Log in

Andi Lala Lunglai Divonis Hukuman Mati

Andi Lala (berbaju merah) saat coba dihibur penasihat hukumnya usai pembacaan vonis di PN Medan, Jumat (12/ 1). andalas|ahmad fuad siregar Andi Lala (berbaju merah) saat coba dihibur penasihat hukumnya usai pembacaan vonis di PN Medan, Jumat (12/ 1). andalas|ahmad fuad siregar

Bunuh Satu Keluarga di Medan Deli

Majelis hakim menghukum mati Andi Matalata alias Andi Lala, otak pelaku pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di Mabar, Medan Deli, Kota Medan.

"Menyatakan, memutuskan terdakwa Andi Matalata alias Andi Lala, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan secara berencana. Oleh karenanya majelis hakim yang mengadili perkara ini menjatuhkan hukuman mati."

Begitu isi vonis yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Domingus Silaban dalam persidangan yang berlangsung di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri Medan, Jumat (12/1). Mendengar vonis majelis hakim tersebut,  Andi Lala shock. Tubuhnya tampak lunglai. Wajahnya pucat dan bibirnya gemetar. Beberapa kali Andi tampak menghela nafas panjang sambil melirik ke arah tim penasihat hukumnya.

Menurut majelis hakim perbuatan pelaku sangat keji karena telah menghilangkan nyawa empat orang satu keluarga dan membuat trauma seorang anak korban yang masih di bawah umur. Majelis hakim juga menghukum dua terdakwa lain dalam kasus itu, yakni Andi Syahputra dan Roni Anggara yang merupakan rekan Andi Lala dengan hukuman masing-masing selama 20 tahun penjara.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan Andi Lala secara bersama-sama (berkas terpisah)  dengan  Ronny Anggara dan Andi Syahputra membunuh Riyanto sekeluarga.  Ketiganya terbukti melanggar Pasal 340 ayat 1 ke 1 KUH Pidana, serta Pasal 338 ayat 1 ke 1 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim sependapat dengan penuntut umum dari Kejati Sumut, Kadlan Sinaga bahwa tidak ada alasan pemaaf bagi ketiga pelaku. Sebelum majelis hakim menutup sidang, ketiga terdakwa melalui penasihat hukumnya langsung mengajukan banding. Hal sama juga dilakukan jaksa.

Salah seorang tim penasihat hukum terdakwa, Torang Manurung menyatakan banding khususnya untuk Andi Syahputra dan Roni Anggara yang tidak terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Torang menjelaskan kalau keduanya hanya diajak oleh Andi Lala menemani ke rumah Riyanto untuk menagih utang. Selain itu barang bukti parang yang digunakan untuk menghabisi korban, juga tidak diperlihatkan selama persidangan. Dari pantauan wartawan, kerabat korban yang hadir di persidangan mengucapkan rasa syukur karena Andi Lala dihukum mati.

"Syukurlah otak pelaku dihukum mati, udah pantas itu maunya yang dua lagi juga dihukum yang sama," ucap pria bertopi cut yang langsung meninggalkan ruang sidang.

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU, Andi Lala didakwa membunuh lima orang yang merupakan satu keluarga di Jalan Mangaan, Mabar, Medan, Ahad dini hari, 9 April 2017. Andi Lala menghabisi nyawa para korban dengan menggunakan besi sepanjang 60 Cm dan berat 11 Kg.

Lima orang tewas dan seorang balita 4 tahun terluka parah. Kelimanya, yakni Riyanto (40) dan istrinya Sri Ariyani (38), anak mereka, Naya (14) dan Gilang (8) serta mertua Riyanto, Marni (60).  Sementara, putri bungsu Riyanto, Kinara (4) lolos dari maut dan ditemukan dalam keadaan kritis.

Andi Lala didakwa dendam karena Rianto tidak kunjung memberikan sabu meskipun dia sudah memberikan uang Rp5 juta. Bersama keponakannya, Roni Anggara dan temannya Andi Syahputra, Andi Lala mendatangi kediaman Rianto pada Sabtu, 8 April 2017. Dia kemudian mengajak korban Rianto bergantian mengisap sabu.

Saat giliran Rianto mengisap sabu, Andi Lala menghantamkan besi seberat 11 Kg ke kepalanya. Mendengar suara ribut-ribut, Andi Syahputra dan Roni Anggara, yang awalnya berada di luar, masuk ke dalam rumah. Andi Syahputra kemudian diperintahkan melihat situasi di luar rumah. Sementara Roni ikut menghabisi nyawa korban lainnya di dalam rumah. (AFS)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 98%

Wind: 6.44 km/h

  • 21 Apr 2018 28°C 22°C
  • 22 Apr 2018 28°C 23°C

Banner 468 x 60 px