Log in

5 Pembunuh Aktivis dan Mantan Caleg Ditangkap

DITANGKAP-Inilah lima tersangka pelaku pembunuhan aktivis LSM dan mantan caleg NasDem yang ditangkap aparat kepolisian dari sejumlah tempat.  Andalas/dedi afrizal DITANGKAP-Inilah lima tersangka pelaku pembunuhan aktivis LSM dan mantan caleg NasDem yang ditangkap aparat kepolisian dari sejumlah tempat. Andalas/dedi afrizal

Para Eksekutor Dibayar Rp40 Juta

Medan-andalas Petugas gabungan Subdit III/Jatanras bersama Satuan Reskrim Polres Labuhan Batu telah berhasil menangkap lima tersangka pembunuhan dua warga Labuhan Batu, yang merupakan aktivis LSM dan mantan calon legislatif (caleg) Partai NasDem, yaitu Martua P Siregar alias Sanjay (48) dan Maraden Sianipar (55).

Dari kelima pelaku, dua di antaranya terpaksa ditembak betisnya karena melawan dan mencoba kabur. Polisi masih memburu tiga pelaku lainnya, yang disebut sebagai eksekutor pembunuhan berencana tersebut. Aksi keji itu dilakukan dengan bayaran Rp 40 juta untuk dua nyawa.

Kelimanya adalah, Janti Katimin Hutahean alias Katimin alias Jampi Hutahean (42), warga Pasar Nagor Dusun 5 Perdagangan, Simalungun, merupakan Humas Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia. Kemudian, Victor Situmorang alias Pak Revi (55) dan Sabar Hutapea alias Pak Tati (55), keduanya warga Sei Siali Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Labuhan Batu, bekerja sebagai sekuriti Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia.

Selanjutnya, Daniel Sianturi alias Niel (40), warga Desa Pardomuan Kasindir, Kelurahan Nagori Kasindir, Kecamatan Jorlang Hataran, Simalungun. Niel juga sekuriti Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia. Terakhir, Harry Padmoasmolo alias Harry (40), warga Jalan Juanda Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Harry merupakan menantu dari salah satu penggarap lahan perkebunan PT Amalia.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, awalnya ditangkap Victor Situmorang dari rumahnya pada Selasa (5/11) dini hari. Berikutnya, Sabar Hutapea sekira pukul 01.30 WIB dari rumahnya juga.

Setelah keduanya, ditangkap Daniel Sianturi dari tempat persembunyian di rumah saudaranya Desa Janji, Kecamatan Parlilitan, Humbahas, Selasa (5/11) pukul 19.30 WIB. Kemudian, Janti Hutahean di kos-kosan Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Karo, Rabu (6/11) sekira pukul pukul 22.30 WIB. Sedangkan, Harry diringkus di Kompleks Perumahan CBD Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kamis (7/11) sekira pukul 14.00 WIB.

"Kelima pelaku yang ditangkap ini memiliki perannya masing-masing," terang Kapolda Sumut didampingi Direktur Reskrimum Kombes Pol Andi Rian, Kasubdit III/Jatarans AKBP Maringan Simanjuntak dan Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu AKP Jama Kita Purba, Jumat (8/11).

Dijelaskan Agus, otak pelakunya adalah Janti Hutahean yang merencanakan pembunuhan di rumahnya bersama Josua Situmorang (DPO), Rikky (DPO) dan Hendrik Simorangkir (DPO). Rencana tersebut karena menerima instruksi dari Harry, menantu salah satu pemilik PT Amalia, yang menyebutkan kedua korban sedang berada di perkebunan. "Dia (korban) ada di sana, usir segera dan kalau melawan habisi," jelasnya.

Janti Hutahean kemudian merekrut dan mengarahkan Daniel Sianturi bersama Josua Situmorang, Rikky dan Hendrik Simorangkir untuk menjaga kebun dari para penggarap. Jika ada yang melawan dan tidak mau diusir maka dibunuh, terutama Maraden Sianipar.

"Untuk pelaku Victor Situmorang dan Sabar Hutapea, perannya memukul kedua korban dengan menggunakan kayu bulat panjang sekitar 1 meter, yang didapatkannya dari sekitar lokasi kejadian. Kemudian, menarik korban dan memasukkan ke dalam parit bekoan," papar Agus.

Sementara, pelaku Daniel Sianturi berperan menerima perintah dari otak pelaku untuk menghabisi nyawa kedua korban. Selain itu, merekrut Rikky, Hendrik Simorangkir, dan Josua Situmorang untuk ikut menghabisi nyawa kedua korban.

"Barang Bukti yang diamankan dari kelima tersangka, 1 unit Honda Revo warna hitam liris biru BK 5158 VAB, 1 unit sepeda motor Merk Honda Supra X dengan nomor polisi BK 2220 IO, 1 potong kaos dalam berlumuran darah, 1 potong kaos warna hitam, 1 sepeda warna coklat sebelah kiri dan 5 unit handphone yang digunakan tersangka," jelas Agus.

Berdasarkan penyidikan kepolisi, terungkap aksi pembunuhan berencana itu dilakukan dengan bayaran Rp 40 juta yang diterima dari tersangka Harry. Tersangka eksekutor diminta untuk menghabisi korban jika tidak mau meninggalkan area kebun.

"Setelah melakukan pembunuhan, tersangka menerima kiriman uang dari Wati, selaku bendahara PT Amalia sebesar Rp40 juta dan membagikannya kepada Joshua Rp7 juta, Daniel Sianturi alias Niel sebesar Rp 17 juta, Hendrik Simorangkir Rp 9 juta, dan Janti Katimin Rp 7 juta," ungkapnya.

Kepada tiga pelaku yang masih buron, Agus mengimbau untuk segera menyerahkan diri. Jika tidak, petugas akan tetap memburu dan melakukan tindakan tegas terukur kepada buronan tersebut.

"Kepada mereka yang belum tertangkap segera menyerahkan diri, karena identitasnya sudah diketahui. Kalau tidak, kita tidak akan segan-segan melakukan tidakan tegas terukur," tegas jenderal bintang dua tersebut.

Sementara, Andi Rian memaparkan, lahan seluas sekira 720 hektare yang digarap PT KSU Amalia dan korban itu merupakan hutan negara. Lahan itu digarap sejak 2005 dan pada 2018 telah dieksekusi pemerintah melalui dinas terkait. Namun, PT KSU Amalia tetap tidak ingin hasil tanaman di atas lahan tersebut dikuasai orang lain, sehingga saling berebut.

Sesuai keterangan tersangka Janti Katimin Hutahaen, Victor Situmorang alias Revi berperan memukul Maraden dengan kayu, menarik korban dan memasukkannya ke dalam parit bekoan. Kemudian, Sabar Hutapea berperan memukul korban Maraden menggunakan kayu bulat panjang, lalu bersama Victor menyeret korban dan memasukkannya ke dalam parit bekoan.

Sedangkan Daniel Sianturi berperan merekrut Rikki untuk menghabisi Maraden. Kemudian membacok kepala korban sebanyak 2 kali dan telapak tangan kiri korban sebanyak 1 kali, serta mencekik leher Sanjai, dan mendapat bagian Rp10 juta lalu memberikan uang operasional kepada Rikki sebesar Rp7 juta.

Namun, sambung Andi Rian, tersangka Harry Padmoasmolo alias Harry, berdalih tidak berperan dalam peristiwa pembunuhan ini. Dia mengaku bukan pemilik kebun, melainkan salah satu dari pemilik kebun kelapa sawit KSU Amelia itu adalah mertuanya.

"Selain itu, dia juga mengatakan mengenal Janti Katimin Hutahaen sebagai humas/sekuriti kebun kelapa sawit Amelia. Namun, untuk Joshua Situmorang dan Hendrik Simorangkir tidak dikenalnya," bebernya. (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px