Log in

Ratusan Kades di Aceh Tenggara Terpaksa ‘Mengurut Dada’


Tulah dan Operasional Perangkat Tidak Cair

Aceh Tenggara-andalas Sekitar 385 Kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) terpaksa ‘mengurut dada’,sebab sampai akhir September 2017 ini,dana tulah dan operasional perangkat desa belum juga di Realisasikan.

Kendati,semua persyaratan  yang dibutuhkan untuk menarik tulah kepala desa  dan perangkat desa bulan Agustus ini,telah diselesaikan bahkan telah diajukan pihak BPM ke Badan pengelola Keuangan Kabupaten Aceh Tenggara.

Ironisnya,sampai memasuki akhir September ini,belum ada tanda-tanda tulah 385 Kepala desa di Aceh Tenggara bersama dana operasional yang ditunggu perangkat,bakal dicairkan,meski telah lama dimajukan Kepada pihak yang berkompeten terkait pencairan tulah kepala desa Itu.    

Bila diperhitungkan, sebut Kadimin,salah seorang Kepala Desa di Aceh Tenggara mengaku heran karena seringnya pembayaran tulah dan dana operasioanal desa terlambat dibayarkan,kendati persyaratan yang dibutuhkan telah terpenuhi. Bahkan untuk tulah dan operasional bulan juli saja,baru dibayarkan pertengahan September ini.

‘’Jika dirincikan,setiap bulannya tulah setiap desa,saja sebesar Rp.9.850.000 belum termasuk dana operasional pengulu desa sebesar Rp 500 ribu,rincian tulah tersebut diantaranya tulah Kepala desa Rp.1.600.000,Sekretaris desa Rp.750 ribu dan tulah bendahara Rp.550 ribu, “ujar Kadimin di amini oleh Kepala desa lainya.

Kepala BPM Aceh Tenggara,Amri Siregar dan Samsir sebagai Kabid yang membidangi masalah tulah dan dana operasional  Kepala desa ketika di kompirmasi andalas melalui selulernya ,Selasa (19/9) membenarkan,semua persyaratan yang dibutuhkan untuk penarikan tulah perangkat dan operasional Kepala desa,telah diajukan dan disampaikan pada pihak Badan pengelola Keuangan Agara,namun sampai sekarang belum juga ada khabarnya kapan dana tersebut di cairkan.

Untuk tulah 385 Kepala desa saja,kata Samsir,pihak BPM mengajukan dana sebesar Rp.2.733.500.000,pembinaan keagamaan Rp.935.900.000,sedangkan untuk dana perencanaan pembangunan per tahunnya untuk seluruh desa di Aceh Tenggara tercatat sebesar Rp2,1 miliar,Musyawarah Desa Rp2,1 miliar,beasiswa aparatur Desa per tahun Rp2,1 miliar dan pembinaan aparatur pemerintahan desa bidang aspek hukum Rp.577 juta dan dana lainnya sebesar Rp.4.925.500.000.

“Pada prinsifnya pihak BPM,tinggal menunggu kapan pihak Badan Pengelola Keuangan tersebut mencairkan dana yang diusulkan 385 desa,karena persyaratan yang dibutuhkan untuk syarat pencairan telah dipenuhi Kepala Desa,terutama untuk bulan Agustus ini,”urai Samsir.

Kepala Badan Pengelola Keuangan,Lutfika ketika dikonfirmasi andalas,Selasa (19/9) berdalih,lambatnya pencairan tulah perangkat Desa dan dana operasional Kepala desa,karena terjadinya kesalahan pengisian beberapa data dari pihak BPM.

”pengajuan Kepala Desa lewat BPM,memang telah masuk,tetapi ada kesalahan tanggal di persyaratan administrasinya,karena itu ada berkas yang kami kembalikan pada BPM untuk diperbaiki lagi,”kilah Lutfieka,seraya mengatakan petunjuk dan saran untuk perbaikan berkas penarikan,belum dikembalikan pihak BPM Agara,sekaligus membantah terkait rumor yang beredar yang menuding lambatnya pencairan tulah dan dana operasional Kepala desa karena keterbatasan dana yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara.(Agus Munthe)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 80%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Oct 2017 31°C 22°C
  • 21 Oct 2017 30°C 23°C

Banner 468 x 60 px