Log in

Satpol PP Jaga Kota Blangkejeren dari Ternak Berkeliaran

Petugas Satpol PP Gayo Lues mengusir hewan ternak dari pusat Kota Blangkejeren. Petugas Satpol PP Gayo Lues mengusir hewan ternak dari pusat Kota Blangkejeren.

Gayo Lues-andalas Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gayo Lues mulai menjaga Kota Blangkejeren dari ternak yang berkeliaran. Pasalnya, ternak-ternak yang dilepasliarkan pemiliknya itu sangat meresahkan masyarakat setempat dan juga menyulitkan para pengendara di jalan raya saat melintas.

Kasatpol PP Gayo Lues Irsan Firdaus SH, Rabu (12/6) mengatakan, saat ini ada tiga pleton Satpol PP yang menjaga pusat Kota Blnagkejeren dari ternak yang dilepasliarkan pemiliknya. Masing-masing pleton itu dibagi tugas per jam agar masyarakat Kota Blangkejeren merasa nyaman.

"Banyak sekali masyarakat kita yang masih melepasliarkan ternaknya ke pusat kota Blangkejeren, jadi kami dari Satpol PP akan mengusir ternak-ternak itu agar tidak masuk ke pusat kota, soalnya banyak sekali masyarakat yang resah," katanya.

Ternak yang banyak berkeliaran di pusat kota Blangkejeren kebanyakan jenis sapi, kambing dan biri-biri, dan semua jenis ternak itu mencari makan di tong-tong sampah pusat kota Blangkejeren hingga ada yang memakan sayur barang pedagang kaki lima.

"Memang ada qanun yang mengatur mengenai ternak yang dilepasliarkan di pusat kota Blangkejeren itu didenda, tetapi yang menjadi kendala saat ini, biaya untuk kandang dan pakannya di peternakan, tidak tertampung anggarannya, jadi kalau kami tangkap pun mau ditarok ke mana ternak ini," katanya saat ditanyai kenapa tidak ditindak pemilik ternak sesuai qanun.

Sementara ini menurut Irsan Firdaus, tindakan yang dilakukan anggotanya hanya sebatar mengusir ternak yang masuk ke pusat kota Blangkejeren. Sedangkan terhadap pemilik ternak belum bisa dikenai denda, padahal Satpol PP sudah berulang kali menyurati pemilik ternak agar tidak melepasliarkan ternaknya ke pusat kota.

"Sudah ada rencana saya untuk menghadap Pak Bupati masalah qanun ini, di mana ke depannya kami harapkan, masalah ternak ini jadi satu paket, kandangnya dan masalah pakan beserta penindakanya juga di Satpol PP, kemudian pemilik ternak yang kena denda nantinya menyetorkan uang denda untuk PAD," ujarnya.

Meski penindakan melalui denda tidak diharapkan, Kasatpol PP mengaku hanya dengan cara ini pemililk ternak bisa sadar, karena meski sudah berulang kali diperingatkan, pemilik ternak tetap membandel dan melepasliarkan ternaknya ke pusat kota Blangkejeren.

"Kami mengimbau kepada pemilik ternak, marilah sama-sama kita jaga ketertiban di pusat kota Blankejeren, jangan lagi melepas ternak karena sangat mengganggu ketertiban umum, kalau memang mau beternak, lepaskan di tempat yang tidak menggangu atau beternak dengan sistem kandang," pintanya. (NUAR)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px