Logo
Print this page

Ribuan KK Sepanjang DAS di Pidie Dicemasi Banjir Kiriman


Akibat Penebangan Liar dan Galian C Serampangan

Sigli,Aceh-andalas Ribuan kepala keluarga (KK) yang mendiami selepas Daerah Aliran Sungai Krueng Baro, Krueng Keumala dan Krueng Tiro di Kabupaten Pidie, kini mencemasi terjadinya banjir kiriman dari luapan sungai tersebut. Selain itu, warga juga cemas dengan banjir kiriman akibat penebangan liar dan pengambilan batu raksasa (batu paku bumi).

Sementara banjir  kiriman tiga hari lalu membuat puluhan rumah penduduk dan fasilitas umum mengalami kerusakan berat sebagaimana dilaporkan Kepala Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, Apriadi  S. Sos kepada andalas, Selasa (28/2) sore kemarin serta juga melaporkan banjir yang terjadi di Kecamatan Padang Tiji.

Dalam laporannya, pihak BPBD Pidie mengimbau kepada seluruh masyarakat yang mendiami selepas DAS Krueng Baro, Krueng Keumala dan Krueng Tiro serta sejumlah sungai lainnya yang rawan banjir agar tetap waspada dan berhati-hati dengan amukan sungai dan bencana longsor yang dapat terjadi diluar perkiraan.

Tiga sungai ini, sebut Apriadi memiliki jaringan yang cukup panjang dan memutar perkampungan penduduk, seperti Krueng Tiro dan Krueng Baro. Dimana, sungai ini memiliki kedalaman dan penuh penghalang arus. Sehingga, sangat mudah meluap dengan kecepatan air luapan cukup deras dan berlumpur.

Pengamatan andalas di sejumlah titik sungai yang rawan banjir, masyarakat yang mendiami  sepang DAS Krueng Tiro dan Krueng Baro mulai mengemasi barang-barang yang mudah rusak jika terendam luapan sungai. “Kami saat ini mencemasi luapan sungai yang tidak jauh berada dari rumah kami ini,” sebut Nurhalimah, warga Kembang Tanjong.

Pengakuan senada juga diungkapkan warga Desa Reubat, Desa Simbe, Desa Tiba Masjid Raya, Kecamatan Mutiara Timur. Warga setempat sudah beberapa hari ini terus mengemasi barang-barangnya agar suatu saat tidak perlu sibuk lagi ketika luapan sungai menyerang pemukiman penduduk. “Kami sudah kerap sekali diserng banjir kiriman dari Krueng Tiro,” sebut Nurafni, Rahmi, dan Ny Hamidah.

Bagi masyarakat Kecamatan Padang Tiji dan Kecamatan Delima, mereka baru saja mengalami banjir kiriman dari Waduk Seumayan yang jebol akibat tidak mampu menahan tampungan air hujan yang turun terus menerus selama tiga hari belakangan ini. Selain itu, curahan banjir juga berasal dari perbukitan dari Gunung Seulawah Inong.

Menurut warga di dua kecamatan ini, banjir yang sering menimpa mereka tidak lepas dari penebangan liar dan pengambilan batu gunung untuk pembangunan tanggul penahan gelombang laut di kawasan Kota Sigli. “Alam belakangan ini mulai tidak bersahabat lagi akibat ulah tangan-tangan manusia yang mengejar keuntungan,” sebut Hamidi dan Tarmizi, warga Kecamatan Padang Tiji. (dhian)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com