Log in

71 Tahun Sumut Menjaga Karya Monumental, Toleransi, dan Harmonisasi

Gubernur Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah menyalami mantan Gubernur Syamsul Arifin dan para tokoh masyarakat usai rapat paripurna istimewa peringatan Hari Jadi ke-71 Tahun Provsu di Gedung DPRD Sumut, Senin (15/4). Gubernur Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah menyalami mantan Gubernur Syamsul Arifin dan para tokoh masyarakat usai rapat paripurna istimewa peringatan Hari Jadi ke-71 Tahun Provsu di Gedung DPRD Sumut, Senin (15/4).

Karya pembangunan para pendahulu yang monumental, rasa saling toleransi serta harmonisasi kehidupan bermasyarakat dirasakan mengiringi sejarah perjalanan Provinsi Sumatera Utara yang kini memasuki usia ke-71 tahun.

Hal itu yang ditekankan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-71 Tahun Provinsi Sumatera Utara di Gedung DPRD Sumatera Utara Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (15/4).

Selain para anggota DPRD Sumut, rapat paripurna istimewa tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Musa Rajekshah, unsur Forkompimda Sumut, para pimpinan OPD Pemprovsu, serta tokoh-tokoh masyarakat.

Dalam pidatonya di hadapan para undangan, Gubernur menyampaikan bahwa selain ungkapan syukur, peringatan hari jadi tersebut juga sebagai momentum introspeksi terhadap kendala program pembangunan yang berjalan.

Sehingga hal itu dapat dijadikan peluang memproyeksikan Provinsi Sumatera Utara sebagai satu yang terbaik di Indonesia, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023. "Selama 71 tahun perjalanan waktu Sumatera Utara tumbuh dan berkembang mencapai kemajuan tahap demi tahap. Di awal kemerdekaan provinsi ini beribu kota di Medan, tepatnya 15 April 1948. Dengan Undang-Undang Nomor 10/194 (Sumatera) ditetapkan menjadi tiga provinsi,” ujar Gubernur seraya mengatakan Sumut, Sumteng, dan Sumsel adalah tiga provinsi yang ditetapkan saat itu.

Keberadaan Sumatera Utara hingga saat ini, kata Gubernur, menjadi catatan penting karena provinsi ini tetap eksis dalam wilayah bekas Keresidenan Sumatera Timur dan Tapanuli. Karenanya keharmonisan masyarakat harus tetap terjaga, sebagaimana terjaganya jejak sejarah monumental yang diukir para pendahulu. Beberapa diantaranya yang membanggakan yakni Stadion Teladan (1951-1953) dalam rangka persiapan tuan rumah PON.

Demikian juga Marahalim Cup yang menjadi bagian penting dalam cikal bakal sepak bola Indonesia. Serta pembangunan infrastruktur jalan tol pertama di luar Pulau Jawa. Karena itu, katanya, banyak karya-karya pemimpin di masa lalu yang begitu monumental, baik mereka yang masih hidup dan menjadi saksi maupun yang sudah almarhum.

“Kurang lebih sudah tujuh bulan kami memimpin Sumut. Banyak hal yang menjadi ide untuk membangun seperti rencana pembangunan pusat olah raga dalam satu kawasan terpadu. Demikian juga rencana pembangunan jalan tol dalam Kota Medan. Karena itu kami berharap masa kepemimpinan kami bisa memberikan kontribusi pembangunan yang monumental seperti pemimpin terdahulu,” jelas Edy.

Usia 71 tahun, kata Edy, menggambarkan pertambahan umur dan kemajuan berbagai bidang. Termasuk pendewasaan dalam aspek kehidupan sosial politik, terutama memaknai demokrasi dengan tetap menjaga keharmonisan antar elemen masyarakat.

“Oleh karena itu senantiasa kita harus menjaga toleransi dan taat asas pada peraturan perundang-undangan. Sejalan dengan itu, kita tahu ini tahun politik. Saya mengajak semua berperan aktif menyukseskan pesta demokrasi ini,” tambahnya.

Sumut yang bersatu dalam perbedaan, kata Gubernur, menjadi sebuah harmoni yang indah. Guna mewujudkan pemilu yang aman, tertib dan lancar. Sehingga Pilpres serta Pileg 17 April 2019 di Sumut bisa menjadi contoh berdemokrasi baik dan benar. Hal ini sesuai tema ’71 Tahun Sumut, Kita Sukseskan Pesta Demokrasi 2019 dan Pembangunan untuk Mewujudkan Masyarakat Maju, Aman dan Bermartabat.’

Sementara Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman juga menyebutkan bahwa visi Sumatera Utara yang Maju, Aman dan Bermartabat, bersamaan dengan misi mewujudkan masyarakat yang bermartabat dalam kehidupan, politik, pendidikan, pergaulan dan lingkungan. Sebagaimana disepakati dalam RPJMD bahwa prioritasnya adalah peningkatan kesempatan kerja dan berusaha, peningkatan dan pemenuhan akses pendidikan, infrastruktur yang baik dan berawawasan lingkungan, penyediaan layanan kesehatan berkualitas serta peningatan daya saing melalui sektor agraris dan periwisata.

“Di samping berbagai harapan, kita tahu ini tahun politik. Namun saya yakin segala perbedaan yang ada justru akan memperkuat persatuan dan kesatuan. Apalagi masyarakat kita sudah cukup pengalaman dalam Pemilu,” ujar Wagirin sembari berterima kasih kepada seluruh pelaku pembangunan yang menyejahterakan masyarakat.

Turut hadir Anggota DPD RI, Anggota DPRD Sumut, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sumut, Nawal Edy Rahmayadi dan Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, mantan Gubernur Sumut (2008-2013) Syamsul Arifin, sejumlah mantan Sekdaprov Sumut, para rektor perguruan tinggi, perwakilan negara sahabat, camat terbaik, lurah terbaik, tenaga kesehatan terbaik, masyarakat, dan para undangan lainnya.

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px