Log in

Awas, Banjir Lahar Dingin Sinabung

Sejumlah petani melintas di areal tanaman yang tertutup debu vulkanik erupsi Gunung Sinabung, di Karo, Sumatera Utara, Selasa (20/2). antara foto|ahmad putra Sejumlah petani melintas di areal tanaman yang tertutup debu vulkanik erupsi Gunung Sinabung, di Karo, Sumatera Utara, Selasa (20/2). antara foto|ahmad putra

30.320 Ha Tanaman Petani di Karo Terancam Gagal Panen

Kabanjahe,Sumatera Utara-andalas Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Karo pasca-erupsi besar Gunung Sinabung, Senin (19/2), memunculkan ancaman baru bagi warga yang tinggal di sekitar lereng dan hulu gunung api tersebut, yakni banjir lahar dingin yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, setiap kali hujan deras mengguyur wilayah puncak Gunung Sinabung, banjir lahar dingin tidak terelakkan. Air hujan bercampur material berupa lumpur, kayu, hingga batu akan meluncur mengikuti aliran Sungai Lau Bekerah yang selama ini menjadi jalur lahar dingin.

Seperti yang terjadi pada Selasa (19/2) malam, tidak lama setelah hujan deras mengguyur wilayah Karo,  banjir lahar dingin meluncur deras dari lereng Sinabung dan mengalir ke Sungai Lau Bekerah hingga menerjang ke beberapa desa di Kecamatan Tiganderket.

Hal  itu diungkapkan relawan Sinabung, Dedi Fernando Ginting, kepada andalas, Rabu (21/2) saat memantau terjangan lahar dingin Sinabung di dekat aliran Sungai Lau Bekerah, Desa Sukatendel.

“Bahkan akibat derasnya terjangan lahar Sinabung, jembatan sementara menuju Desa Perbaji terputus tadi sore, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan lagi. Meski tidak sebahaya ancaman awan panas, namun warga tetap diingatkan waspada setiap saat,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu, ganasnya banjir lahar dingin sudah dirasakan warga di sekitar lereng Sinabung. Akses jalan Tiganderket ke Kutabuluh sempat terputus. Jalur transportasi dari Tiganderket ke Kutabuluh sampai harus dialihkan melalui Desa Batu Karang, Jandi Meriah menuju Kutabuluh.

Demikian juga akses jalan ke Desa Mardingding - Tiganderket dan Kutabuluh juga sempat terputus. "Sekarang semua jembatan yang rusak sudah diperbaiki, mudah-mudahan tetap kokoh dan tahan menghadapi terjangan lahar," ujarnya.

Pantauan andalas, di sepanjang jalan kabupaten di seputaran Simpang Sukatendel yang menjadi langganan terjangan lahar dingin Sinabung terlihat warga dan para  relawan  Sinabung bergotong royong membersihkan jalan dari endapan lumpur dan material lahar.

Alat berat seperti beko (eskavator) milik Pemkab Karo dikerahkan ke Sungai Lau Bekerah untuk menormalisasi sungai agar alirannya lancar. Bongkahan batu-batu berukuran besar dan material lainnya ditarik ke pinggir sungai agar memudahkan jalur lahar mengikuti arus sungai sehingga tidak meluber ke badan jalan dan menerjang rumah-rumah penduduk.

Menyikapi ancaman banjir lahar dingin ini, Bupati Karo Terkelin Brahmana tidak henti-hentinya mengingatkan warga yang berdiam di sekitar lereng Sinabung agar lebih meningkatkan kewaspadaan.

“Peran serta masyarakat dalam mengurangi risiko bencana perlu terus diingatkan. Naluri bencana di kawasan lingkar Sinabung harus terus dihidupkan,” ujar Bupati seraya mengingatkan dalam fenomena alam, ada hal-hal yang di luar jangkauan manusia sehingga harus diwaspadai.

Gagal Panen

Bupati Karo Terkelin Brahmana mengungkapkan dampak dari erupsi besar Sinabung pada Senin (19/2) kemarin, mengakibatkan ada lima kecamatan di wilayahnya terancam gagal panen .

"Dari 17 kecamatan di Kabupaten Karo sebanyak 5 kecamatan lahan pertaniannya terdampak erupsi Sinabung dan terancam gagal panen," kata Terkelin kepada wartawan saat di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Medan, Rabu (21/2).

Untuk membantu para petani yang gagal panen akibat bencana erupsi Sinabung ini,  pihaknya sedang mengkaji dan mengonsultasikannya kepada Menteri Pertanian, apakah nantinya para petani akan beralih tanaman.

"Kemungkinan lusa Mensos (Idrus Marham) juga akan datang (ke Karo), kita akan diskusikan lagi. Dari hasil diskusi ini nanti kita akan tahu bantuan apa yang akan diberikan, kerugian sejauh ini juga belum kita ketahui," ucap Terkelin.

Terkelin juga menegaskan pihaknya belum berencana merelokasi para petani yang terdampak erupsi Sinabung ke lahan baru karena hal itu akan tergantung dengan rekomendasi dari pihak-pihak terkait, salah satunya Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo Sarjana Purba menambahkan sesuai data resmi, lahan pertanaman yang terdampak erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo seluas 30.320 hektare dengan rincian tanaman hortikultura 2.638 hektare, perkebunan 11.770 hektare, dan pangan 15.913 hektare.

"Sisanya, areal pertamanan dari berbagai jenis tanaman. Untuk pangan seperti Padi, jagung dan kedelai. Holticutura ?seperti sayur-sayuran dan buah-buahan dan Perkebunan Kopi, tembakau dan lain-lainnya," kata Sarjana.

Meski terdampak erupsi Gunung Sinabung, lanjut Sarjana, tidak seluruh tanaman rusak maupun terancam gagal panen. Hal itu sehubungan telah turunnya hujan di sejumlah daerah di delapan kecamatan yang terdampak pada Selasa kemarin.

“Semalam hujan sudah turun, jadi tanaman sudah dibersihkan secara alamiah. Tapi tentunya ada juga yang rusak. Kita sendiri sudah mengantisipasi kondisi ini dengan membagikan blower kepada petani, sehingga bisa meniup abu yang menutupi tanaman mereka,” tegas Sarjana yang turut mendampingi Bupati Karo.

Untuk diketahui, erupsi Gunung Sinabung Senin pagi kemarin merupakan letusan Sinabung terbesar di awal tahun 2018. Sinabung memuntahkan abu vulkanik ke udara dengan ketinggian kolom mencapai 5.000 meter dan meluncurkan awan panas sejauh 4,9 kilometer.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa,  delapan kecamatan di Kabupaten Karo, yakni Simpang Empat, Naman Teran, Payung, Tiganderket, Kutabuluh, Munthe, Tigabinaga, dan Juhar terdampak erupsi. Debu vulkanik juga merusak tanaman pertanian sehingga petani  terancam gagal panen

“Dua kecamatan yang areal pertanamannya terparah terdampak erupsi Gunung Sinabung adalah Kecamatan Payung dan Tiganderket,” sebut Sarjana. (RTA/SIONG)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Mostly Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 19 Sep 2018 31°C 21°C
  • 20 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px