Log in

Ateng Pengedar Narkoba Ditembak Mati

Jenazah pengedar sabu, Jeri Nando Ginting alias Ateng saat di UGD RSUD Kabanjahe.andalas/ist Jenazah pengedar sabu, Jeri Nando Ginting alias Ateng saat di UGD RSUD Kabanjahe.andalas/ist

Tiga Kali Tebas Polisi Pakai Parang

Kabanjahe-andalas Satres Narkoba Polres Tanah Karo menembak mati seorang pengedar narkotika jenis sabu-sabu, Jeri Nando Ginting alias Ateng (36), karena menebas polisi pakai parang saat ditangkap, Sabtu (15/2) sekira pukul 16.00 WIB.

Kasatres Narkoba AKP Ras Maju Tarigan kepada pers, Minggu (16/2) menjelaskan, awalnya pihaknya mendapat informasi tentang maraknya peredaran narkotika di Desa Barus Julu, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo. Dari informasi itu, polisi mengendus nama Jeri Nando Ginting. Selanjutnya dilakukan penyelidikan guna mengintai keberadaan tersangka di lokasi.

“Saat itu, tim kita mendapati mobil pelaku terparkir di sekitar lokasi. Kita selanjutnya membagi dua tim guna melakukan penyergapan. Satu tim yang berjumlah tiga orang mengepung mobil tersebut, sementara satu tim lainnya yang berjumlah empat orang melakukan pengepungan rumah Jeri di Dusun Basam Desa Barus Julu,” jelas Ras Maju.

Lalu, seorang laki-laki yang diketahui bernama Dalton Sanjaya Sianturi yang saat itu tengah mengaduk semen di depan rumah, langsung diamankan. Ia diduga berperan untuk membantu peredaran sabu-sabu milik Jeri Nando Ginting.

Sementara, seorang personel polisi, Aiptu Basmi Ginting saat itu masuk ke dalam rumah dan mencari Ateng. Saat melewati pintu belakang rumah, tersangka Jeri Nando Ginting alias Ateng yang sebelumnya bersembunyi di balik dinding, tiba-tiba muncul dan mencoba membacok Aiptu Basmi Ginting di bagian punggung dengan sebilah parang.

Namun upaya tersebut gagal karena hanya merobek jaket milik Basmi. Tak sampai di situ, Jeri kembali mengayunkan parang ke arah Basmi. Aksi itu juga tidak berhasil. Basmi mencoba menangkis dan menangkap tangan tersangka. "Meski dalam kondisi terjatuh, tersangka tetap berusaha menebas parang miliknya hingga merobek pundak Basmi di bagian kiri," urainya.

“Karena terancam, Basmi akhirnya mengeluarkan pistol. Melihat itu, tersangka melarikan diri. Basmi pun melakukan pengejaran dan memberikan tembakan peringatan dua kali. Karena tidak diindahkan, akhirnya dilakukan penembakan di kaki. Karena tersangka melompat ke jurang, tembakan akhirnya mengenai punggungnya,” ungkapnya.

Polisi kemudian mengevakuasi tersangka yang sudah tidak bernyawa dari dalam jurang.

"Saat digeledah, polisi menemukan satu buah dompet berisi 24 paket sabu seberat 5,80 gram.

Jasad tersangka selanjutnya dibawa ke RSUD Kabanjahe. Dari pakaian tersangka yang turut digeledah, ditemukan satu paket sabu di dalam kantong jaket seberat 16,10 gram," terang Tarigan.

Selain itu, tambahnya, dari bawah tilam tempat tidur di kamar rumah tersangka, ditemukan satu paket sabu seberat 0,99 gram, 1 timbangan elektrik warna putih, 1 bong dari botol plastik, 2 mancis tanpa tutup kepala, 1 pipet sebagai sekop, dan beberapa plastik klip berles merah kosong. Total barang bukti 26 paket sabu seberat 22, 89 gram,” paparnya.

Terpisah, warga Dusun Basam mengaku tidak mengetahui bisnis haram yang dikerjakan oleh Ateng. Menurut warga, Jeri alias Ateng selama ini hanya seorang petani di Dusun Basam yang memiliki kebun stroberi. “Kami tidak tahu soal bisnis narkoba itu. Kami juga terkejut melihat rumahnya digrebek polisi,” tutur warga. (RTA)

 

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px