Log in

Ribuan Nelayan di Pidie Keluhkan Muara yang Dangkal

Kapal penangkap ikan di Dermaga TPI Kuala Pasie Peukan Baro Kota Sigli, terperangkap di dermaga TPI setempat akibat muara sungai semakin dangkal. andalas/dhian anna asmara Kapal penangkap ikan di Dermaga TPI Kuala Pasie Peukan Baro Kota Sigli, terperangkap di dermaga TPI setempat akibat muara sungai semakin dangkal. andalas/dhian anna asmara

Nelayan Gantungkan Asa ke Bupati Abusyiek

Sigli,Aceh -  andalas  Belasan ribu keluarga nelayan yang mendiami sepanjang pantai Selat Malaka di Kabupaten Pidie, semakin didera kemiskinan. Kondisi itu, tidak terlepas dari semakin dangkalnya muara di sejumlah kecamatan. Sebelumnya, Ketua DPR AcehTgk Muharuddin SSos MM menyatakan kondisi dangkalnya muara di Provinsi Aceh semakin meningkatkan angka kemiskinan di daerahnya.

Muara sungai di Kuala Pasie Peukan Baro, sudah lama tidak bisa dilalui kapal penangkap ikan karena kedalamannya sudah sangat dangkal dan beresiko jika dilalui kapal penangkap ikan untuk melakukan bongkar muat hasil tangkapannya.

Dangkalnya kuala laut tersebut sudah pernah disampaikan tokoh nelayan dan para nelayan kepada Pemkab Pidie, namun hingga berganti Bupati Pidie persolan dari keluhan nelayan tersebut belum teratasi.

Menurut para nelayan yang mendiami selepas pantai Desa Pasie Peukan Baro Kota Sigli, dangkalnya muara sungai yang tembus ke laut tersebut sudah berlangsung sejak 12 tahun silam, tapi tidak pernah dikeruk oleh pemerintah.

Sementara pemerintah di masa Bupati Pidie Drs HM Diah Ibrahim, Drs H Djakfar Ismail, dan Ir H Abdullah Yahya MD  sudah membangun berbagai  fasilitas muat bongkar hasil tangkapan nelayan, termasuk membangun pasar, kamar pengawet ikan (Cold Storage), pompa BBM, perkantoran pajak, serta sejumlah bangunan lainnya.

Pada masa pemerintahan mantan Bupati Pidie, H Sarjani Abdullah mencoba membangun kembali muara sungai yang sudah dangkal itu, termasuk membentengi sisi kiri dan kanan dari kuala laut tersebut.

Dari informasi resmi yang sempat menjadi bahan berita sejumlah awak media, adalah program tersebut tidak berjalan akibat daerah tidak.memiliki dana pembangunannya yang diperkirakan mencapai Rp 380 milyar.lebih.

Kegagalan mengeruk kuala laut untuk mmudahkan kapal (boat) penangkap ikan masuk ke dermaga TPI.  Tapi hanya tinggal isapan jempol belaka alias semakin membuat nelayan didera penderitaan brrkepanjangan.

Asa pada Abusyiek

Nelayan dan pemilik kapal penangkap ikan dari boat hingga ke perahu besar kembali tumbuh harapan pada Bupati Pidie Abusyiek. Ini karena pemilik boat tahu visi misi pasangan Bupati Pidie, priode 2017 - 2022.

Di visi misi Bupati Abusyiek dan wakil Fadhlullah TM Daud ST, tersebut akan membangun Laot (Laut) Gle (bukit gunung) dan Blang (Sawah). Cukup mengejutkan visi misi pemimpin ini, sehingga menumbuhkan harapan nelayan, petani sawah, dan petani kebun.

Namun, hingga mencapai tahun kedua pemerintahan Bupati Abusyiek belum ada tanda-tanda perubahan dari visi misi tersebut, termasuk masih dangkalnya kuala laut Pasie Peukan Baro Kota Sigli, abrasi laut di Desa Geunteng Barat. Irigasi sawah masih seperti dulu, serta gle (bukit hutan kaki gunung) semakin rusak.

"Kami pendukung beliau meski tidak lasak seperti timses lainnya, dan selalu berharap ada perubahan di tangan Abusyiek. Dan, hendaknya Abusyiek memahaminya serta memenuhi janjinya kepada rakyat Pidie," tutur Adi, Ampon, Zulkifli, serta sejumlah pendukung lainnya kepada media ini, Kamis secara terpisah.

Sebelumnya, Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin S.Sos MM menyatakan keprihatinannya dengan semakin dangkalnya muara sungai di Provinsi Aceh, sehingga membuat nelayan semakin susah kehidupannya. Praktis kondisi ini, kian meningkatkan angka kemiskinan di Provinsi Aceh. (dhian)

29°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 72%

Wind: 11.27 km/h

  • 17 Nov 2018 30°C 22°C
  • 18 Nov 2018 29°C 23°C

Banner 468 x 60 px