Log in

20 Napi Ditetapkan Tersangka

Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin bersama Kakanwil Kemenkumham Sumut Sutrisman, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Hutajulu, dan Ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan saat memberikan pengarahan kepada para napi di halaman Mapolres Karo. Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin bersama Kakanwil Kemenkumham Sumut Sutrisman, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Hutajulu, dan Ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan saat memberikan pengarahan kepada para napi di halaman Mapolres Karo.

Dalang Kerusuhan Rutan Kabanjahe

Kabanjahe-andalas Sebanyak 20 orang narapidana (napi) ditetapkan sebagai tersangka dalam kerusuhan yang terjadi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II B Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

"Sudah 20 napi sudah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polres Tanah Karo," kata Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Hutajulu saat dikonfirmasi, Kamis (13/2).

Kata Benny, pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dengan kerusuhan tersebut. "Sementara untuk situasi rutan sudah kondusif," ujarnya. Sebelumnya Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan para napi yang ditetapkan sebagai tersangka kerusuhan dijerat dengan Pasal 170 KUHP.

"Tokoh-tokoh itu yang melakukan kekerasan terhadap barang dan orang dan merusak barang terhadap orang kami tuduhkan Pasal 170 (KUHP)," ujar Kapolda saat turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan terhadap rutan yang telah mengalami kebakaran, Rabu (12/2).

Peristiwa kericuhan yang disertai pembakaran dan perusakan oleh napi ini terjadi para Rabu sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun, sebanyak 410 narapidana terpaksa dievakuasi ke Mapolres Tanah Karo.

Kapolda Sumut didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumut Sutrisman, Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Hutajulu, Ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Dandim 0205/TK dan Danyon 125/Simbisa yang telah memberikan bantuan perkuatan untuk back up terhadap Polres Tanah Karo.

“Hal ini membuktikkan terjalinnya kerja sama dan koordinasi yang baik antara TNI-Polri guna menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi warga Kabupaten Karo,” kata Kapolda. Masih pada kesempatan itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, 20 orang napi yang telah ditetapkan sebagai tersangka telah memprovokasi narapidana lainnya untuk merusak, membakar sebagian gedung Rutan Kabanjahe. "Ke-20 orang itu telah dipindah ke rumah tahanan Polres Tanah Karo untuk diperiksa lebih lanjut,” ungkapnya.

Awalnya, kata Kapolda, polisi mengamankan 10 narapidana. Kemudian, hasil pemeriksaan intensif dan maraton berkembang jadi 20 orang narapidana yang terlibat pemicu kerusuhan. Semuanya sudah dipisahkan," tambah Kapolda.

Namun identitas ke 20 napi yang telah ditetapkan sebagai tersangka masih dirahasiakan. Kakanwil Kemenkumham Sumut Sutrisman menambahkan, pihaknya masih melakukan investigasi lebih lanjut terkait insiden itu.

Yang jelas, sepertinya ada keterkaitan (benang merah) dengan masalah narkoba. "Masalah ini juga telah kita diserahkan kepada pihak kepolisian," katanya. Menurutnya, beberapa waktu belakangan, sejumlah warga binaan ada yang tersangkut kasus narkotika. Meski demikian, Sutrisman tidak memberi keterangan lebih rinci terkait kasus tersebut. Disinggung terkait adanya isu bahwa razia ponsel menjadi puncak terjadinya kericuhan, ia menyebut hal ini adalah sebuah kemungkinan saja.

Kalaulah itu ada sebagai pemicunya, kita masih melakukan investigasi terus apa penyebabnya. “Kita sudah mencoba sedemikian rupa mencari informasi. Intinya, ada link-nya sepertinya dengan persoalan-persoalan narkoba," tutur Sutrisman.

Ketika ditanya, apakah insiden ini juga ada kaitan dengan empat orang warga binaan yang ditahan di dalam blok dengan kondisi tangan dan kaki diborgol dalam beberapa hari belakangan, ia tidak menampik hal tersebut. "Seandainya mungkin itu diborgol, kemungkinan itu dalam rangka misalnya ada tindakan disiplin. Tapi ini akan tetap kita dalami," tegasnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan internal terkait insiden tersebut. "Kita pastikan kita akan melakukan investigasi, apakah ada SOP yang dilanggar atau hal lainnya. Kita pasti akan memberikan sanksi apabila ada pelanggaran, tapi kita akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu," tegasnya.

Dipindahkan

Sementara itu, 410 warga binaan yang terdiri dari 380 orang pria, dan 30 wanita dievakuasi oleh personel TNI dan Polri dari Rutan yang dibakar. Berdasarkan hasil rekapitulasi Kanwil Kemenkumham Sumut, dari 191 napi Rutan Kabanjahe yang perkarannya sudah inkrah, dipindahkan ke Lapas Kelas ?I Medan sebanyak 4 orang. Lalu ke Lapas Binjai berjumlah 61 orang, Lapas Pemuda Kabupaten Langkat sebanyak 76 orang, Rutan Sidikalang 34 orang dan Lapas Wanita Medan sebanyak 16 orang.

Namun, untuk napi tahanan yang sedang disidik Polres dan Polda Sumut sebanyak 20 orang. Sementara, 198 tahanan akan dipindahkan ke Polsek sekitar dan satu orang yang diduga korban dari kebakaran sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabanjahe.

Humas Kemenkumham Sumut Josua Ginting ketika dikonfirmasi terkait kondisi Rutan Kabanjahe mengungkapkan, pihak Kemenkumham akan melakukan pembenahan secepatnya.

"Kita melakukan pembenahan terhadap peralatan kantor yang terbakar. Nah kita benahin dulu itu, jika sudah dibenahi, nanti para tahanan yang dititipkan di polres akan dikembalikan lagi," katanya, Kamis (13/2).

Lebih lanjut, Josua manjelaskan akibat dari kebakaran tersebut, Rutan Kabanjahe mengalami kerusakan fasilitas sebesar 50%.  "Untuk kerugian belum bisa dipastikan, untuk kerusakan 50%, tapi pada umumnya itu hanya perkantoran, kalau untuk hunian hanya blok wanita yang kena, selebihnya tidak," tuturnya.

Saat disinggung penyebab kericuhan yang diduga ada perselisihan antara tahanan dan sipir terkait razia Handphone (HP) Humas Kemenkumham sendiri menjelaskan kalau razia HP memang sebagai kewajiban.

"Tidak ada, awalnya itu, program kita itukan, razia itukan tetap ada, karena mereka tidak senang dirazia, mungkin terusik atau gimana, tapi itukan memang suatu tugas dan kewajiban kita untuk melakukan itu," terangnya.(RTA/AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px