Log in

Ada Suap Lain ke Pangonal


KPK: Jumlahnya Sekitar Rp40 Miliar

Jakarta-andalas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengendus adanya suap lain yang diterima Bupati Labuhan Batu nonaktif Pangonal Harahap. Suap berkaitan dengan beberapa proyek di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara.

"KPK sedang melakukan identifikasi dugaan penerimaan lain dengan jumlah sampai saat ini sekitar Rp40 miliar. Penyidik masih terus mendalami dugaan penerimaan lainnya," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (12/9).

Penerimaan suap yang diterima Bupati Pangonal ini jauh lebih tinggi dibanding bukti awal yang ditemukan saat operasi tangkap tangan (OTT) yakni Rp576 juta. KPK pun langsung memetakan aset milik Pangonal yang diduga terkait dengan suap.

"Selain itu, kami juga mengingatkan jika ada pihak-pihak di Labuhan Batu atau Sumatera Utara secara umum ditawarkan aset yang terkait dengan tersangka PHH (Pangonal) agar berhati-hati dan segera menyampaikan informasi pada KPK," kata Febri.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Labuhan Batu Pangonal Harahap sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek-proyek di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara.

Selain Bupati Pangonal, KPK juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka. Yakni Umar Ritonga selaku pihak swasta serta orang kepercayaan Bupati dan Effendy Syahputra selaku pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi (BKA).

Bupati Pangonal dan Umar Ritonga diduga menerima suap dari Effendy melalui beberapa perantara sebesar Rp576 juta.

Uang Rp576 juta merupakan bagian dari pemenuhan permintaan Bupati Panganol sekitar Rp3 miliar. Sebelumnya sekitar bulan Juli 2018 diduga telah terjadi penyerahan cek sebesar Rp1,5 miliar, namun tidak berhasil dicairkan.

Adapun, uang Rp576 juta yang diberikan Effendy kepada Pangonal melalui Umar Ritonga bersumber dari pencairan dana pembayaran proyek pembangunan RSUD Rantau Prapat, Labuhan Batu.

Untuk tersangka Umar Ritonga sampai saat ini belum ditemukan dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Tersangka pemberi suap adalah Effendy Sahputra yang disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU No 31 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan tersangka penerima suap adalah Pangonal Harahap dan Umar Ritonga yang disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 tentang sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-l KUHP. (LIP6/ANT)

 

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 21 Sep 2018 28°C 23°C
  • 22 Sep 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px