Log in

Tanaman Kates Diserang Hama, Petani Menjerit

Tanaman kates petani di Langkahan Aceh Utara diserang hama. Tanaman kates petani di Langkahan Aceh Utara diserang hama.

Aceh Utara-andalas Harapan untuk mendongkrak ekonomi rumah tangga, sempat menghinggapi petani kates (papaya) seriring meroketnya harga komiditas tersebut. Kates jenis madu pun menjadi primadona.

Daya tampung kates pun mencapai puluhan ton per pekannya baik untuk kebutuhan lokal maupun diekspor keluar Aceh yakni Medan, Sumetera Utara. Demikian pula produksi kates membludak, nyaris di setiap pelosok di daerah perbukitan kawasan setempat. Tak tanggung-tanggung, produksi kates yang ditanami petani bisa mencapai ribuan batang per petani yang akan dipanen setiap seminggu sekali.

Kecamatan Langkahan, salah satu kawasan penghasil kates terbesar saat ini dengan mutu buah yang sangat menarik, bobot buah papaya-pepaya madu itu mencapai 3 kilogramnya atau bahkan lebih. Berawal dari kesuksesan beberapa pemuda di kecamatan itu terhadap budidaya kates, kini rata-rata petani beralih ke tanaman tersebut.

Namun, kehendak berkata lain. Harapan mendongkrak ekonomi keluarga sirna, bahkan berubah menjadi lara. Puluhan petani kates yang seharusnya menyambut masa panen perdana mereka harus menelan rasa pahit. Pasalnya, nyaris semua tanaman kates petani di kawasan itu diserang hama secara menyeluruh. Ironisnya, pemerintah, seakan-akan tidak mengetahui persoalan tersebut.

Zulkifli (42) salah satu petani kates di Langkahan mengeluhkan katesnya diserang hama total, daun dari batang katesnya menguning dan buah menjadi layu sebelum mengkal. “Kates sudah diserang penyakit, semua daun-daunnya menguning dan berubah bentuk,” katanya kepada wartawan, Kamis (08/11).

Ia menyebutkan usia katesnya telah diserang penyakit sejak masih berusian sekitar 8 bulanan, “Kates yang terkena penyakit dapat dilihat, dari yang menguning dan mengeriting. Awalnya hanya terjadi pada beberapa batang saja, namun penyakit itu ditularkan ke batang-batang yang lainnya,” lanjutnya, seraya menambahkan ia telah mengupayakan member pupuk dan menyemprot menggunakan insektisida.

Semua petani kates mengeluhkan hal yang sama. “Daun menguning dan keriting, saat berbuah dia membusuk sendiri,” kata Ahmad (27) juga petani kates Langkahan.

Ia menjelaskan, seribuan lebih batang katesnya kini baru dipanen selama satu bulan. Hasil panen yang ia dapatkan lebih sedikit dari pada buah yang seharusnya dipanen.

“Dari pelopak daun juga terlihat mengeluarkan seperti jamur yang berwarna putih, kemudian buah ikut berjamur dan berikutnya buah-buah itu akan menimbulkan bintik-bintik hitam dan membusuk,” ujarnya.

Akibat penyakit yang menyerang tamanan tersebut, harga kates anjlok total, dari harga jual Rp 3 ribu menjadi Rp 800 per kg. “Harga sudah mulai naik lagi, namun penyakitnya juga semakin merambah tanaman yang lain,” keluhnya seraya berharap, agar pemerintah memiliki kepedulian atas kejadian tersebut.

Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Utara hingga pemberitaan ini dilayangkan belum berhasil dikonfirmasi terkait serangan hama terhadap tanaman kates itu. (EN)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 21 Nov 2018 27°C 22°C
  • 22 Nov 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px