Log in

Sudah Lima Tahun, Rumah Duafa Tak Kunjung Dibangun

Janda Rafiah (50) sedang menunjukkan dasar rumahnya yang sudah roboh dan hanya tinggal lantai yang sudah rata dengan tanah dan ditumbuhi semak belukar. Janda Rafiah (50) sedang menunjukkan dasar rumahnya yang sudah roboh dan hanya tinggal lantai yang sudah rata dengan tanah dan ditumbuhi semak belukar.

Tapaktuan,Aceh-andalas Rumah Rafiah (50) janda dua anak, warga desa Silolo, Kecamatan Pasieraja, Kabupaten Aceh yang tinggal lantai dasar itu, sudah lima tahun telantar tanpa dibangun kembali.

Pengakuan Rafiah kepada wartawan yang berkunjung ke rumahnya, Senin(19/2), saat gubuk reyotnya yang sudah tidak layak huni itu masih ada, ia kerap didatangi dari berbagai pihak dan lembaga yang sering memfoto-foto rumahnya.

“Bahkan ada salah satu lembaga yang mengiming–imingkan kami mendapat sebuah rumah semi permanen dengan memasang plang nama dan mengutip uang sebesar Rp500 ribu. Tetapi, nyatanya sampai hari ini, jangankan membangun rumah, orangnya pun tidak kelihatan lagi,” keluhnya yang tetap bersabar seraya berharap kelak ada yang memberikan bantuan membangun rumahnya.

Rafiah yang ditinggal pergi suaminya itu, sekarang menumpang hidup di rumah abang kandungnya. Sedangkan dua orang anaknya yang satu juga  sudah janda dan satu lagi mengalami gangguan jiwa.

Sementara itu, mantan Keuchik Gampong Silolo yang kini menjabat sebagai Tuha Peut Halimudin yang dihubungi wartawan pada hari yang sama  mengatakan,  persoalan pembangunan rumah bantuan untuk kaum duafa dan miskin itu sudah pernah diusulkan pada tahun 2014. “Bahkan tim sudah turun ke desa pada saat masa saya memimpin gampong ini. Namun apa hendak dikata yang layak dibantu tidak dibangun justru sebaliknya, seharusnya tidak begitu,” ujarnya.

Menurutnya,  bantuan rumah untuk jatah janda Rafiah itu sampai saat ini belum ada tanda tanda untuk dibangun. Kabarnya bantuan rumah tersebut sudah diarahkan ke kecamatan lain, bisa jadi ke gampong lain juga.

Pengakuan Halimuddin, saat itu ada turun satu unit bantuan rumah tapi bukan atas nama Rafiah tetapi atas nama orang lain yang tidak layak menerima. “Makanya kami minta dua unit sebab kami tidak mau satu, kalau dibangun harus dua agar tidak pilih kasih, apalagi pada saat itu keduanya sudah ada nama, karena yang diusulkan dua rumah. Kalau cuma satu lebih baik tidak usah dibangun, boleh asal atas nama Rafiah,” terangnya

Kendatipun demikian, sambung Halimuddin, tahun ini ada juga diusulkan yang sudah menjadi urusan keuchik gampong sekarang. Sebab, kata dia setiap ada program kami tetap mufakat terlebih dahulu bersama perangkat gampong. Pihak Dinas Perumahan dan permukiman Aceh Selatan yang dihubungi melalui telepon seluler untuk konfirmasi tentang ini tidak diangkat meskipun telah berulangkali dihubungi. (HSP)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Mostly Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 19 Sep 2018 31°C 21°C
  • 20 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px