Log in

Amien Rais Minta Kapolri Dicopot


Jakarta-andalas Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Muhammad Amien Rais, memenuhi panggilan polisi untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoax tersangka Ratna Sarumpaet, di Mapolda Metro Jaya.

 Sebelum masuk ke dalam Gedung Main Hall Polda Metro Jaya, Amien sempat menyatakan bahwa dirinya meminta Presiden Joko Widodo mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian.    

"Saya tahu soal KPK. Saya enggak akan berpanjang-panjang. Saya minta kepada Pak Jokowi, Kapolri Pak Tito Karnavian agar segera dicopot," ujar Amien, di depan Gedung Main Hall Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10).

Amien tidak menjelaskan secara gamblang apa alasan dirinya meminta Tito dicopot. Namun, dia hanya menunjukkan selembar pemberitaan surat kabar nasional kepada wartawan.

"Saya yakin pimpinan Polri yang jujur dan mengabdi bagi bangsa negara masih banyak untuk mengganti Pak Tito Karnavian. Saya cinta polisi, polisi itu keamanan nasional, tetapi kalau ada oknum tidak benar tentu harus diganti," katanya.

Setelah menyampaikan keterangan, Amien kemudian masuk ke dalam gedung Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Ia masuk didampingi sejumlah pengacara.

Sementara itu, ratusan massa simpatisan masih menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang Polda Metro Jaya. Polisi pun melakukan penjagaan dan pengamanan.

Amien Rais memenuhi panggilan kedua Polda Metro Jaya sebagai saksi atas kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet. Amien tiba di Mapolda Metro Jaya pada pukul 10. 12 WIB. Amien akan menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus penyebaran berita bohong atau hoaks dengan tersangka Ratna Sarumpaet.

Amien bersama calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, serta kader partai lainnya sempat bertemu Ratna Sarumpaet pada Selasa (2/10/2018). Hal ini lah yang menjadi dasar pemanggilan Amien sebagai saksi.

Usai menjalani pemeriksaan selama sekitar enam jam, Amien Rais mengaku merasa dihormati dan diperlakukan baik oleh polisi.

"Saudara-saudara, saya merasa dihormati, dimuliakan oleh para penyidik. Jadi betul-betul suasananya akrab penuh tawa, penuh canda dan lain-lain," kata Amien Rais kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

Amien mengatakan memang dia ada di ruang pemeriksaan selama 6 jam. Namun sesungguhnya pemeriksaan hanya berlangsung separuh dari waktu tersebut.

"Yang separuh itu untuk makan dan salat dan ngobrol ke sana ke mari," akunya.     "Demikian smooth, demikian bagus. Pertanyaannya tidak muter-muter apalagi menjebak. Saya terima kasih sekali," imbuh mantan Ketua MPR ini.

Amien juga mengaku dijamu makan siang oleh Polri. Dia bahkan sempat diperiksa tensi darahnya. "Hari ini setelah makan ada dokter lewat, 'Pak ukur tensi saya, 120,80. Jadi sehat walafiat, boleh makan tongseng dan sate," ujarnya.

Sosiolog Dr Kastorius Sinaga menilai Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang meminta Presiden Joko Widodo mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian berusaha membuka ruang negosiasi dengan Polisi.

"Tuntutan yang disampaikan Amien Rais, merupakan bentuk intimidasi politik untuk membuka ruang negosiasi dengan Polisi," kata Kastorius Sinaga, melalui pernyataan tertulis yang diterima Antara, di Jakarta, Rabu.

Apalagi, kata Kastorius, pernyataan tuntutan tersebut disampaikan Amien Rais yang didampingi massa PA 212, kepada media menjelang pemeriksaannya di kantor Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, terkait pernyataan bohong Ratna Sarumpaet.

Bagi Kastorius, dengan tuntutan tersebut, Amien tampak berusaha membuka ruang negosiasi. Amien, kata dia, berusaha mengungkit kasus yang sudah berkekuatan hukum tetap, dan menudingkannya kepada Kapolri. "Perilaku itu terkesan kuat sebagai perilaku politik guna membuka ruang negosiasi," katanya.

Kastorius mengkritik, bahwa Amien sepatutnya datang memenuhi panggilan Polisi dan memberikan sikap teladan kepada publik. Apalagi, kata dia, Amien Rais sebagai mantan ketua MPR RI seharusnya menunjukkan sikap teladan dalam proses penegakan hukum.

Menurut Kastorius, persoalan hoaks Ratna Sarumpaet berpotensi menjadi salah satu sumber gangguan ketertiban nasional menjelang pemilu presiden 2019, sehingga lumrah jika Kepolisian memprioritaskan penyelesaian kasus ini, guna menghindari eskalasi dampak kasus yang dapat berbuntut pada konflik horizontal di masyarakat.

Penentuan posisi Amien Rais sebagai saksi kunci dalam kasus hoaks Ratna ini, menurut dia, juga merupakan hal yang biasa dalam hukum acara penyidikan Polri. Karena Amien adalah salah satu pihak yang pertama mengetahui, bertemu, dan berdiskusi dengan Ratna serta ada pengakuan kebohongan. "Jadi, sebenarnya ini proses yang normal," katanya. (BS/DTC/ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 98%

Wind: 8.05 km/h

  • 20 Oct 2018 30°C 21°C
  • 21 Oct 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px