Log in

Akhyar: Medan Bukan Kota Terkotor


TPA Terjun akan Dikelola Berbasis Sanitary Landfill

Medan-andalas Kota Medan lagi-lagi gagal meraih Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Alih-alih mendapat Adipura, Medan sebagai kota metropolitan kini malah mendapat predikat "kota terkotor" di Indonesia.    

Pemerintah Kota (Pemko) Medan keberatan dengan predikat yang  disandangkan untuk kotanya tersebut. Sebab predikat itu bukan dari KLHK, melainkan dari media-media yang dinilai kurang tepat memberitakan hasil penilaian KLHK terkait  Adipura.

Dalam acara Sapa Pagi yang ditayangkan Kompas TV dari Tempat Pembuang Akhir sampah (TPA) di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Rabu (16/1), Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution menjelaskan ada beberapa kriteria dalam penilaian Adipura. Salah satunya menyangkut pengelolaan TPA yang masuk penilaian utama dan bobot nilainya mencapai 60 persen.

Akhyar mengakui Pemko Medan selama ini mengelola TPA Terjun masih dengan sistem open dumping, belum sepenuhnya dengan sistem sanitary landfill dan itu yang dinilai KLHK sehingga membuat nilai yang diperoleh Kota Medan dalam pengelolaan TPA menjadi sangat rendah.

“Jadi bukan kota terkotor seperti yang diberitakan sejumlah media usai penyerahan Piala Adipura oleh Wapres Jusuf Kalla di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (14/1),” kata Akhyar.

Oleh karenanya pasca-penilaian KLHK, Akhyar mengatakan Pemko Medan akan melakukan pengelolaan sampah berbasis sanitary landfill, termasuk juga di TPA Namo Bintang yang akan dioperasikan dalam waktu dekat.

Selain akan menjadi lebih baik, dia juga optimistis delivery sampah mulai dari hulu (rumah warga) sampai hilir (TPA) akan berjalan lebih lancar dan cepat dibandingkan yang selama ini dilakukan.

Akhyar mengungkapkan, selama ini delivery sampah dari hulu sampai hilir memakan waktu sekitar 5 jam dengan perincian 2 jam truk sampah mengangkut sampah dari rumah warga, 2 jam perjalan menuju TPA dan 1 jam menunggu giliran untuk melakukan pembuangan.

“Apabila TPA Namo Bintang sudah dioperasikan, maka sampah yang berasal dari kawasan sekitarnya tidak perlu lagi dibuang ke TPA Terjun, langsung dibuang saja ke TPA Namo Bintang. Artinya, kita ingin mempersingkat waktu pembuangan sehingga delivery sampah bisa lebih efektif dan cepat lagi,” ungkapnya.

Akhyar menegaskan, Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) selama ini terus bekerja keras untuk menjadikan Kota Medan bersih sampah.

Hal itu dilakukan bukan untuk mendapatkan Piala Adipura melainkan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dikatakannya, tugas pemerintah untuk menciptakan kebersihan dengan memindahkan sampah yang dihasilkan masyarakat ke TPA. Sedangkan tugas masyarakat, menempatkan sampah yang dihasilkan dalam wadah dan tempatkan di depan rumah masing-masing. Sebab, DKP Kota Medan telah menugaskan para petugasnya menggunakan becak untuk melakukan pengangkatan hingga sampai dalam gang-gang sekalipun.

“Semua sampah yang ditempatkan dalam wadah pasti diangkat. Tolong sampah itu diletakkan depan rumah pagi mulai pukul 06.00 sampai  09.00 WIB karena itulah waktu pengakutan yang dilakukan. Jika sampah dikeluarkan dari rumah di atas pukul 12.00 WIB, maka sampah itu tidak diangkat lagi, keesokan paginya baru diangkat kembali. Untuk itulah tempatkan dalam wadah yang baik dan kuat sehingga tidak berserakan,” ungkapnya.

Di samping itu dalam upaya menciptakan kebersihan, Akhyar mengatakan, Pemko Medan juga memiliki petugas Melati dan Bestari serta sarana dan prasarana pendukung kebersihan seperti dump truck, konvektor, amrol, bak sampah serta becak pengangkut sampah. Kemudian ditambah lagi dengan personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) di setiap kecamatan yang juga ikut mendukung kebersihan.

Selain itu, tambah Akhyar, Pemko Medan juga telah memiliki regulasi dan rencana stategis dalam pengelolaan sampah. Namun sejauh ini regulasi itu belum diterapkan, terutama terhadap masyarakat yang masih buang sampah sembarangan.

“Kita masih berharap warga Kota Medan dengan penuh kesadaran untuk senantiasa menjaga kebersihan dengan tidak buang sampah sembarangan,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Akhyar didampingi Kepala Dinas BLH Kota Medan Rizal Dongoran, Sekretaris DKP Zul F Ahmadi, dan Kabag Humas Rido Nasution meninjau kondisi TPA Terjun. Dalam peninjauan itu, Akhyar memperlihatkan proses pengelolaan sampah yang dilakukan secara open dumping maupun sanitary landfill.

"Di tahun 2019, rencananya kita akan melakukan penambahan dump truck sebanyak 25 unit lagi untuk mendukung kelancaran pengangkutan sampah dari hulu sampai hilir. Di samping itu diikuti dengan perbaikan dan pembenahan TPA Terjun yang akan berbasis sanitary landfill. Lalu, kita juga dalam waktu dekat ini nakan mengoperasikan kembali TPA Namo Bintang yang memiliki luas sekitar 16 hektare. Berhubung TPA Namo Bintang masuk wilayah Deli Serdang, makanya Pemko Medan tengah berkoordinasi dengan Pemkab Deli Serdang terkait dengan rencana pengoperasian tersebut,”  jelas Zul F Ahmadi menambahkan.

Jangan Jadikan Alasan

Sementara itu Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan Bobby O Zulkarnain, meminta Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan M Husni harus memiliki strategi dalam menangani dan mengelola sampah di Kota Medan.

"Kondisi TPA di Terjun sudah tidak memadai untuk menampung sampah dari seluruh sudut Kota Medan. Kadis Kebersihan dan Pertamanan harus memiliki strategi untuk mengatasinya. Jangan itu dijadikan alasan," terang Bobby, Rabu (16/1).

Dia tidak menampik, bila secara kasat mata, Kota Medan memang jorok. Hal itu terlihat dari bertaburannya sampah hampir di setiap ruas jalan.  "Kesuksesan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan tidak semata dilihat dari sistem pengelolaan sampah saja. Melainkan dari kondisi setiap sudut kota Medan. Harus benar-benar bersih dari sampah," tegasnya.

Untuk menjaga hal itu, Pemko Medan harus tegas menerapkan perda tentang pengelolaan sampah. Masyarakat yang didapati membuang sampah sembarang, harus dikenakan sanksi sesuai aturan tersebut. Sehingga menimbulkan kesadaran bagi masyarakat lainnya.

"Perlu upaya sinergi antara masyarakat dan Pemko Medan. Selain itu, harus dilakukan pengawasan oleh Dinas terkait. Bila ditemukan pelanggaran, harus ditindak. Itu penting untuk menimbulkan kesadaran," bilang mantan karyawan PD Kebersihan Kota Medan itu. (BEN/THA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px