Log in

Polres Lhokseumawe Ungkap Kasus Pembunuhan, M Amin Tewas Diracun Ayah Angkat

Polres Lhokseumawe menggelar Konfrensi Pers keberasilan mengungkapkan kasus korban pembunuhan. (andalas/Mulyadi). Polres Lhokseumawe menggelar Konfrensi Pers keberasilan mengungkapkan kasus korban pembunuhan. (andalas/Mulyadi).

Lhokseumawe-andalas Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang didalangi oleh orangtua angkat korban M Amin (26). Korban ditemukan warga tidak bernyawa di tempat pembuangan sampah di Desa Lagang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Senin (11/3) lalu.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan SIK melalui Kasat Reskrim AKP Indra Trinugraha Herlambang SIK, Rabu (13/3) menyebutkan, setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, aktor intelektual pembunuhan tersebut adalah ayah angkat korban sendiri berinisial ZL (54).

Keberhasilan pihak kepolisian dalam membongkar kasus tersebut, berawal saat petugas tidak menemukan indentitas apapun pada jasad korban. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan berhasil menemukan indentitas korban.

“Polisi mendatangi rumah orangtua korban di Kabupaten Bireun dan memintai keterangan kepada orangtuanya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ternyata korban dibunuh oleh ayah angkat korban yang berinisial ZL,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, ayah angkat korban menyuruh temannya berinisial SR (42) asal Sumatera Utara untuk menghabisi korban dengan cara memberi racun tikus ke dalam minuman korban pada hari Selasa (6/3).

“Modusnya korban tidak diberi minum sejak pagi hari. Lalu pada sore hari saat dibawa jalan-jalan oleh tersangka SR dan memberi minum teh manis yang sudah dicampur racun tikus. Karena kehausan korban langsung meminum minuman beracun itu,” ungkap Indra.

Sesampai di lokasi kejadian, korban mulai muntah-muntah dan terjatuh telungkup dari atas sepeda motor. Lalu tersangka turun dari sepeda motor mendorong tubuh korban ke pinggir jalan.

Saat itu korban masih hidup dan masih terlihat merangkak dan ditinggalkan oleh tersangka SR, hingga ditemukan oleh warga pada hari Senin (11/3) korban sudah menjadi mayat.

“Berdasarkan pengakuan tersangka ZL, korban M Amin  adalah anak angkatnya sejak usia 3,5 tahun. Amin merupakan anak berkebutuhan khusus. Namun belakangan sering mengamuk dan menunjukkan prilaku yang kurang disenangi oleh ayah angkatnya,” imbuh Kasat Reskrim AKP Indra Trinugraha Herlambang.

AKP Indra menambahkan, rencana awal, korban akan dititipkan di Panti Asuhan di Medan yang akan dibawa oleh tersangka SR. Akan tetapi setelah SR sampai di rumah korban, rencana tersebut berubah menjadi pembunuhan berencana. “Alasannya, jika dititipkan di panti asuhan dikhawatirkan korban akan kembali ke rumahnya,” jelas AKP Indra lagi.

Lanjutnya, setelah melakukan eksekusi terhadap korban, SR langsung pulang ke Sumatera Utara setelah  diberi uang diberi uang Rp1,050 juta  oleh ZL. 

“Atas perbuatan tersebut, para tersangka dikenai pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup,” ucap Kasat Reskrim. (MUL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px