Log in

1 PDP Corona di Medan Meninggal

Petugas medis mengevakuasi seorang PDP corona di sebuah rumah sakit di Indonesia. Petugas medis mengevakuasi seorang PDP corona di sebuah rumah sakit di Indonesia.

ODP di Sumut Melonjak Jadi 763 Orang

Medan-andalas Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang diduga terpapar virus corona (Covid-19) meninggal dunia dalam masa perawatan, Senin (23/3) di Rumah Sakit (RS) Siloam Medan.

Informasi yang diperoleh dari tenaga kesehatan di Medan, pasien tersebut adalah warga Simalingkar dan keluarganya saat ini tengah mengisolasi diri. "Pasien tinggal di Simalingkar, saat ini pihak keluarga tidak ada yang datang melihat jenazah sang pasien," ujar tenaga kesehatan yang tidak mau disebutkan identitasnya ini.

Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution membenarkan adanya satu pasien Codid-19 yang telah meninggal dunia di Medan.   "Ada lagi yang meninggal di Medan atas nama Aswin Ginting atau AG, yang hari ini akan dikebumikan. Setelah dr UMT, hari ini AG," beber Akhyar di sela-sela membagikan masker gratis kepada para pengendara sepeda motor di Merdeka Walk, Kesawan, Medan, Senin (23/3).

Setelah kabar pasien meninggal ini, Akhyar menegaskan langkah selanjutnya adalah untuk melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah wilayah di Medan. "Di mana daerah tersebut akan dilakukan penyemprotan. Sejak hari Sabtu sudah dilakukan penyemprotan di public service dan public area. Kita akan masuk lebih dalam daerah privat, kantor pemerintahan dan rumah ibadah secara berkelanjutan," tambahnya.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memastikan pasien PDP Covid-19 yang meninggal di Medan terinfeksi di Jawa Barat. Edy menyebutkan bahwa pasien tersebut merupakan warga Kota Medan.

"Meninggalnya di Medan. Dia warga Medan, tapi dia terkena virus di Jawa Barat. Jadi di sini meninggal dan sudah dikebumikan," ungkapnya saat pertemuan di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Medan, Senin (23/3).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Arjuna Sembiring menyebut, PDP corona yang meninggal dunia Senin pagi itu juga memiliki riwayat perjalanan ke Yerusalem. Sama seperti PDP yang meninggal pertama.

"Sama seperti pasien yang meninggal pertama, mereka sama-sama dari Yerusalem. Cuma berbeda rombongan," ujar Arjuna, ketika dikonfirmasi, Senin (23/3). Informasi dihimpun, pasien PDP itu juga pernah melakukan kunjungan bahkan berada di Kabupaten Badung, Provinsi Bali untuk waktu satu bulan guna urusan pekerjaan.

"Kalau itu saya belum tahu, bisa jadi setelah dari Yerusalem ke sana (Bali). Informasinya yang diterima pasien meninggal dunia itu dari Yerusalem," bebernya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dr Aris Yudhariansyah yang dikonfirmasi membenarkan adanya satu orang PDP di Medan yang meninggal dunia. Namun ia menyampaikan, bahwasanya PDP tersebut sejauh ini belum dapat dipastikan apakah meninggal akibat positif Covid-19 atau bukan.

"Benar, tapi belum pasti karena Covid-19," katanya kepada wartawan, Senin (23/3). Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Sumut Riadil Akhir Lubis menegaskan, seusai meninggalnya pasien berinisial AG tersebut, pihaknya akan segera melacak orang-orang di sekitar pasien yang pernah melakukan kontak.

"Kalau sudah ada yang meninggal PDP, maka protokol kesehatan akan kita lakukan termasuk kita lakukan tracing kepada siapa teman-teman nya beliau," tegasnya. Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan menyebutkan, jumlah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di Sumut mengalami kenaikan sebanyak 50 orang, tersebar di enam kabupaten/kota di 25 rumah sakit.

Bahkan, untuk Orang Dalam Pemantauan  (ODP) mengalami peningkatan dari sebelumnya 496 orang menjadi 763 orang  di Sumut. "Ada kenaikan 35 persen jumlah ODP. ODP ini kita didapatkan melalui penyelidikan epidemiologi atau tracing. Karenanya kita harap agar para ODP ini  tidak keluar rumah supaya dapat memutus rantai penularan," katanya di Posko Gugus Tugas Covid-19 Povinsi Sumut di Kantor Gubernur Sumut.

Begitupun, jumlah PDP yang sembuh atau negatif Covid-19, lanjutnya, juga mengalami kenaikan dari sebelumnya tiga menjadi enam orang. Sedangkan untuk pasien positif Covid-19 masih tetap dua orang, yakni satu sudah meninggal dan satu lainnya masih di rawat di RSUP Adam Malik Medan. "Hari ini satu orang PDP kita ada yang meninggal. Karenanya mudah-mudahan 50 PDP yang sedang kita rawat dapat menyusul 6 orang PDP yang sudah sembuh," ujarnya.

Diimbau Tidak Melayat

Terkait meninggalnya seorang PDP corona di Medan, Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin mengimbau masyarakat untuk tidak melayat dan ikut menguburkan jasad pasien tersebut. Imbauan ini bertujuan untuk pencegahan penyebaran virus corona. Dia menyebutkan virus atau bakteri dari Covid-19 cepat menyebar dalam kondisi tubuh sudah tidak berfungsi.

"Untuk saat ini kita percayakan pada tim medis yang sudah dipercayakan dan lebih mengerti dalam penanganan virus corona," tegas Kapolda Sumut, Senin (23/3). Pasien yang meninggal akibat terpapar Covid-19 nantinya akan langsung dimakamkan. "Tidak ada yang ngantar jenazah, tidak ada yang memegang jenazah dan dalam tempo 4 jam segera dimakamkan. Tidak akan ada pemeriksaan jenazah, apabila mayat sudah didiagnosis mengidap corona," ujarnya. Jasad pasien yang terpapar Covid-19 juga langsung dimasukkan ke kantung mayat dan tidak boleh dibuka.

"Harus ditutup rapat-rapat dan segera dimakamkan. Bahkan, kendaraan juga harus dibersihkan secara higienis setelah pengangkatan jenazah dan semua sarung tangan dan peralatan sekali pakai harus dibuang dengan aman," terang Kapolda. Martuani berharap, pihak keluarga maupun masyarakat dapat memahami imbauan tersebut.  "Agar dapat mengerti dengan situasi ini karena virus ini dapat membahayakan kita semua," ungkapnya. (YN/DA/TMC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px