Log in

Pupuk Subsidi Langka di Aceh Utara

Erwandi SP MSi. Erwandi SP MSi.

Lhokseukon-andalas Memasuki musim tanam petani Aceh Utara mengaku kesulitan memeroleh pupuk urea bersubsidi. Mereka mengaku terpaksa membeli pupuk nonsubsidi dengan harga jauh lebih tinggi.

“Sudah hampir sepekan pupuk subsidi susah kami dapatkan, setiap distributor penyalur dan tempat pengecer saya datangi dibilang tidak ada pupuk bersubsidi,” kata Abdurrahman, petani Kecamatan Tanah Jambo Aye, Minggu (17/11).

Menurut Abdurrahman, kelangkaan pupuk subsidi tidak hanya dikeluhkan oleh petani Aceh Utara saja, namun menurut informasi beberapa kawasan di Aceh Timur juga mengalami kelangkaan pupuk subsidi jenis urea, SP-36, dan NPK Phonska.

"Saat ini yang sangat kami butuhkan adalah pupuk jenis urea dan SP-36 bersubsidi, bukan nonsubsidi, karena sedang proses pembibitan," jelasnya.

Dikatakan, kesulitan memeroleh pupuk jenis urea maupun SP-36, sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Hal ini kerap dirasakan petani tidak pada musim tanam kali ini saja. "Bantu ringankanlah kami orang kecil yang bergantung hidup dari hasil turun ke sawah," pinta Abdurrahman.

Dirinya menyebutkan di beberapa tempat penjualan memang ada tersedia pupuk jenis tersebut. Tapi itu nonsubsidi harganya mencapai Rp250 ribu hingga Rp 300 ribu per sak ukuran 50 kilogram.

"Kami terpaksa membeli pupuk nonsubsidi dengan jumlah sedikit, sekadar untuk kebutuhan tanaman padi yang saat ini dalam proses pembibitan saja," jelasnya.

Butuh 15.000 Ton
Petani di Kabupaten Aceh Utara membutuhkan 15.000 ton pupuk subsidi. Alokasi pupuk urea bersubsidi di Aceh Utara tahun 2019 sebanyak 6.800 ton. Jumlah tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian di Aceh Utara. Hal itu membuat kelangkaan pupuk subsidi terjadi setiap memasuki musim tanam.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Aceh Utara Erwandi SP MSi, Minggu (17/11)  mengatakan, penyebab seringnya terjadi kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Aceh Utara disebabkan minimnya kuota pupuk subsidi yang diberikan pemerintah. Padahal lahan pertanian di Kabupaten Aceh Utara paling luas di Aceh.

Ia menyebutkan, petani di Kabupaten Aceh Utara membutuhkan 15.000 ton pupuk subsidi setiap tahunnya. Alokasi pupuk urea bersubsidi yang diberikan saat ini tidak mencukupi dengan jumlah lahan pertanian yang ada.

“Saat ini Aceh Utara mendapatkan kuota pupuk subsidi sebanyak 6.800 ton, sedangkan kebutuhan mencapai 15.000 ton,” ungkapnya.

Pihaknya telah berulang kali mengusulkan penambahan kuota pupuk subsidi. Tetapi hingga saat ini belum ada penambahan. (AJJN/MUL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px