Log in

Bandar Ditembak Mati, 1 WN Malaysia

Kapolres Tanjung Balai AKBP Irfan Rifai SIK SH tunjukkan barang bukti sabu. Kapolres Tanjung Balai AKBP Irfan Rifai SIK SH tunjukkan barang bukti sabu.

Selundupkan 15 Kg Sabu ke Tanjung Balai

Tanjung Balai-andalas Tim Satresnarkoba Polres Tanjung Balai menembak mati Zulfikar alias Acong, 35 tahun, Warga Negara (WN) Malaysia yang kedapatan menyelundupkan narkoba ke Indonesia melalui perairan Tanjung Balai.

Polisi juga menembak mati rekan Acong bernama Rusdi alias TT, 40 tahun, warga Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Tanjung Balai, Kecamatan  warga Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Tanjung Balai Kota III, Kecamatan Tanjung Balai Utara, Kota Tanjung Balai.

Dari tangan kedua tersangka ini disita barang bukti 15 bungkus kemasan teh china merek GUANYIN WANG, berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor sekitar 15.000 gram (15 Kg).

"Kedua jenazah (tersangka) masih berada di Rumah Sakit Tengku Mansyur dan akan dirujuk ke rumah sakit di Pematang Siantar untuk diautopsi," kata Kapolres Tanjung Balai AKBP Irfan Rifai kepada wartawan di Mapolres Tanjung Balai, Rabu (16/1).

Menurut Rifai, baik tersangka TT maupun Acong sudah lama menjadi target operasi kepolisian karena sepak terjang keduanya merupakan pemain besar dalam bisnis narkoba antarnegara.

 "Keberhasilan ini merupakan pengembangan dari jaringan yang sudah pernah kami ungkap sebelumnya baik itu tersangka TT yang sudah cukup malang melintang di Kota Tanjung Balai sebagai bandar besar sabu dan Acong, yang namanya selalu terlibat dalam pengungkapan ekstasi," jelasnya.

Rifai menjelaskan kronologis pengungkapan kasus penyelundupan narkoba tersebut. Berawal dari informasi yang diterima pihaknya pada Selasa pagi (16/1) pukul 05.00 WIB, bahwa tersangka Zulfikar alias Acong berangkat dari Malaysia dengan menggunakan perahu motor bersama "A" dan "U" keduanya WNI warga Tanjung Balai dengan membawa sabu.

"Informasi awal pada saat dilakukan interogasi (sabu yang dibawa) seberat 20 kilogram," ungkap Kapolres.

Begitu masuk pesisir tepi Sungai Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai, di situ Rusdi atau TT sudah menunggu. Kemudian mereka bergerak dengan tiga sepeda motor. Rusdi dengan sepeda motor membawa sabu seberat 10 Kg, Acong membawa 5 Kg, dan U (DPO) dimungkinkan membawa 5 kg sabu.

Petugas kemudian melakukan penyergapan dan berhasil menangkap tersangka Rusdi dan Acong. "Sementara U tidak berhasil kita lakukan pengejaran dan sekarang masih tetap kita lakukan pengembangan," akunya.

Sewaktu dilakukan pengembangan di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai, pada Rabu (16/1) sekitar pukul
04.30 WIB kedua tersangka berusaha melarikan diri. Petugas kemudian terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga kedua tersangka tewas.

Rifai mengaku khusus terkait jenazah Acong, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Konsulat Malaysia di Medan agar menghubungi keluarga yang bersangkutan di Malaysia (Trengganu).

"Karena salah seorang pelaku warga negara Malaysia, kita sudah berkoordinasi dengan Konsulat Malaysia di Medan agar menghubungi keluarganya untuk proses selanjutnya," terang Rifai.

Dari penangkapan itu, petugas juga menyita barang bukti lainnya berupa 1 unit sepeda motor Honda Vario warna hitam BK 2662 QAI, 1 unit sepeda motor Honda Scoopy warna hitam tanpa nomor polisi, 1 buah tas warna hitam,1 buah tas warna biru merek The Big Green Bag.

Sementara itu, salah seorang tokoh agama Kota Tanjung Balai Ustaz Indrasyah yang hadir dalam acara konferensi pers tersebut menyampaikan apresiasi atas
kinerja Polres Tanjung Balai.

"Semenjak kepemimpinan AKBP Irfan Rifai sebagai Kapolres Tanjung Balai,  telah melakukan tindakan dalam pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Tanjung Balai dan kami berharap ini terus berlanjut, kami dari seluruh masyarakat Kota Tanjung Balai siap mendukung," ujar Indrasyah. (SB)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px