Log in

16 Tahanan Kabur Ditenggat 72 Jam

Ilustrasi Ilustrasi

Medan-andalas Kepolisian Resor (Polres) Labuhan Batu membentuk tim khusus untuk memburu 16 tahanan yang kabur dari Cabang Rumah Tahanan (Cabrutan) Labuhan Bilik di Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhan Batu pada Jumat (13/4) dini hari.

Meski suasana di Rutan Labuhan Bilik saat ini dilaporkan telah kembali normal, sejak kejadian kaburnya 16 tahanan mayoritas kasus narkoba yang merupakan titipan Polres Labuhan Batu, suasana penjagaan di rutan tersebut lebih diperketat.

Sebanyak 45 personel anggota tim khusus yang dibentuk Polres Labuhan Batu, kini sudah disebar ke sejumlah daerah untuk memburu 16 tahanan yang kabur tersebut.

Selain menyisir areal perkebunan dan hutan di kawasan Labuhan Bilik, Panai Tengah, hingga perairan Sungai Barumun, petugas juga menyisir kawasan pantai.

Polres Labuhan Batu juga meminta seluruh kepolisian sektor (polsek) di wilayahnya untuk ikut mencari, termasuk melakukan razia di jalur yang diduga dilewati para tahanan yang kabur.

"Kita sudah melakukan pencarian, baik dari reskrim narkoba maupun dari polsek. Jadi memang tahanan ini, merupakan banyak dari tahanan narkoba. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kita bisa mendapatkan hasil," ujar Wakapolres Labuhan Batu Kompol Andi Chandra, Sabtu (14/4).

Sebelumnya, Kapolres Labuhan Batu AKBP Frido Situmorang di Rantauprapat,  mengatakan, pihaknya masih mengidentifikasi ruangan dan bangunan Cabrutan Labuhan Bilik.

Tahanan yang melarikan diri itu masih dalam proses peradilan dalam perkara kasus narkoba serta pencurian dengan kekerasan. Frido mengimbau tahanan yang melarikan diri untuk kooperatif dengan menyerahkan diri ke polres dan polsek untuk mempermudah pencarian.

Kapolres memberi tenggat waktu 72 jam sejak kabur dari rutan, kepada ke-16 tahanan yang kabur itu untuk menyerahkan diri. "Namun, apabila tidak kembali dalam 72 jam, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas," kata Kapolres Labuhan Batu itu.

Sementara, 16 tahanan narkoba kabur setelah menjebol atap sel penjara Rutan Labuhan Bilik tersebut terdiri dari 15 tahanan kasus narkoba titipan Polres Labuhan Batu dan 1 tahanan kasus kriminal biasa titipan salah satu polsek di Labuhan Batu.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum dan HAM Sumut Hermawan Yunianto di Medan, Minggu 15/4), mengatakan para tahanan tersebut kabur setelah berhasil  membengkokkan teralis besi dan melompat pagar rumah tahanan menggunakan kayu yang ada di lokasi tersebut.

Bahkan menurut dia, para tahanan itu melarikan diri ketika hujan turun cukup lebat, sehingga delapan petugas jaga Cabang Rutan Labuhan Bilik terpaksa berteduh.

"Namun setelah hujan berhenti, petugas jaga kembali melakukan patroli di sekitar kamar sel, dan diketahui 16 tahanan sudah menghilang," ujar Hermawan.

Ia mengatakan, permasalahan kaburnya tahanan tersebut, dalam penanganan Cabang Rutan Labuhan Bilik bekerja sama dengan Polsek Panai Tengah dan Polres Labuhan Batu. Para tahanan yang kabur itu diharapkan segera menyerahkan diri ke Cabang Rutan Labuhan Bilik.

"Petugas Cabang Rutan bekerja sama dengan Polres Labuhan Batu masih terus mencari hingga dapat para tahanan yang melarikan diri itu," kata Hermawan.

Sebelumnya, sebanyak 16 tahanan melarikan diri dengan cara merusak atap ruangan ukuran tujuh meter persegi dari Cabang Rutan Labuhan Bilik, Jumat (13/4) sekitar pukul 02.30 WIB.

Informasi yang diperoleh, kaburnya para tahanan ini terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan rutan tersebut. Para penjaga saat itu tengah berteduh. Lantas seusai hujan, para penjaga melakukan patroli dan menemukan belasan tahanan sudah tidak berada dalam sel tahanannya lagi.

Dari data yang diperoleh, ke-16 tahanan itu kabur dengan cara membengkokkan teralis besi sel penjara. Kemudian menjebol atap dan memanfaatkan kayu-kayunya untuk jembatan yang diarahkan ke tembok, selanjutnya para narapidana melarikan diri.

Adapun identitas ke-16 tahanan yang melarikan diri yakni: 1.Edy Syahputra, alamat Dusun Sei Sakat, Desa Sei Sakat, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten  Labuhan Batu;  2. Rianto, alamat Dusun Kampung Jawa, Desa Tanjung Sarang Elang, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu; 3. Harun Rasyih Hasibuan, alamat Dusun 1, Desa Sei Sakat, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhan Batu.

Kemudian, 4. Sunardi, alamat Dusun 9, Desa Teluk Sei Sentosa, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu; 5. Syahrizal, alamat Jalan Sei Lasolo, Lingkungan II, Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjung Balai; 6. Ridwan Pasaribu, alamat Dusun IX Sidodadi, Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labura; 7. Ramli, alamat Dusun Sumber Rejo, Desa Sei Raja, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labura.

Selanjutnya, 8. Deny Syahputra Marpaung, alamat Dusun Sumber Rejo, Desa Sei Raja, Kecamatan IX-X, Kabupaten Labura; 9. Dapa Novandi Simangunsong, alamat Jalan Perisai, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu; 10. Suwardi, alamat Dusun Perumahan, Desa Bangai, Kecamatan Torgamba, Kecamatan Labusel; 11. Peri Sutrisna, alamat Jalan Besiap, No 57, Desa Tengah, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.

Lalu, 12. Hasan Basri Hasibuan, alamat Dusun Sei Mambang, Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu; 13. M Sukur, alamat Dusun 1, Desa Sei Apung Jaya, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhan Batu; 14. Carlos Romula Manik, alamat Dusun II Penungkiren, Desa Durin Jangak, Kecmatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang; 15. Herdiyanto, alamat Dusun Mude Uken, Desa Kutelintang, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, dan 16. Harianto, alamat Dusun Beteng Besar 10, Desa Teluk Sei Sentosa, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu. (LIP6/ANT/AFS)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 11 Dec 2018 27°C 22°C
  • 12 Dec 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px