Log in

ASEAN Harus Bersatu Perangi Terorisme dan Narkoba

Presiden Jokowi diabadikan bersama Menlu Retno Marsudi dan sejumlah pemimpin delegasi negara-negara ASEAN saat menghadiri Peringatan 50 Tahun ASEAN di Sekretariat ASEAN, Jakarta pada Jumat (11/8). Presiden Jokowi diabadikan bersama Menlu Retno Marsudi dan sejumlah pemimpin delegasi negara-negara ASEAN saat menghadiri Peringatan 50 Tahun ASEAN di Sekretariat ASEAN, Jakarta pada Jumat (11/8).

Jakarta-andalas Presiden Joko Widodo mengatakan tindak kejahatan lintas batas seperti terorisme dan penyelundupan narkoba menjadi tantangan negara-negara ASEAN untuk dapat memberantasnya bersama.

"Ancaman terorisme merupakan ancaman yang nyata. Serangan terorisme di Marawi menjadi 'wake up call' bagi kita yang perlu direspon dengan segera. Untuk itu kita harus bersatu menggalang kerja sama, memperkuat sinergi untuk memerangi terorisme," ujar Presiden dalam sambutannya saat menghadiri Peringatan 50 Tahun ASEAN di Sekretariat ASEAN, Jakarta pada Jumat (11/8).

Menurut Presiden, situasi politik dan keamanan di kawasan menjadi tantangan bagi ASEAN untuk dapat mengatasinya melalui penguatan kerja sama.

Dalam merespon masalah itu, Indonesia telah menggagas pertemuan trilateral bersama Filipina dan Malaysia di Manila pada 22 Juni 2017 untuk memperkuat kerja sama pemberantasan terorisme.

Selain itu, Indonesia juga menggagas pertemuan regional bersama Australia, Selandia Baru, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina di Manado pada 29 Juni 2017.

Selain terorisme, Jokowi menekankan pentingnya kerja sama di bidang pemberantasan penyelundupan narkoba yang juga merupakan kejahatan lintas batas.

"Kita harus menyatakan perang kepada narkoba dan obat-obat terlarang. Kita tidak ingin pemuda ASEAN kehilangan masa depannya karena dirusak obat-obat terlarang ini. Untuk itu tidak ada jalan lain kecuali bersatu menyelamatkan ASEAN dari narkoba dan obat-obat terlarang," ujar Presiden.

Kemudian Presiden menjelaskan bahwa ASEAN juga harus menjaga sentralitas ditengah perebutan pengaruh negara-negara besar di kawasan Asia Tenggara maupun di tataran global.

"Hanya dengan bersatu, ASEAN akan bisa menjaga sentralitasnya, mewujudkan cita-cita bersama. Hanya dengan bersatu, ASEAN akan bisa menentukan masa depannya sendiri, tanpa harus didikte oleh kepentingan negara-negara besar," kata Jokowi.

Kepala Negara mengatakan usia Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN yang telah mencapai 50 tahun membuktikan kebersamaan yang membanggakan.

"Dalam usia 50 tahun ini, ASEAN selalu bersama, selalu bergandengan tangan dalam semangat persaudaraan, berjalan bersama untuk menciptakan ekosistem perdamaian, kokoh menjaga stabilitas, serta bergerak terus mewujudkan kesejahteraan bersama," kata Presiden.

Menurut Jokowi ASEAN berbeda dengan organisasi regional lain di dunia yang mengelola masalah kawasan melalui negosiasi dan dialog konstruktif. Kepala Negara mengatakan ASEAN juga mulai memperkuat pertumbuhan ekonomi dengan membangun integrasi ekonomi kawasan.

Presiden menjelaskan berdasarkan data World Economic Forum, saat ini ASEAN adalah kekuatan ekonomi terbesar ke-6 di dunia, sementara pada 2020 diperkirakan akan naik menjadi kekuatan ekonomi ke-5 terbesar di dunia.

"Dan pada tahun 2030, ASEAN akan tumbuh menjadi pasar ke-4 terbesar di dunia setelah Uni Eropa, Amerika Serikat dan RRT. Inilah hasil nyata dari kebersamaan kita dalam ASEAN," kata Jokowi. (ANT)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 23 Oct 2017 29°C 23°C
  • 24 Oct 2017 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px