Log in

Asiong: Sudah Tiga Bupati yang Pakai Saya

Asiong, terdakwa kasus suap Bupati Labuhan Batu nonanaktif Pangonal Harahap diperiksa sebagai terdakwa, Senin (12/11). Asiong, terdakwa kasus suap Bupati Labuhan Batu nonanaktif Pangonal Harahap diperiksa sebagai terdakwa, Senin (12/11).

Akui Memberikan Fee Proyek Sudah Tradisi di Labuhan Batu

Sidang lanjutan kasus dugaan penyuapan Bupati Labuhan Batu nonaktif Pangonal Harahap kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan terdakwa Effendi Syahputra alias Asiong di Ruang Cakra Utama, Pengadilan Negeri Medan, Senin (12/11).

Sidang yang berlangsung menjelang pukul 11.00 WIB tersebut, Asiong mengatakan dirinya sudah mendirikan PT Binivan Konstruksi Abadi sejak tahun 2007. Dia pun mengatakan telah bekerja untuk beberapa bupati sebelum Pangonal Harahap.

"Saya mulai main proyek sejak tahun 2007, sudah tiga bupati yang pakai saya. Mulai Pak Tengku Milwan, Pak Tigor Panusunan Siregar sampai Pangonal Harahap," ucapnya saat ditanya Majelis Hakim Tipikor yang dipimpin Irwan Effendi.

Asiong mengaku menyesali perbuatannya yang menyuap bupati untuk mendapatkan proyek. Namun dia beralasan, tidak mungkin perusahaannya mendapatkan proyek jika tidak memberikan fee.

"Proyek itu rata-rata ditenderkan yang mulia. Saya memberikan fee untuk mendapatkan pekerjaan (proyek) lah. Saya tahu proyek ini dari bupati melalui pesuruhnya si Yazid (adik ipar Pangonal) yang mulia," sambungnya.

Kepada majelis hakim, dia kembali berujar bahwa memberikan fee proyek merupakan tradisi di Labuhan Batu. "Sudah permainannya begitu yang mulia. Tanpa begitu tidak dapat kerja (proyek)," ujarnya.

Asiong mengatakan bahwa perusahaan miliknya yakni PT Binivan Konstruksi Abadi adalah satu satunya yang dia miliki. Terkait adanya perusahaan lain yang bekerja di Rantauprapat merupakan dia sewa untuk pengerjaan proyek.

"Perusahaan saya cuman satu yang mulia PT Binivan Konstruksi Abadi saja yang mulia. Kualifikasinya adalah konstruksi. Kalau perusahaan lain, itu rekanan kami sewa untuk pengerjaan," ucapnya.

Asiong membeberkan bahwa bawahan Pangonal Harahap paling tidak sempat dia berikan uang dalam jumlah kecil. Sejauh ini, selain Pangonal tidak ada yang meminta dirinya.

Terkait besaran proyek Asiong mengatakan bahwa besaran fee dihitung dari besaran nilai kontrak, bukan keuntungan. Dia pun mengaku sempat dinego oleh Pangonal yang kala itu meminta fee sebesar 13 persen.

"Melalui suruhannya si Yazid, Pangonal minta 13 persen tapi saya rasa itu terlalu tinggi makanya saya bilang bahwa fee yang bisanya itu saya beri 10 persen," ucap Asiong.

Sidang lanjutan dugaan suap tersebut akan dilanjutkan kembali oleh majelis hakim pada Kamis pekan depan. Adapun agendanya adalah tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi.

Diketahui sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Dody Sukmono, Mayhardi Indra dan Agung Satrio Wibowo bahwa Pangonal Harahap menerima uang dari Asiong total sebesar Rp38.882.050.000 dan SGD 218.000 secara bertahap. Uang tersebut diduga merupakan fee proyek sejak tahun 2016, 2017 hingga 2018.

Sejumlah uang tersebut diserahkan bertahap melalui Baikandi Harahap (anak Pangonal), Yazid Anshori (adik ipar Pangonal) dan stafnya Umar Ritonga (Buron). (AFS)

26°C

Medan, Sumatera Utara

Mostly Cloudy

Humidity: 90%

Wind: 4.83 km/h

  • 17 Dec 2018 28°C 22°C
  • 18 Dec 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px