Log in

Wakil Gubernur Aceh Akui Setiap Pembangunan Berdampak Kerusakan Lain

Wagub Aceh Nova Iriansyah (tengah) kiri paling pendek Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyiek) di pantai pelangi Kota Sigli, sedang memberikan penjelasan. Wagub Aceh Nova Iriansyah (tengah) kiri paling pendek Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyiek) di pantai pelangi Kota Sigli, sedang memberikan penjelasan.

Sigli,Aceh-andalas Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menegaskan setiap pembangunan pasti berdampak dengan berbagai kerugian dari posisi lainnya,seperti pembangunan proyek multiyer dari pantai Pelangi Kota Sigli yang menggunakan bahan material batu gunung (batu gajah).

Penegasan itu, dijawab Wakil Gubernur Aceh saat menjawab sejumlah pertanyaan awak media saat meninjau proyek multiyer pembangunan Pantai Pelangi Kota Sigli, Selasa pagi kemarin.

Dalam pemantauan ke lokasi Pantai Pelangi, Wagub Aceh didampingi Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyiek) serta sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK)  baik dari Kabupaten Pidie maupun Propinsi Aceh.

Dalam penjelasannya, Wagub Nova Irianto menyebubkan jika pantai pelangi yang terus dipacu pemvangunannya juga termasuk proyek penting yang bersumber dana APBN. Karena itu, tidak mungkin dihambat.

Nova juga menyebutkan, kehadiran proyek multiyer atau disebut proyek pantai pelangi, disimak dari manfaatnya adalah tidak bakalan lagi pemukiman masyarakat diselepas pantai proyek tersebut disapu gelombang laur alias digenangi pasang laut (purnama).

Sisi lain, lanjutnya memudahkan nelayan untuk masuk kuala laut Kota Sigli. Terakhir ke untungannya adalah akan ada objek wisata yang cukup indah di Kota Sigli.

Keluhan Masyarakat

Hasil jawaban Wagub Aceh itu, terkait erat dengan keluhan warga Kecamatan Padang Tiji dan Laweueng Kecamatan Muara Tiga, karena takut terancam longsoran bukit ekses pegambilan galian C tersebut.

Pengambilan batu "gajah" tersebut diibaratkan warga telah merusak keindahan alam, atau telah mencabut "pasak bumi".Sehingga, suatu saat mudah terjadi longsoran tanah dari kaki perbukitan gunung Seulawah Inong.

Hal ini, terkait pula dengan berbagai keluhan warga Desa Tanjong, Kemukiman Blang Peutek,  Kecamatan Padang Tiji serta  warga Kecamatan Muara Tiga. Pasalnya, pengambilan batu-batu gajah tersebut hingga ke lahan hutan lindung sudah merusak keindahan alam dan mengundang bencana longsor dan banjir kiriman.

"Dulu alam disini indah dengan tonjolan batu gunung menghiasi perbukiran gunung, kini sudah gersang dan nemudahkan terjadi longsoran perbukitan gunung ke pemukiman penduduk," ungkap warga Padang Tiji kepada andalas dua hari lalu.

Pantau Waduk

Masih terkait dengan penjelasan Wagub Nova Irianto menyangkut pembangunan Pantai Pelangi Kota Sigli, diharapnya pihak kontraktor terus memacu proyeknya. " Jangan hari ini saja, banyak truk dikerahkan untuk mengangkut bahan material," sindirnya.

Ia juga minra penjelasan dari pihak rekanan pwngawas proyek Pantai Pelangi menyangkut persentase kesiapan di lapangan serta target rampungnya, juga termasuk sepekan berapa terserap dana ke proyek tersebut.

Dari penjelasan pengawas lapangan/konsultan pengawas, Ir Samaji tercatat bahwa proyek tersebut harus rampumg Desember 2018, atau kini sudah memasuki tahap tercapai 37 persen lebih di lapangan.

Seusai meninjau proyek pantai Pelangi Kota Sigli, Wagub Nova Iriansyah dan Bupati Pidie, Abusyiek serta rombongan lainnya menuju ke Kecamatan Simpang Tiga ke Pabrik Padi Lueng Bintang. Selanjutnya, rombongan meninjau ke proyek Waduk Rajui di Kecamatan Padang Tijie. (dhian)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px