Log in

Warga Gayo Lues Kecam Penganiaya Orang Sakit Jiwa di Nagan Raya


Blangkejeren-andalas Masyarakat Kabupaten Gayo Lues beramai-ramai mengecam aksi penganiayaan yang dilakukan sejumlah warga Nagan Raya kepada Sahidi (26) warga Tripe Jaya. Pasalnya, Sahidi merupakan orang sakit jiwa yang berstatus pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh.

Pihak Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh juga telah mengeluarkan surat bernomor 441.3/209 bertangal 23 Januari 2020. Dalam surat itu, pihak RSJ menerangkan bahwa Sahidi telah melarikan diri dari RSJ pada Senin 20 Januari 2020 sekitar pukul 10.00 WIB.

Pihak RSJ memohon bantuan kepada semua pihak agar bersama-sama mencari pasien tersebut. Apabila ada yang menemukan atau melihatnya, maka diminta agar dapat memberitahukan kepada pihak RSJ supaya bisa kembali dilakukan perawatan terhadap yang bersangkutan.

Namun nahas, pria yang mengalami gangguan jiwa itu diamuk sejumlah warga dan diikat tangannya ketika berada di Desa Alues Le Mameh, Kecamatan Nagan Raya. Belum diketahui secara pasti apa yang melatarbelakangi penganiayaan itu. Pihak keluarga Sahidi dan masyarakat Gayo Lues tidak terima perlakuan terhadapi Sahidi tersebut.

Saniman, salah satu warga Gayo Lues, Jumat (21/2) mengatakan, dirinya pertama kali mengetahui penganiayaan itu dari video yang tersebar di media sosial Facebook. Video berdurasi 29 detik itu menunjukkan penganiayaan terhadap Sahidi terbilang kejam dan beringas. Meski pelaku telah memohon agar jangan dipukuli, sejumlah warga Nagan Raya tetap menganiaya dan mengikat tangannya.

"Saya mewakili masyarakat Gayo Lues meminta kepada penegak hukum, agar memberikan efek jera kepada otak pelaku penganiayaan terhadap Sahidi, warga Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues di Nagan Raya. Karena dia bukan penculik anak seperti yang digembar gemborkan, melainkan orang sakit jiwa yang bisa dibuktikan dengan surat dari RSJ," katanya.

Berbagai kecaman lainnya turut di-posting warga Gayo Lues di media sosial. Intinya, masyarakat meminta kepada penegak hukum agar menangkap otak pelaku yang menyebut Sahidi sebagai penculik anak. Sehingga memberi efek jera kepada pelaku dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat lainnya agar kasus serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. (NUAR)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px