Log in

9 Terduga Teroris Ditangkap di Sumut


Dua Orang Ditembak, Satu Tewas

Medan-andalas Tim Detasemen Khusus 88 Mabes Polri terus mengintensifkan penangkapan terhadap terduga teroris di sejumlah wilayah di Indonesia, tidak terkecuali di Sumatera Utara.  Sumber dari pihak kepolisian menyebutkan, pada Selasa (15/5), tim Densus 88 menggerebek sejumlah lokasi di Deli Serdang, Asahan, dan Tanjung Balai.

Dari operasi penindakan itu, sebanyak sembilan orang terduga teroris diamankan termasuk sorang wanita. Dua orang diantara para terduga teroris yang ditangkap, ditembak. Seorang meninggal dunia dan seorang lagi terluka di bagian kaki.

Menurut sumber, di Deli Serdang ada dua lokasi yang digerebek petugas Densus 88, yakni di Perumnas Mandala dan Desa Sampali, Kecamatan Percuta Sei Tuan.

Dari penyergapan di dua lokasi itu, dua orang terduga teroris ditangkap. Kedua pria yang belum diketahui identitasnya itu langsung diboyong ke Mako Brimob Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan.

Sementara dari operasi penindakan di Asahan dan Tanjung Balai, tim Densus 88 yang dibantu Brimob menangkap tujuh orang terduga teroris, seorang diantaranya tewas ditembak dan seorang lagi luka ditembak di bagian kaki.

"Untuk yang di Tanjung Balai, iya bang satu (tewas). Satu lagi cederalah. Betul lima lainnya juga diamankan di Tanjung Balai,” ucap petugas yang ikut dalam operasi penangkapan tersebut.

Informasi lain yang dihimpun dari sumber di kepolisian menyebutkan, sekira pukul 06.30 WIB, penangkapan pertama terduga teroris dilakukan terhadap Do di Sungai Apung, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, tepatnya di depan rumah warga berinisial A.

Berdasarkan keterangan A, pada waktu itu Do sedang mempersiapkan gerobak dagangan yang digunakan untuk berjualan di bulan puasa. A melihat sekelompok orang diduga dari Densus 88 membungkus kepala Do dengan kain hitam dan buru-buru memasukkannya ke dalam mobil.

Kemudian, sekira pukul 12.00 WIB, dilakukan penangkapan terhadap ASS di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjung Balai.

Selanjutnya, sekira pukul 13.30 WIB, penangkapan dilakukan terhadap Hd di halaman rumah makan, tepat di depan RSUD Tanjung Balai Jalan Dr Tengku Mansyur, Kelurahan Perwira, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

Saat itu, dua terduga teroris berada di RSUD Tengku Mansyur membawa saudaranya berobat. Keduanya langsung ditangkap petugas Densus 88 dan membawa mereka dengan menggunakan mobil Avanza warna hitam.

Kemudian pada sekira pukul 16.53 WIB, tim Densus 88 dibantu Brimob melakukan penangkapan terhadap dua orang terduga teroris lainnya di Jalan Besar Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai.

Dalam proses penangkapan terjadi baku tembak hingga terduga teroris berinisial Sa meninggal dunia dan seorang rekannya yang identitasnya belum diketahui ambruk ditembak di bagian kakinya.

Menurut laporan, terduga teroris yang terluka akibat tembakan ini langusng dibawa petugas ke rumah sakit setempat dengan becak motor.

Hingga saat ini, di lokasi kejadian yang sempat membuat heboh masyarakat Tanjung Balai ini masih terpasang garis polisi dan perimeter untuk mempermudah ruang gerak aparat dalam melakukan tindakan.

Sementara Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan ketika dikonfirmasi mengaku belum memeroleh informasi tersebut.

Dia menyarankan wartawan untuk mengonfirmasi kebenaran penangkapan terhadap terduga teroris itu langsung ke pihak Densus 88 di Jakarta. "Langsung saja konfirmasi ke Densus (88), saya belum dapat informasi," tandasnya.

Namun Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw saat diwawancarai MetroTv tadi malam membenarkan adanya operasi penangkapan terduga teroris di Asahan dan Tanjung Balai tersebut. Namun dia tidak bisa menjelaskan secara rinci kegiatan operasi yang dilaksanakan Densus 88 tersebut.

"Benar, ada informasi penangkapan. Tapi hasilnya seperti apa, kepolisian pusat belum bisa dikoordinasikan. Nanti mungkin setelah tim itu tiba di Polda baru bisa," kata Paulus.
    
Aktivitas Mencurigakan

Sementara itu penggrebekan yang dilakukan Densus 88 dan Brimob terhadap sebuah rumah di Jalan Yos Sudarso, Lingkungan IV, Kelurahan Beting, Kuala Kapias (BKK), Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai, Selasa (15/5) petang berawal dari laporan kepala lingkungan. Rumah itu dihuni sejumlah pria dengan aktivitas mencurigakan.

Menurut Camat Teluk Nibung Amiruddin, ketika petugas dan kepala lingkungan mendatangi rumah tersebut, secara mendadak seorang pria yang membuka pintu langsung menyerang Syafii alias Atan, Kepala Lingkungan IV dengan menggunakan golok.

"Akibat serangan itu, kepling tersebut mengalami luka bacok pada bagian tangan. Sedangkan pria penyerang tertembak petugas," katanya.

Untuk perawatan, kepala lingkungan korban luka bacok dilarikan ke Rumah Sakit Umum dr Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai.

Sementara, jenazah terduga teroris dan seorang terduga teroris yang terluka ditembak bagian kakinya sudah dievakuasi ke RSUD Kota Tanjung Balai. Areal rumah sakit juga disterilkan petugas kepolisian berseragam dan bersenjata laras panjang.

Sedangkan empat pria dan seorang wanita yang turut diamankan dari tempat berbeda di Asahan dan Tanjung Balai langsung diboyong petugas Densus 88 ke Mapolda Sumut di Medan.

Seperti diketahui, pasca-rentetan teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, Densus 88 terus mengefektifkan pemutusan sel-sel kelompok teroris di seluruh wilayah tanah air.

Pasca penyergapan di sejumlah wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan, operasi penindakan juga menyasar ke sejumlah wilayah di Sumut.

Selain di Asahan dan Tanjung Balai, Sumut, di hari yang sama Densus 88 juga melakukan operasi penangkapan terhadap terduga teroris di daerah Manukan, Surabaya, Jawa Timur. Dalam operasi penangkapan itu, Densus 88 juga sempat baku tembak dengan terduga teroris.

Satu orang terduga teroris tewas dalam baku tembak itu. Jenazah pria yang ditaksir berumur 40 tahun tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur. Namun identitasnya belum diketahui.

Selain itu, tim khusus antiteror ini juga mengamankan tiga anak kecil dari sebuah rumah yang ditempati terduga teroris tersebut. Belum ada yang bisa dikonformasi apakah ketiga anak kecil merupakan anak terduga yang tewas ditembak. “Masih diselidiki,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Selasa (15/5).

Hingga saat ini situasi di lokasi masih dipenuhi warga yang menonton. Pengamanan ketat juga dilakukan aparat kepolisian dengan memasang police line di lokasi. (ACO/DA/OKZ)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

29°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 79%

Wind: 11.27 km/h

  • 22 May 2018 30°C 23°C
  • 23 May 2018 30°C 23°C

Banner 468 x 60 px