Log in

Terkait Isu Perombakan Pejabat, Abusyiek Diingatkan Jangan Dengarkan Pembisik


Sigli-andalas Isu bakal adanya perombakan pejabat besar-besaran di jajaran Pemerintah Kabupaten Pidie belakangan ini semakin kencang sehingga membuat sejumlah kepala dinas dan camat mulai berupaya mencari 'penyelamat' agar tidak diganti atau dimutasi.

Kalangan pemerhati pemerintahan di Kabupaten Pidie mengingatkan Bupati Pidie Ahmad Roni alias Abusyiek agar tidak mendengarkan pembisik dalam menempatkan pejabat-pejabat yang akan membantunya dalam menjalankan roda pemerintahan.

Bupati Abusyiek diminta tidak melulu mendengar bisikan timses pemenangannya dalam mengangkat dan menempatkan pejabat di jajaran Pemkab Pidie.

Menurut mereka dua tahun ini daerah Pidie mengalami kemunduran dan melempem alias 'meuapam', karena di kecamatan dan kabupaten ada yang dipimpin oleh pejabat yang sebenarnya belum pantas untuk menjabat.

"Hendaknya, untuk mutasi yang tidak lama lagi ini, Bupati Abusyiek tidak salah lagi mengangkat pejabat, tidak lagi mengedepankan kekuasaan sesaat," kata Tgk Muhammad dan Ir Ruslan, pengamat pemerintahan, Rabu (15/5).

Keduanya mencontohkan, sejumlah camat dan kepala dinas yang belum pantas, tapi dipaksakan menjabat. Ada pula kepala dinas setelah ditarik dari Dinas Pertanian dikembalikan lagi menjadi kepala dinas yang sama.

Pengamat pemerintahan lainnya, Drs Lukman, Haji Ridwan, dan Ridwan AW, berharap Bupati Abusyiek lebih teliti dalam menempatkan pejabat di jajarannya serta menjauhkan diri dari pembisik.

"Kami tahu, orang orang dekat dengan Bupati Abusyiek sudah menjerumuskan Bupati, " timpal dua pemerhati lainnya, Ir Amien dan Abdullah Ali.

Mereka umumnya berharap mutasi pejabat yang akan dilakukan Abusyiek kali ini  benar-benar mengedepankan kualitas, bukan asal mutasi untuk unjuk kekuasaan atau kepentingan orang-orang dekat Bupati

Diketahui, perombakan pejabat di pemerintahan Roni Ahmad-Fadhlullah TM Daud ST, bukanlah yang pertama, tapi sudah dilakukan beberapa kali, baik skala kecil maupun dalam gelombang besar.

Terakhir kali perombakan pejabat ada sembilan kepala dinas yang diganti atau dimutasi. Kadiskes Pidie dr Fajriman yang saat itu ditarik menjadi Staf Ahli Bupati, merasa tidak puas dengan keputusan Bupati. Dia kemudian memilih hengkang ke Kabupaten Pidie Jaya dan menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah setempat.

Selain itu, dua pejabat dinas lainnya juga ditarik jadi Staf Ahli Bupati Pidie. Dari mutasi ini, membuat pemerintahan Kabupaten Pidie mengalami kemunduran, bahkan diduga mulai melahirkan gesekan antara Bupati Abusyiek dengan Sekda Muliyadi Yakhob. Belakangan Muliyadi Yakhob mengundurkan diri sehingga membuat kursi Sekda hingga kini masih kosong. (DHIAN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px