Log in

Tersangka Nek diamankan polisi

Pertemuan Pemerintah Aceh, Pemerintah Pidie, dan pemilik saham PT Samana Citra Agung membahas MoU PT Samana dengan investor Tiongkok soal kelanjutan pembangunan pabrik semen di Pidie. Pertemuan Pemerintah Aceh, Pemerintah Pidie, dan pemilik saham PT Samana Citra Agung membahas MoU PT Samana dengan investor Tiongkok soal kelanjutan pembangunan pabrik semen di Pidie.

Praktisi hukum dan pemerhati pembangunan di Kota Sigli, Kabupaten Pidie, membahas hangat kelanjutan pembangunan pabrik semen di Laweueng, Kecamatan Muara Tiga. Sebelumnya, investor PT Semen Indonesia (SI) gagal membangun pabrik semen di Pidie karena berlarutnya permasalahan pembebasan lahan oleh PT Samana Citra Agung.

Dampak sering ricuh masalah lahan membuat investor PT SI angkat kaki. Sehingga, pemilik saham PT Samana mencari investor baru dari Tiongkok. Keinginan pemilik saham PT Samana Cintra Agung melanjutkan pembangunan pabrik semen di Laweueng  turut dibahas Rabu (7/11) antara Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Pidie, serta PT Samana Citra Agung.

Rencana kelanjutan pembangunan pabrik semen tersebut langsung dibahas masyarakat, Kamis (8/11). Bermula dari komentar Wabup Pidie Fadhlullah TM Daud ST di sebuah grup WA yang langsung mendapat tanggapan dari elemen masyarakat.

Pada prinsipnya, Wabup Pidie mendukung kelanjutan pembangunan pabrik semen tersebut, hanya menjadi catatan kehadiran pabrik semen di Laweueng bisa membawa manfaat besar untuk warga Kecamatan Muara Tiga, juga tetangganya Kecamatan Batee, secara khusus umumnya masyarakat Kabupaten Pidie.

Pemikiran baik Wabup ini, disoroti karena menyebutkan Pemkab Pidie tidak ada urusan di dalamnya. Semua itu, sebutnya pihak PT Samana dan investor Tiongkok. Beranjak dari sini, pemerintah setempat adalah "palang pintu utama". Sayangnya, Wabup Fadhlullah lupa dengan kekuasaan dan kewewenang daerah sebagai penentu untuk mengambil keputusan akhir.

Senator DPD-RI Ghazali Abbas Adan sebelumnya kepada andalas menyebutkan, ia sudah pernah menyampaikan pada Bupati Pidie Abusyiek agar memberikan dukungan sepenuhnya menyangkut pembangunan pabrik semen di Laweueng.

Menurut Ghazali Abbas Adan, Kabupaten Pidie sebagai daerah agraris tidak bisa berbuat banyak untuk membangun daerahnya, apalagi memakmurkan rakyat yang dipimpinnya, terkecuali lahir dua atau tiga hingga tujuh pabrik besar skala industri.

"Makanya, saya menggugah Bupati Abusyiek mendukung sepenuhnya kehadiran pabrik semen di Laweueng, atau pabrik pabrik lainnya yang mengelola hasil bumi. Kita dong musti tahu semen dan minyak tidak bisa ditimba dengan timba air butuh keahliannya," ujar Ghazali Abbas Adan.

Ia juga menyebutkan, Allah telah memberi rahmat pada bumi Pidie, hanya tinggal pada kita saja untuk mengolahnya, sekaligus untuk membangun daerah ini.

"Sekali lagi, musti diingat tidak satu suku dan kaum apapun yang bisa merobah nasib, terkecuali dia sendiri yang hsrus mengubahnya," timpal Ghazali Seray mengelus berewoknya.

Debat Kusir

Sejumlah pratisi hukum, semisal Said Safwatullah SH, Mysliadi SH, Hasbi SH dalam pernyataanya mengacungi jempol jika Pemkab Pidie punya saham pada pabrik semen nantinya, setidaknya daerah dapat 6 persen dari hasil produksi sudah lumayan.

Mereka menyebutkan, jika pabrik semen tersebut berhasil setidaknya akan ada perubahan terhadap pembangunan daerah, sekaligus akan terjadi kenaikan pendapatan per kapita masyarakat paling bawah, misalnya akan terjadi perubahan transaksi jual beli.

Sedangkan para pemerhati pembangunan di Kabupaten Pidie menyebutkan, pabrik semen di Laweueng harus mendapat dukungan semua pihak, agar terjadi perubahan pembangunan di daerah. “Karena itu, jauhkan diri dari debat kusir yang tidak membawa manfaat,” harap Mulyadi.

Kepada pemimpin di daerahnya, Mulyadi mengharapkan, jangan hanya mengandalkan anggaran APBK Rp 2 2 triliun, karena setengah sudah terkuras untuk gaji pegawai (PNS).  Buktinya, keuangan daerah sekarang ini sudah morat-marit.

“’Sudah saatnya Pidie bangkit, terlebih visi misi pasangan Bupati Pidie Abusyiek dan Fadhlullah cukup hebat, yakni membangun Laut Sawah dan Hutan Perbukitan (Laot-Blang, dan Glee). Dalam hal ini, Pidie butuh dana paling sedikit ratusan triliun rupiah. (dhian)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 21 Nov 2018 27°C 22°C
  • 22 Nov 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px