Log in

Banding Diterima, Vonis Ahmad Dhani Disunat 3 Bulan


Surabaya – andalas Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur memberi keringanan hukuman Ahmad Dhani dari 1 tahun penjara menjadi 3 bulan penjara. Keputusan pengurangan hukuman itu telah diumumkan pada sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Surabaya.

Dengan pengurangan hukuman menjadi 3 bulan itu, Dhani secara otomatis akan bebas. Meskipun bebas, pentolan grup band Dewa 19 itu akan menjalani masa percobaan selama 6 bulan. "Menetapkan bahwa pidana tersebut tidak perlu dijalani kecuali jika di kemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain disebabkan karena terdakwa melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama 6 bulan berakhir," tulis keterangan dalam SIPP PN Surabaya, Kamis (7/11).

Turunnya hukuman itu merupakan hasil banding yang dilakukan pihak Dhani setelah divonis Pengadilan Negeri Surabaya. Banding itu ia layangkan setelah ia divonis 1 tahun oleh hakim pada 11 Juni 2019. Tuntutan itu lebih ringan dari yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 1 tahun 8 bulan penjara.

Sebelumnya, Ahmad Dhani divonis 1 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk mencemarkan nama baik.

"Mengadili terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo terbukti secara sah bersalah, dengan sengaja tanpa hak mendistribusikan dan dapat membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang menimbulkan penghinaan dan pencemaran nama baik. Dan Menjatuhkan pidana kepada Ahmad Dhani Prasetyo salama 1 tahun," kata Majelis Hakim, R Anton Widyopriono saat membacakan vonis di PN Jalan Arjuno Surabaya, Selasa (11/6/2019).

Masih Dipenjara Kasus ITE

Permohonan banding yang diajukan Ahmad Dhani dalam kasus ITE di Surabaya diterima pengadilan tinggi. Tapi Ahmad Dhani saat ini masih menjalani pidana penjara dalam kasus ujaran kebencian yang disidangkan di Jakarta.

Dalam kasus ujaran kebencian 'idiot', hukuman Ahmad Dhani dikurangi dari 1 tahun penjara menjadi 3 bulan penjara dengan masa percobaan selama 6 bulan. Sedangkan dalam kasus ujaran kebencian terkait kicauan di akun Twitter, Ahmad Dhani dalam putusan kasasi dihukum 1 tahun penjara.

"Saat ini Ahmad Dhani masih menjalani hukuman pidana di LP Cipinang terkait perkara di Jakarta. Diperkirakan hukuman pidana ini selesai akhir tahun," kata pengacara Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian, kepada wartawan, Kamis (7/11).

Pengacara berharap putusan banding kliennya di PT Surabaya bisa berkekuatan hukum tetap (inkrah) bila jaksa tidak mengajukan kasasi atas kasus yang terjadi di Surabaya. Bila jaksa tak mengajukan kasasi, Ahmad Dhani menurut Aldwin bisa mengajukan cuti bersyarat untuk sisa hukuman pidana perkara di Jakarta.

"Karena cuti bersyarat itu dipersyaratkan terdakwa tidak ada perkara lain. Kalau Surabaya inkrah, maka langsung bisa mengajukan cuti bersyarat untuk perkara Jakarta," papar Aldwin. Dalam putusan kasasi perkara di Jakarta, Mahkamah Agung (MA) menyatakan Ahmad Dhani terbukti melakukan tindak pidana 'dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan individu dan atau kelompok berdasarkan SARA'.

Ujaran kebencian yang dimaksud terkait 3 cuitan di akun Twitter Ahmad Dhani, @AHMADHANIPRAST, yang diunggah admin bernama Bimo. Kicauan tersebut salah satunya cuitan pada 7 Februari 2017: "Yg menistakan Agama si Ahok... yg di adili KH Ma'ruf Amin..ADP". (DTC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px