Log in

Sarana Mengatasi Sampah di Pidie Masih Memprihatinkan

Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie Safrizal SSTP Ec Dev. Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie Safrizal SSTP Ec Dev.

Sigli-andalas Hingga kini sarana dan prasarana untuk kebutuhan mengatasi sampah di sejumlah ibu kota kecamatan di Kabupaten Pidie masih memprihatinkan. Ironisnya, kesadaran masyarakat untuk tidak  membuang sampah ke sungai, pinggiran jalan, atau di tanah-tanah kosong, juga masih rendah. Sejauh ini  Pemkab Pidie masih belum mampu mengatasi persoalan sampah di daerahnya.

"Sangat kita sayangkan, sungai, saluran irigasi, serta selokan (got induk) dipenuhi sampah dan limbah lainnya," sebut Asnawi Ali, Ketua LSM Yamasoef Sigli kepada andalas, Ahad (10/11) sore.

Masalah membuang sampah sembarangan di Kabupaten Pidie menurutya seolah sudah menjadi perilaku masyarakat turun temurun tanpa menghiraukan dampaknya terhadap lingkungan. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan Pemkab Pidie dalam menyediakan sarana dan prasarana, termasuk pekerja atau petugas penyapu jalan yang hanya diberi upah di bawah UMR.

Karena itu Asnawi memuji penyelenggaraan Lokakarya Membangun Komitmen Bersama Mewujudkan Pidie, Bersih, Indah, Sehat, dan Lestari" oleh Dinas Lingkungan Hidup Pidie dua hari lalu. Ia berharap komitmen itu segera diwujudnyatakan dalam program-program yang konkret untuk membebaskan Pidie dari sampah.

Sementara itu, M Hasan, salah seorang pemuka masyarakat berharap Pemkab Pidie bisa mengarahkan dan memanfaatkan sebagian kecil dana desa untuk membangun boks sampah di setiap desa di Pidie.

Disebutkannya, kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan ke sungai dan saluran air harus segera diatasi demi kemaslahatan umat serta tidak mengganggu orang lain mencari rezeki.

Kadis DLH Pidie Safrizal ketika menjawab wartawan menyangkut keterbatasan sarana  angkutan sampah menyebutkan, jika dinasnya saat ini hanya memiliki 13 truk sampah. Padahal Kabupaten Pidie memiliki 23 ibu kota kecamatan yang padat dengan pedagang.

Safrizal juga menyebutkan saat ini ada 150 orang petugas sampah yang dikelola DLH Pidie. Mereka diberi upah sekitar Rp1.100.000 per bulan. Kondisi ini diakuinya memang masih jauh dari kebutuhan.

Selain itu Kabupaten Pidie hanya memiliki satu TPA di Cot Padang Lila, Kecamatan Padang Tijie atau berjarak 28 kilometer dari Kota Sigli. Letak TPA berada di kawasan lereng pegunungan Seulawah Inong.

Ibu kota kecamatan yang sangat rawan dengan produksi sampah tercatat antara lain Kota Sigli, Kota Beureunuen, Kecamatan Mutiara, serta Kota Bakti, Kecamatan Sakti, Pasar Gronggrong, Kecamatan Gronggrong. Umumnya sampah dari ibu kota-ibu kota kecamatan ini terbanyak dari sampah pedagang. (DHIAN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px