Log in

Warga: Proyek "Kotaku" Mubazir!

Menara air dari Proyek Kotaku di Desa Pantee Teungoh, Kota Sigli, yang dibangun dirawa-rawa payau tempat buangan sampah. Menara air dari Proyek Kotaku di Desa Pantee Teungoh, Kota Sigli, yang dibangun dirawa-rawa payau tempat buangan sampah.

Sigli-andalas Proyek Kota Tanpa Kumuh atau "Kotaku" yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Kabupaten Pidie di Gampong (Desa) Pantee Teungoh, Kecamatan Kota Sigli, dinilai warga desa setempat sebagai proyek mubazir.

Pasalnya menurut warga, pengerjaan proyek yang dibiayai dari anggaran daerah tahun 2017 hingga 2018 itu terkesan asal jadi saja sehingga bukannya mengatasi kekumuhan, tapi justru menciptakan kekumuhan baru di Gampong Pantee Teungoh.

Sejumlah sarana yang dibangun di desa itu dari Proyek Kotaku antara lain pembuatan sumur bor untuk penyediaan air bersih, lengkap dengan menara dan bak penampungan air, serta sarana sanitasi berupa jamban atau WC.

"Kami sangat menyayangkan proyek air bersih dibor dalam rawa rawa tambak ikan yang sangat jorok, sehingga besi bangunan tower air mulai keropos," papar Asnawi Ali diamini warga desa setempat lainnya, Iswanda dan Samsul, kepada andalas, Jumat (18/10) sore.

Asnawi menambahkan, warga masyarakat Desa Pantee Teungoh juga enggan menggunakan air dari sumur bor yang dibangun di rawa-rawa tambak ikan yang sangat jorok tersebut. 'Bagaimana kita mau memberi motto Sanimas [Sanitasi Berbasis Masyarakat] jika proyek dibangun dalam rawa rawa tempat buangan kotoran manusia, siapa yang mau menggunakan air tersebut," cetusnya.

Menurut mereka proyek pengadaan sarana air bersih yang dilengkapi bangunan menara air, bak air, dan WC itu merupakan proyek mubazir. "Bukan mengusir kekumuhan, tapi malah mengundang penyakit mata melihatnya," kata Asnawi.

Sarana-sarana dari Proyek Kotaku yang dibangun asal jadi di desa mereka dinilai masyarakat  tak jelas manfaat dan disinyalir hanya untuk pengamprahan duit proyek saja. "Kami tidak sekadar mengkritik dan mengecam proyek Kotaku itu, tapi lihat saja bukti di lapangan. Besi-besi penunjang bangunan menara air tersebut kini kondisinya keropos parah," sebut Asnawi.

Menurut Asnawi, besi-besi yang dipakai untuk bangunan menara air tersebut adalah besi hitam yang mudah berkarat. Terlebih bangunan menara air berada di rawa-rawa berair payau. Meski dibangun dengan memakai bantalan semen cor tebal, besi-besi menara itu akan cepat berkarat dan keropos.

Selain pembangunan sarana air bersih dan sanitasi, proyek Kotaku untuk Desa Pantee Teungoh juga dibangun satu unit los pasar ikan. Ironisnya, bangunan los pasar ikan tersebut kondisinya juga sudah rusak parah dan tidak pernah dimanfaatkan sama sekali sejak selesai dibangun.

Los pasar ikan yang dibangun permanen itu terlihat sudah rusak parah di bagian dinding pintu masuk dan jererak pintu anginnya. Bahkan pasar ikan Kotaku itu kini hanya dijadikan lokasi pembuangan sampah para pedagang di Pusat Pasar Pagi Kota Sigli.

Kadis PU Perkim Pidie Haji Muhammad Adam ST belum berhasil dikonfirmasi terkait Proyek Kotaku di Desa Pantee Teungoh ini. Beberapa kali dihubungi ke handphone-nya tidak bisa tersambung. (DHIAN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px