-tiba terjadi longsor dari perbukitan dan menimbun korban. Sementara sepeda motor yang didepan korban berhasil selamat.

Mengetahui ada yang tertimbun material longsor, warga langsung berupaya mencari korban. Saat ditemukan dari timbunan longsor, ternyata korban Hafiz sudah tidak bernyawa, pungkasnya.
    
Jalinsum Terputus

Sementara itu Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Desa Saba Pasir, Kecamatan Kota Nopan, ambles sepanjang kurang 70 meter akibat tergerus air Sungai Batang Gadis yang meluap sangat deras.

Hingga Kamis (8/11) petang, kendaraan baik yang hendak ke Sumatera Barat atau arah sebaliknya tidak bisa melintas karena jalan terputus total sejak Rabu malam pukul 23.20 WIB. Belum diketahui apakah ada jalan alternatif lain bagi pengguna jalan atau pengendara agar bisa melintas ke arah Sumatera Barat maupun sebaliknya.

Berdasarkan pantauan andalas, akibat terputusnya Jalinsum ini, panjangnya antrean kendaraan yang terjebak macet mencapai sekitar 10 kilometer, mulai dari Desa Laru Bolak, Kecamatan Tambangan sampai titik jalan putus yang ada di Desa Saba Pasir. Kecamatan Kotanopan.

Selain jalan terputus akibat tergerus air Sungai Batang Gadis, ada sekitar 15 titik lainnya di Jalan Nasional di Kecamatan Kota Npan tersebut yang tertimbun longsor.

Camat Kotanopan Kholil Lubis kepada andalas menjelaskan selain jalan ambles, masih ada 15 titik lokasi longsor yang menutup badan jalan. "Dari 15 titik longsor tersebut, ada 6 titik yang parah sehingga sangat sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat," terangnya.

Amatan andalas, Pemkab Madina, TNI, Polri, dan masyarakat sudah terlihat berupaya mengatasi kemacetan akibat Jalinsum yang terputus ini dengan mencari jalan alternatif.

"Sampai saat ini saya dan seluruh elemen yang ada di Madina ini masih berusaha mencari solusi secepatnya agar masalah terkait terputusnya Jalinsum dengan macet sepanjang kurang lebih 10 kilometer ini dapat teratasi," tegas Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madina Muhammad Yasir Nasution mengatakan untuk sementara waktu arus transportasi terpaksa dialihkan ke jalan lain akibat terputusnya Jalinsum di Kotanopan.

Peristiwa amblesnya jalan nasional itu, Rabu (7/11) malam, menurut dia akibat hujan turun sangat lebat, sehingga air Sungai Batang Gadis meluap dan menggerus badan jalan tersebut.  "Memang hujan tadi malam sangat deras, dan tidak pernah terjadi seperti itu," ujar Yasir.

Ia mengatakan, selama ini hujan turun di Desa Saba Pasir, tidak pernah mengakibatkan putusnya jalan nasional tersebut. "Namun hujan yang terjadi pada malam hari itu, benar-benar mengherankan, sehingga menimbulkan kerusakan jalan nasional yang menghubungkan Kotanopan, dengan Provinsi Sumatera Barat," ucap dia.

Yasir menyebutkan, jalan nasional yang putus itu, tidak berapa jauh dari Sungai Batang Gadis di wilayah pantai barat Sumatera. Akibat putusnya jalan nasional itu, petugas Satlantas Polsek Kota Nopan terpaksa harus bekerja keras mengatur arus lalu lintas di Desa Saba Pasir.    

Pengguna jalan dari Panyabungan tujuan Padang, Sumbar terpaksa mengalihkan ke jalan yang lain, karena kendaraan juga cukup padat. "Pemkab Mandaling Natal, Dinas PU dan instansi terkait lainnya sudah turun ke lokasi jalan nasional yang putus itu, untuk dilakukan perbaikan," katanya.

Tidak hanya di Kabupaten Madina, banjir juga kembali melanda sejumlah desa di Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, akibat meluapnya Sungai Batangtoru dan Sungai Sangkunur. Banjir kali ini menyebabkan ratusan rumah terendam dan ribuan warga terdampak.

"Meluapnya kedua permukaan air sungai diakibatkan tingginya intensitas hujan," kata Kepala Desa Simataniari, Habibullah Harahap yang dihubungi dari Sipirok, Kamis (8/11).

Ia menjelaskan selain rumah warga, air juga merendam puluhan hektare lahan perkebunan dan lahan pertanian masyarakat di Dusun II Muara Pardomuan dan Dusun III Setia Budi, Desa Simataniari tersebut.

"Memang, sejak malam tadi hujan datang permukaan air mulai naik, masyarakat tetap bertahan karena hal ini sudah biasa dialami. Akan tetapi, siang ini ketinggian air terus bertambah ada yang mencapai kedalaman dua meter," terangnya.

Sehingga, membuat sebagian warga terpaksa mengungsi mencari lokasi aman. Bahkan murid sekolah dasar (SD) Negeri Tindoan Laut dan siswa SMP Negeri (2) Angkola Sangkunur juga terpaksa diliburkan, karena sekolah mereka juga terendam.

Masyarakat, sebutnya berharap air cepat surut agar aktivitas warga dapat normal seperti biasa, dan anak-anak sekolah dapat kembali belajar seperti biasa. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan, Ilham Suhadi mengatakan pihaknya telah meluncur ke lokasi banjir.

"Kita sudah monitoring kejadian kembali banjir Angkola Sangkunur melihat sejauh mana dan bagaimana kondisinya. Informasi sejauh ini belum diketahui apakah ada korban jiwa," ujarnya. (JBL/ANT)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 21 Nov 2018 27°C 22°C
  • 22 Nov 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px