Log in

Seorang Petani Cabuli Delapan Pelajar

BM, tersangka pelaku pencabulan delapan pelajar di Kabupaten Pidie Jaya, diamankan di Mapolres Pidie. BM, tersangka pelaku pencabulan delapan pelajar di Kabupaten Pidie Jaya, diamankan di Mapolres Pidie.

Sigli,Aceh-andalas Seorang petani berinisial BM (44), warga Desa Drien Bungong, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, ditangkap pihak  kepolian Polres Pidie, karena diduga telah mencabuli delapan pelajar. Pelaku diciduk di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Kamis (12/7)  sore.

Kapolres Pidie AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi ST MM kepada andalas, Jumat (13/7) siang membenarkan kasus penangkapan seorang petani berinisial BM itu.

“BM ditangkap  atas pengaduan salah seorang orangtua korban, yaitu Dahniar binti M Dalah (43) warga Gampong Drien Bungong Uleegle, kepada pihak kepolisian. Ibu Dahniar menyebut BM telah mencabuli putrinya, sebut saja Bunga,” kata Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Mahliadi.

Atas pengaduan tersebut, lanjut Kasat Reskrim Polres Pidie, ia bersama sejumlah anak buahnya langsung terjun ke lokasi untuk  penyelidikan dan  secara cermat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah melakukan penyelidikan dan pengembangan di lapangan, pihak kepolisian menangkap pelaku di tempat persembunyiannya di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Kamis,(12/7) sekitar pukul 14.20 WIB.

Pelaku seusai ditangkap kepada polisi mengakui telah melakukan pencabulan, bahkan mengaku bukan satu orang, tapi sebanyak 8 orang pelajar.  Pelaku mengaku melakukan pencabulan tersebut karena tidak mampu mengendali nafsu seksnya. Sehingga, nekat menangkap setiap pelajar yang pulang dari sekolah tanpa kawan atau berjalan sendirian di jalan sepi.

"Saya tarik tangan dan saya bekap setiap korban, dan saya membawa  korban ke tempat sepi, atau ke semak-semak, termasuk ke rumah saya selagi sepi," sebut pelaku pada pihak kepolisian.

Lebih  lanjut pelaku mengakui bahwa ada juga korban yang dibawa langsung  ke rumah pelaku. “Sehingga, menurut pelaku, ia  agak leluasa untuk melampiskan hawa nafsunya," tutur  Kasat Mahliadi meniru pengakuan pelaku.

Sejalan dengan  itu, pelaku mengaku sudah melakukan pencabulan tersebut sejak tahun 2015 hingga tahun 2018. Sedangkan teknik pelampisan nafsu dari pelaku, yakni dengan cara meraba-raba kemaluan korban serta meremas-remas bagian dada korban.

Sementara pada korban lainnya yang dibawa ke tempat kediaman pelaku, dilucuti seluruh pakaian korban lalu dibaringkan di kasur atau tikar. Seterusnya, pelaku menggesek gesek alat kemaluannya pada alat kemaluan korban. Setelah puas, korban diantar ke jalan ditempat korban tadinya ditangkapnya.

Pada korban yang agak lumayan tubuhnya, pelaku terlebih dahulu memaksa korban membuka seluruh pakaiannya dengan sedikit nada mengancam, sehingga korban tidak berkutik dan menuruti apa saja yang disuruh oleh pelaku.

Dari  delapan korban tersebut, pelaku hanya mengakui satu orang saja yang dilakukan persetubuhan langsung atau dibuat dalam perlakuan layaknya sebagai  suami iteri. Kasus ini, kata Kasat Reskrim juga turut ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Kini untuk mempertanggung jawaub perbuatannya, BM harus menginap di sel Mapolres Pidie,” sebut mantan Panit 1, Unit 1 Subdit 1 Ditreskrimsus Polda Aceh ini. (dhian)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

26°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 85%

Wind: 0.00 km/h

  • 22 Sep 2018 27°C 22°C
  • 23 Sep 2018 30°C 21°C

Banner 468 x 60 px