Log in

Pupuk Subsidi Terbatas, Bupati Pidie Imbau Petani Gunakan Pupuk Alam


Sigli-andalas Belasan ribu petani sawah di Kabupaten Pidie mengeluh akibat kesulitan memeroleh pupuk. Bahkan, pupuk hilang dari pasaran di saat petani membutuhkannya. Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyiek) dalam berbagai kesempatan berulang kali mengimbau petani di daerahnya untuk kembali menggunakan pupuk alam.

Termasuk saat menjawab andalas beberapa hari sebelum Abusyiek bertolak ke Bogor dan Jakarta. Menurut Abusyiek, nenek moyang kita dulu menggunakan pupuk alam, di mana tanaman padi bisa tumbuh subur, tidak mengandung racun dan mengundang hama. "Pestisida itu racun yang dapat merusak tanah dan tubuh manusia," sebut Abusyiek saat itu.

Menurut Plt Sekda Pidie Maddan SE MSi saat dihubungi andalas, terpisah, Ahad (17/11) sore, kelangkaan pupuk yang selalu terjadi di Kabupaten Pidi karena kuota pupuk subsidi dari pemerintah  jumlahnya jauh dari mencukupi, atau hanya sekitar 32 persen dari total kebutuhan petani yang menggarap luas areal tanam sekitar 29.868 hektare sawah.

Kondisi ini, memang sangat memprihatinkan. Pemerintah daerah sudah kerap sekali memohon penambahan kuota pupuk bersubsidi kepada PT PIM dan PT Petro Kimia Gresik. Tapi selalu dijanjikan akan ada penambahan namun realisasinya tidak jelas.

"Saya sudah menjanjikan pada seluruh anggota dewan, bahwa pemerintah daerah akan bisa memenuhi harapan petani untuk pupuk subsidi pada tahun 2020 mendatang," ucap Plt Sekda Pidie.

Sementara kebutuhan petani dihitung dari Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Sedangkan bagi petani yang memiliki lahan sawah lebih kurang dari dua hektare dihitungkan dalam kelompok. Bagi petani penggarap/penyewa lahan sangat sulit menerima pupuk bersubsidi.

Informasi diperoleh andalas dari Dinas Pertanian Kabupaten Pidie, petani penggarap/penyewa sawah berjumlah di atas 55 persen lebih, atau mereka petani yang tidak memiliki sawah, tapi cenderung memilih menjadi petani sawah dengan menyewa sawah dari orang kaya.

Menyahuti kelangkaan pupuk di Kabupaten Pidie, memang patut diherankan, karena terjadi di setiap musim tanam dan sudah berlangsung bertahun-tahun seperti tidak ada jalan penyelesaian.

Perhatian Serius
Menyangkut keluh kesah petani yang semakin sulit memeroleh pupuk bersubsidi, membuat sejumlah anggota DPRK Pidie meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pidie.

"Kami berharap, kelangkaan pupuk subsidi tersebut segera dapat diatasi oleh Pemkab Pidie," sebut anggota DPRK Pidie, diantaranya Elidawaty, T Saifullah, dan Rahmat Ansar kepada andalas di sela-sela Sidang KUA-PPAS RAPBK Pidie Tahun 2020 beberapa waktu lalu.

Menurut ketiga anggota dewan tersebut, masalah kelangkaan pupuk menjelang musim tanam sudah kerap terjadi. Tapi pihak pemerintah kurang serius menanganinya. Padahal, masalah ini menyangkut hajat hidup orang banyak, khususnya petani.

Ketiga anggota dewan tersebut mengakui, jika semua petani di Pidie turun ke sawah angka kebutuhan pupuk bersubsidi itu atau sebanyak 12.797 ton, jauh dari cukup jika dibandingkan luas sawah di Pidie mencapai hampir 30.000 hektare.

Pernyataan senada disampaikan anggota dewan lainnya dari Partai Amanat Nasional, Nasrul Syam SH dan Awaluddin. Keduanya mengimbau Pemkab Pidie serius memikirkan nasib petani.

Disebutnya, sebagai kabupaten yang notabenenya daerah agraris, maka Pemkab Pidie seharusnya tidak mengecewakan petani yang selalu didera oleh masalah kelangkaan berbagai jenis pupuk dan masalah irigasi.

Salah seorang pemerhati pembangunan di Pidie, Asnawi Ali mengatakan, masalah pupuk langka di Kabupaten Pidie sudah berlangsung lama. Bahkan ada yang bermain dan menimbun pupuk bantuan demi memperkaya diri.

Disinggung soal imbauan Bupati Pidie Roni Ahmad agar petani kembali menggunakan pupuk alam, seperti kotoran sapi, kotoran bebek, kotoran kelelawar, serta lainnya, Asnawi menyebutkan, itu sah-sah saja untuk kebutuhan tananaman bawang merah atau tanaman hortikultura lainnya. (DHIAN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px